Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Malam itu, ia kembali. Bukan sebagai badai yang mengobrak-abrik tidurku, melainkan sebagai gerimis yang lembut dan samar, persis seperti yang selalu kurindukan di tengah kemarau. Mimpi itu bukanlah ruang gaduh yang dipenuhi jerit perpisahan, melainkan jeda yang hening, di mana waktu mundur ke masa yang tak pernah benar-benar kutinggalkan. Kami tinggal serumah, menjalani rutinitas yang dulu terasa biasa saja, namun kini menjadi monumen kehangatan yang sunyi.
Aku melihatnya di dapur, tempat cahaya lampu neon selalu memantul redup di atas meja marmer. Ia memelihara dua ekor anjing kecil, bulu cokelat mereka basah oleh tetesan gerimis yang nakal dari atap seng. Ia tampak sibuk menyiapkan makanan anjing di dalam wadah kaleng, gerakannya teratur, efisie...