Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Hari-Hari Biasa Yang Terakhir
0
Suka
2
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Rumah kontrakan masih gelap ketika Pak Surya terbangun. Dia bergerak perlahan agar tidak sampai membangunkan Dimas, putranya, di kamar sebelah. Apalah daya, tembok bilik yang tipis dan rangka kasur yang sudah tua dan berkarat membuat kesunyian jadi sesuatu yang musykil. Di dapur yang sempit dia mulai mengisi air ke ketel, menakar bubuk kopi yang masih tersisa dalam toples, dan menghitung sisa uang dalam kaleng biskuit. Dua puluh lima ribu tujuh ratus rupiah. Masih cukup untuk ongkos bus dan makan irit di Warteg, jika dia melewatkan jatah kopi untuk makan siang nanti.  

Dia mulai menyiapkan sarapan: dua potong roti tawar sisa kemarin malam, ditaburi sedikit gula, lalu dipanggang sebentar. Dua potong roti itu kemudian dia lipat dan dipotong lagi jadi dua bagian, menghasilkan empat potong roti – dua potong untuk sarapan, dua potong lagi dia masukkan ke kotak bekal makan siang D...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Hari-Hari Biasa Yang Terakhir
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Bernasib Seperti Socrates
Sayidina Ali
Cerpen
Bronze
Submerge
Faisal Susandi
Cerpen
Bronze
Simfoni Karat dan Senar Putus
Ezra Jo
Cerpen
Bronze
UANG IURAN KELUARGA
N. HIDAYAH
Cerpen
Indahnya Surga di Telapak Kaki Ibu
LISANDA
Cerpen
Bronze
Mega di Langit Senja
Erlangga Putra
Cerpen
Tugas Akhir
Galang Gelar Taqwa
Cerpen
Ichie si anak malas
Syifa ai anisa
Cerpen
Bronze
Rumah dan Kenangannya
AksaraNini
Cerpen
Mimpi Kolong Langit
Trippleju
Cerpen
Bronze
Tipu-Tipu Media Sosial
Amalia Puspita Utami
Cerpen
Bronze
Seni Olah Rasa
Wahyu Sandralukita Sari
Cerpen
Titik Balik di Halte Bus
Niam Muhammad
Cerpen
Royadi dan Jin Ifrit dari dalam Kendi
Ryan Esa
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Hari-Hari Biasa Yang Terakhir
Indra Afriza Arsad
Flash
N-P-D
Indra Afriza Arsad
Flash
Topeng
Indra Afriza Arsad
Flash
Mei
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Penjaga Suara Yang Hilang
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Di Antara Dua Musim
Indra Afriza Arsad
Flash
Jarak
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Sakanpari: Tempat Kita Pernah Ada
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Hujan Pertama Di Musim Semi (Buku I: Bramanta)
Indra Afriza Arsad
Flash
Tanggal Lima
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Selembar Puisi Di Musim Hujan
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Bronze
Satu Pagi Di Kopitaloka
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Bronze
Untuk Yang Pernah Diam
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Kopitaloka: Rumah Yang Kebetulan Menjual Kopi
Indra Afriza Arsad
Flash
Pemburu Capung
Indra Afriza Arsad