Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
GETAR CINTA di MUARA ENIM
0
Suka
421
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Sangkar Emas di Belantara Megapolitan

Ketika kemewahan tak lagi sanggup mengobati dahaga jiwa akan ketulusan

✦ ✦ ✦

"Kekayaan sanggup membeli ranjang berlapis sutra terbaik, namun tak pernah mampu menebus sebutir pun rasa tenang di dada."

Lampu-lampu gantung kristal Bohemian di ballroom hotel bintang lima itu berpendar kemilau, memantulkan bayang-bayang ratusan tamu kelas atas yang berbusana adibusana. Denting gelas sampanye beradu dengan tawa renyah yang terdengar terlalu terlatih, tersusun rapi seolah telah dipoles oleh konsultan citra publik. Di sudut teras marmer yang langsung menghadap hamparan belantara beton Jakarta, seorang pemuda berdiri menyendiri, memegang segelas sari apel tanpa niat menyesapnya.

Fardhan Al-Fathir, dua puluh lima tahun, memiliki nyaris segala hal yang dijadikan takaran keberhasilan duniawi oleh khalayak ramai. Wajahnya tampan dengan rahang tegas yang memikat, tubuhnya tinggi atletis terlatih, dan latar pendidikannya terukir dari universitas terkemuka di Benua Eropa. Di atas segalanya, ia menyandang nama besar Al-Fathir—sebuah imperium properti dan investasi yang menguasai puluhan gedung pencakar langit dan kawasan hunian premium di seantero negeri. Sebagai putra tunggal, masa depannya telah digarisi emas: ia adalah pewaris mutlak tahta bisnis keluarga.

Namun malam itu, di tengah alunan quartet biola yang mendayu-dayu, dada Fardhan justru didera sesak yang teramat pekat. Ada hampa yang menganga lebar di balik setelan tuksedo buatan Savile Row yang membalut tubuhnya. Baginya, setiap senyuman manis yang diarahkan kepadanya malam ini hanyalah transaksi terselubung. Putri-putri konglomerat, model papan atas, hingga pewaris mitra usaha ayahnya silih berganti mendekatinya dengan tutur kata manis yang telah dihitung matang untung-ruginya. Mereka tidak sedang memandang Fardhan sang manusia; mereka sedang menatap persentase saham, dividen tahunan, dan gengsi sosial yang melekat di belakang namanya.

Sikap dingin Fardhan terhadap lawan jenis bukanlah lahir dari kebencian. Sebaliknya, sikap itu adalah benteng pertahanan terakhir dari jiwa yang rindu akan ketulusan murni. Sejak remaja, ia telah menyaksikan betapa topeng kepalsuan begitu diagungkan di lingkungannya. Ayahnya, Haji Ghalib Al-Fathir, selalu mendiktekan bahwa hidup adalah arena catur di mana perasaan harus ditundukkan di bawah perhitungan kalkulasi aset. Ibunya, Hajjah Hanifah, sibuk memilah deretan profil calon menantu dari lingkar ningrat bisnis Jakarta.

Fardhan menatap ke bawah, ke j...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
Little Women
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
GETAR CINTA di MUARA ENIM
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Tentang Hujan
Lila arini
Novel
Bronze
def1222 juudl baru
John Doex
Novel
Bronze
Stuck with Anggra
Tika winata
Novel
Bronze
DELAYED
Yuji
Novel
Bronze
I Love My Army Wife 2
Author WN
Novel
Chasing The Next Door
Arisyifa Siregar
Novel
Because, I Love You
Shavrilla
Novel
POSESSIVE ARVIN
natasya03_
Novel
Bronze
GOODBYE SINGAPORE
Embart nugroho
Novel
Cinta Yang Beda
Rahayu avilia
Novel
You Can Tell Me
Lilian
Flash
Bronze
Sesuatu yang Bernama RASA
Aizawa
Flash
Di Bawah Langit Jogja
Hans Wysiwyg
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
GETAR CINTA di MUARA ENIM
Amrullah Ibrahim
Novel
SEAKAN Cuma MIMPI
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Hanya Halunisasi
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Lentera di Sudut Hati
Amrullah Ibrahim
Novel
Tahukah Anda...?
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Ketika Cinta
Amrullah Ibrahim
Flash
Pelempar Pasir Misterius di Sungai Lubai
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Cuma Kamu
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
CINTA DI ATAS OJEK
Amrullah Ibrahim
Flash
Tawa Misterius di Tepi Sungai Lubai
Amrullah Ibrahim
Novel
Lentera Teratai Tujuh Misteri
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
KEMELUT TERATAI KEMBAR
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Arkan Ar Rimbai
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Segitiga Hati di Simpang Takdir
Amrullah Ibrahim
Novel
Katakan Ya atau Tidak
Amrullah Ibrahim