Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
0
Suka
1,711
Dibaca

Prolog

Di antara ladang jagung yang menguning, ketika senja perlahan menelan cahaya dan langit berubah jingga keabu-abuan, aku berdiri dalam sunyi yang ganjil. Angin berdesir pelan, membawa aroma tanah dan dedaunan kering. Di sanalah aku melihatnya, sesuatu yang seharusnya membuat langkahku mundur, nafasku tercekat, dan jantungku berpacu oleh rasa takut.

Namun anehnya, ia justru mendekat.Bukan dengan ancaman, melainkan dengan ketenangan yang tidak ku mengerti.Tangannya meraih tanganku, hangat, seolah itu nyata. Dan dalam genggaman itu, aku tak menemukan teror, hanya sebuah bisikan tanpa suara, seolah berkata jangan lari.

Jalan yang Biasa, Hari yang Tak Biasa

Pagi itu datang dengan wajah yang ramah. Langit cerah tanpa tanda-tanda hujan, seolah dunia sedang berbaik hati pada siapa pun yang melangkah keluar rumah. Roni menjalani paginya seperti biasa, bangun, membersihkan diri, lalu menyiapkan sarapan seadanya sebelum bersiap berangkat kerja.

Ia hidup sendiri di rumah peninggalan orang tuanya. Ibunya telah lama meninggal, sementara ayahnya kini menjalani hidup baru bersama istri keduanya. Rumah itu pun menjadi saksi bisu hari-hari Roni yang berjalan sunyi namun tertib, seolah tak ingin mengganggu siapa pun.

Setelah memastikan semuanya terkunci rapi, Roni menghidupkan motor maticnya dan melaju menuju tempat kerja. Angin pagi menyapa wajahnya, tapi pikirannya melayang jauh. Ia memikirkan hidupnya, tentang usia yang tak lagi muda, tentang pekerjaan yang dijalani tanpa banyak pilihan, dan tentang masa depan yang terasa buram. Di ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
Bang Jay
Cerpen
Percakapan Error
Nursan
Cerpen
Bronze
Gang Kecil
Halimah RU
Cerpen
Bronze
Sebuah Pilihan untuk Dikenang
I Putu Agus Yoga Permana
Cerpen
Bronze
Panjat Pinang
Imajinasiku
Cerpen
Empat Babak Menuju Kenyamanan
lidhamaul
Cerpen
Bronze
Pendidikan Negeri Sipili (Bag-2)
spacekantor
Cerpen
Bronze
Selimut Tidak Pernah Kering
Titin Widyawati
Cerpen
Penyebab
Fata Raya
Cerpen
Bronze
Musuh Jadi Istri
Novita Ledo
Cerpen
Di antara Senja dan Pagi
vilah sari
Cerpen
Bronze
Senyummu Membuat Ku Bahagia
Liza Pratama
Cerpen
Bronze
Tangis Hujan
Arsya
Cerpen
Bronze
Bukan Tentang Nominal
Alifa abda khlq
Cerpen
Percakapan yang Tak Direncanakan
Nursan
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Dibalik Gemerlapnya Lampu Konser_ Cinta Masa Lalu
Bang Jay
Cerpen
Bronze
ADAB & PERSAHABATAN : Di Antara Darah Dan Kehormatan
Bang Jay
Novel
Bronze
Dari Kuli turun ke Hati
Bang Jay
Novel
Bronze
Sebuah Perjalanan : Antara Hobi dan Cinta yang Semu
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Bakso dan Basa-basi: juru cuci mangkuk yang mendadak panik
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Titik Nol Orde Baru : evolusi kucing penjaga lapak
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Tentang Cinta
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Antara Gurami Bakar dan Kerangka Terios
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Belukar diladang Hati
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Keserakahan berujung Kehancuran
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Penjaga Hutan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Antara Adab dan Persahabatan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Manusia Robot: Dibalik Topeng Persahabatan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Di Atas Reruntuhan yang Membangun Dunia
Bang Jay