Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Giant's Heart
0
Suka
15,854
Dibaca

Bab 1: Berbalik

Memasuki masa akhir sekolah menengah atas (SMA), Takeshi Gouda alias Giant harus merasakan kehidupan yang pilu. Ia bersama keluarganya terpaksa pindah dari Tokyo ke Asahikawa di Perfektur Hokkaido. Hal tersebut lantaran kasus perundungan yang ia lakukan dilaporkan ke kepolisian oleh sang korban.

Giant dikenal sebagai anak perkasa dan selalu ingin berkuasa. Ia kerap memaksakan kehendaknya kepada siapa pun, terutama kepada Suneo Honekawa dan Nobita Nobi. Jika keinginannya tidak dipenuhi, maka pukulan atau tendangan didaratkan kepada dua temannya tersebut.

Kini, di sekolah yang baru, ia dipandang tak ubahnya seekor panda yang tercebur ke kubangan lumpur. Semua perbuatan di masa lalu seakan berbalik menghinakan dirinya.

“Heh, Gendut!” panggil Hiroto Matsuyama, sang ketua kelas. Kakinya memasuki ruang belajar dengan hentakan yang arogan.

Giant mendelik. Kesal menyerap ke dadanya sebab mendapat sapaan yang kasar. Namun, ia segera ingat untuk bersikap biasa. Jika menuruti emosi, akan berpotensi mendatangkan petaka (lagi).

“Gue laper. Tadi gue nggak sempat sarapan di rumah. Beliin gue makanan di kantin dong. Makanan yang harus bisa mengenyangkan, ya,” suruh Hiroro sembari menatap Giant setajam pisau.

Giant bangkit dari duduknya. Ia julurkan tangan kanan untuk menadah uang dari Hiroto.

“Apa maksud lu? Lu mau cari gara-gara sama gue?” Hiroto menggebrak meja yang ada hadapan Giant. “Badan lu besar. Jajan lu juga pasti banyak, kan? Apa salahnya menyisihkan sedikit saja bakal timbunan lemak lu buat gue?”

Satu tarikan napas dihela oleh Giant untuk menetralisasi suasana hati. Lebih baik menuruti perintah sang “penguasa” daripada mendebatnya. Anggap saja sebagai salam perkenalan, meski pemalakan disertai hinaan amatlah menjengkelkan, menyulut amarah.

Dalam titian langkah menuju kantin, Giant merenung sejak. Dia teringat sikap serupa dengan Hiroto yang dulu seringkali ia tebar. Selalu memaksakan keinginan dibubuhi dengan menyerang sisi personal seseorang supaya orang tersebut gentar dan tunduk.

Setiba di kantin, Giant merogoh saku celana sambil mengamati harga setiap makanan yang tertera. Sayangnya, hanya ada seratus yen yang bersemayam. Jumlah yang sepertinya tidak cukup untuk mengisi perut.

Giant lantas berkeling dari satu kios ke kios yang lain. Perasaan cemas menghampiri karena tak ada makanan yang bisa ditukar dengan nominal yang dimiliki, kecuali air mineral.

Giant berdiskusi dengan nurani. Ia tak mungkin terus berdiri menanti keajaiban. Bawa saja apa yang bisa dibeli, kukuhnya dalam hati.

Di tengah kebingungan, Giant dihampiri oleh seorang siswi cantik berambut sebahu. Dia meraih tangan Giant dengan lembut. Seketika Giant merasa bak dikelilingi kupu-kupu bersayap indah. Tangannya gemetar menahan grogi.

“Berikan ini saja kepada Hiroto,” ujar siswi tersebut. Dia menyerahkan dua onigiri dan sebotol air mineral kepada Giant.

“Ba… ba… bagaimana kamu bisa tahu a… apa yang sedang aku cari?” tanya Giant, terbata.

“Namaku Rena. Salam kenal, ya.” Si siswi cantik menjulurkan tangan untuk berkenalan. “Hiroto memang terkadang berlebihan mengerjai murid baru. Aku harap kamu tidak tertekan menghadapi dia,” sambungnya dihiasi sebaris senyuman.

Giant mematung. Ada rasa tak percaya membahana dalam jiwanya. Sebuah pengalama...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Ayah Terakhir
Karlia Za
Novel
Kenangan di Ujung Senja
Nurhafizatur Rahmi
Flash
Aku dan Ibuku
WN Nirwan
Cerpen
Bronze
Giant's Heart
Jasma Ryadi
Novel
Berada dalam Waktu
Tania Sawa
Skrip Film
Friendzone
Dedi irawan
Flash
Catatan harian yang tidak pernah tertulis
tita agnesti
Cerpen
Bronze
Suami
Zaki S. Piere
Flash
Bronze
TEKEK...
Anjrah Lelono Broto
Novel
BANDARA CHANGI TUNGGU AKU 2
Iis Siti Napisah
Novel
Bronze
AZALEA
Aksara
Novel
Berkah Tersembunyi
Siti Fatimah
Skrip Film
Dila dan Nostalgia
adrian hendrawijaya
Skrip Film
Luka Tanda Tanya (Script)
Martha Z. ElKutuby
Skrip Film
Kita yang Terbuang dan Hilang
Onet Adithia Rizlan
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Giant's Heart
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Kembalinya Sang Penari
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Simetris
Jasma Ryadi
Flash
Pukul 01:10
Jasma Ryadi
Flash
Museum Kenangan
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Anita dan Penghuni Lain
Jasma Ryadi
Flash
Sepatu Basah
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Dapur dan Labelnya
Jasma Ryadi
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Gamophobia
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Mereka yang Masih di Dalam
Jasma Ryadi
Flash
Terminal
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Telinga Kelima
Jasma Ryadi
Flash
Residu
Jasma Ryadi
Flash
Jadikan Aku Selingkuhanmu
Jasma Ryadi