Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Hantu Air
2
Suka
7,536
Dibaca

Hard by, a yawning hillside grotto breathes,

From deeps unvisited, a dull, dank air

That sears the leaves on certain stunted trees

Which stand about, clawing the spectral gloom

With evil boughs.

— Sajak The Poe-et’s Nightmare oleh H. P. Lovecraft

Aku pikir hidupku seharusnya tidak berantakan. Aku masih muda, cukup mapan untuk pria seusiaku. Di usia 27 tahun aku telah diberkati istri yang cantik yang melahirkan satu malaikat kecil. Ia bermata bening dan punya senyum menawan yang sukar dilupakan persis wajah ibunya. Ah, Dira, istriku itu adalah wanita yang pernah kukejar di kampus di tahun pertama aku berkuliah. Namun dahulu ia tak pernah menyambut perasaanku, dan aku cukup maklum kala itu sebab aku masih amat susah dan kumuh. Kemudian takdir bekerja mempersatukan kami. Aku lulus setahun lebih awal darinya dan bekerja di sebuah perusahaan pengolahan kayu. Di kantor itulah kami saling mengenal satu sama lain. Menjalin hubungan dekat. Dan hanya butuh dua tahun bagi kami buat memutuskan menikah. 

Aku tidak mengarang betapa singkatnya awal-mula pernikahan kami. Istriku bukanlah orang yang bisa tahan menunggu dan aku pun gampang mengambil keputusan tanpa perlu melibatkan persetujuan keluargaku. Mengenai keluargaku, mereka orang yang kolot. Kekolotan ini sedemikian wajar karena mereka sejak lahir dan bernapas berada dalam perangkap ketololan bernama dusun. Di desa yang dialiri sungai itulah nenek moyangku berkembang biak seperti jamur yang menaburkan sporanya ke setiap tanah-tanah kosong tak berpenghuni. Di zaman orang-orang sudah mengemudi dengan mengebut di jalanan menuju ke kantor atau pagi-pagi menunggu antrian masuk pabrik, mereka berangkat mencangkul huma atau justru berenang-renang di air sungai keruh sewarna tanah. Memeriksa pukat dan perangkap ikan. Hidup yang membosankan dan purba!

Aku ingat, Bapak tak suka begitu mendengar...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Hantu Air
Eki Saputra
Novel
Gold
Fantasteen Ghost Dormitory in Madrid
Mizan Publishing
Novel
INNER EYE
Khoirun Nisa
Novel
Bronze
SRAPIT
Onet Adithia Rizlan
Cerpen
Tetanggaku yang Pendiam
Marion D'rossi
Flash
Panen
Dark Specialist
Novel
Komplotan Tidak Takut Hantu
Mohamad Novianto
Flash
Yang Berjalan di Tengah Malam
lusi anda sudjana
Novel
Pring Sedapur ( Santet 12 turunan)
SHOLIKATUL
Novel
Bronze
Koma Karmila
Herman Siem
Novel
Tonight You Belong To Me
R. Rusandhy
Novel
Tujuh Hari Dalam Kafan
Bramanditya
Flash
TETANGGA BARU
ni ketut yuni suastini
Cerpen
Senyum Palsu Di balik Topeng
Jonathan Wijaya
Novel
Divisi Astral
Naufal Abdillah
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Hantu Air
Eki Saputra
Cerpen
Bronze
Setan Jabal Rokok
Eki Saputra
Cerpen
Bronze
Si Mata Hijau
Eki Saputra
Cerpen
Bronze
Rahasia Sumur Setan
Eki Saputra
Cerpen
Bronze
Nada y Pues Nada
Eki Saputra