Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Hangat sebelum Ibu Hilang
1
Suka
4,716
Dibaca

Sementara bagiku, Ibu seperti cahaya lampu tidur yang menyala di tengah gelap ruang. Meskipun remang, Ibu seperti terang lampu tidur yang menerangi kami dengan hangat.

7 tahun lalu…

Aku membuka mata dari panjangnya mimpi, menyaksikan sinar matahari menyusup pelan melalui celah jendela kamar dengan setengah sadar. Sisa lelah dari kegiatan di sekolah kemarin masih terasa di sekujur tubuh. Anehnya, rumah rasanya lebih hangat hari ini, bukan hanya karena sinar matahari yang mencuri masuk, tapi karena suara-suara yang begitu akrab terdengar di luar kamar.

Aku menguap kecil, lalu bangkit perlahan. Biasanya Ibu akan mengomel jika aku bangun kesiangan. Tapi hari ini, ia membiarkanku lebih lama meredam diri di dalam kamar. Ibu tahu, tubuhku lelah menempuh batasnya.

Dengan mata masih setengah tertutup, Aku melepas diri dari kasur lalu berjalan menuju ruang tengah. Dan disanalah mereka—Kakek dan Nenek duduk di sofa sambil bercengkerama dengan Ibu. Wajah mereka berseri hangat ketika melihatku.

“Baru bangun, Kak?” tanya Nenek dengan senyum hangatnya menyambut.

“Iya, Nek,” jawabku pelan, menyalami tangan keriputnya yang selal...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp7.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Hangat sebelum Ibu Hilang
nindia
Cerpen
Bronze
Kertas Balas Kertas
Omius
Cerpen
Bronze
Jackpot yang Menghancurkan
Wahyu Hidayat
Cerpen
Jendela Nostalgia
Bells
Cerpen
Apel Fuji
Rizky Anna
Cerpen
Bronze
KOTA MATINYA EMPATI
Toni Al-Munawwar
Cerpen
Bronze
Gadis Tulang Wangi dan Sekitarnya
Nailu Chirzati
Cerpen
Bronze
Transkrip
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Ujung Fajar
Utia Nur Hafidza Rizkya Ramadhani
Cerpen
Bronze
Alasan Tuhan!
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Ginastel di Bulan Bagus
Desto Prastowo
Cerpen
Pasar Bisa Diciptakan
Galang Gelar Taqwa
Cerpen
Hari Kepulangan
Rinona
Cerpen
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Si Hitam Bernama Beruntung.
P12
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Hangat sebelum Ibu Hilang
nindia
Cerpen
Bronze
Peluk Hangat Bapak
nindia