Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
0
Suka
2,063
Dibaca

Prolog

Di antara ladang jagung yang menguning, ketika senja perlahan menelan cahaya dan langit berubah jingga keabu-abuan, aku berdiri dalam sunyi yang ganjil. Angin berdesir pelan, membawa aroma tanah dan dedaunan kering. Di sanalah aku melihatnya, sesuatu yang seharusnya membuat langkahku mundur, nafasku tercekat, dan jantungku berpacu oleh rasa takut.

Namun anehnya, ia justru mendekat.Bukan dengan ancaman, melainkan dengan ketenangan yang tidak ku mengerti.Tangannya meraih tanganku, hangat, seolah itu nyata. Dan dalam genggaman itu, aku tak menemukan teror, hanya sebuah bisikan tanpa suara, seolah berkata jangan lari.

Jalan yang Biasa, Hari yang Tak Biasa

Pagi itu datang dengan wajah yang ramah. Langit cerah tanpa tanda-tanda hujan, seolah dunia sedang berbaik hati pada siapa pun yang melangkah keluar rumah. Roni menjalani paginya seperti biasa, bangun, membersihkan diri, lalu menyiapkan sarapan seadanya sebelum bersiap berangkat kerja.

Ia hidup sendiri di rumah peninggalan orang tuanya. Ibunya telah lama meninggal, sementara ayahnya kini menjalani hidup baru bersama istri keduanya. Rumah itu pun menjadi saksi bisu hari-hari Roni yang berjalan sunyi namun tertib, seolah tak ingin mengganggu siapa pun.

Setelah memastikan semuanya terkunci rapi, Roni menghidupkan motor maticnya dan melaju menuju tempat kerja. Angin pagi menyapa wajahnya, tapi pikirannya melayang jauh. Ia memikirkan hidupnya, tentang usia yang tak lagi muda, tentang pekerjaan yang dijalani tanpa banyak pilihan, dan tentang masa depan yang terasa buram. Di ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Menggapai Asa di Tengah Samudera
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Sepotong Senja di Stasiun Lama
Gilbert kenjiro
Cerpen
Bronze
Hati Seorang Sahabat
Munkhayati
Cerpen
Pemerkosa Akal
Titin Widyawati
Cerpen
Empat Babak Menuju Kenyamanan
lidhamaul
Cerpen
Dua Peron, Satu Lambaian
Dhiandra Jatu
Cerpen
Pietist
Galang Gelar Taqwa
Cerpen
Bronze
Kontrakan Sakinah
Tini Ubadipura
Cerpen
Bronze
Rantai yang Lebih Bermoral
Bang Jay
Cerpen
Basa Basi Bisa
Zakiyatus Solihah
Cerpen
Kalung Ini Ruby Pinjam
Rizky Siregar
Cerpen
Bronze
Sarah Choice
wia ukhrowia
Cerpen
Bronze
Lurik
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Setelah Malin Menjadi Batu: Doa Uni Salamah
Jasma Ryadi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Kisah Kasih di Lapak Ayam Potong
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Rantai yang Lebih Bermoral
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Dibalik Gemerlapnya Lampu Konser_ Cinta Masa Lalu
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Canda berujung petaka. Malam jum'at kliwon
Bang Jay
Novel
Bronze
Sebuah Perjalanan : Antara Hobi dan Cinta yang Semu
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Manusia Robot: Dibalik Topeng Persahabatan
Bang Jay
Novel
Bronze
Dari Kuli turun ke Hati
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Di Atas Reruntuhan yang Membangun Dunia
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Gembel di Tanah Asing
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Titik Nol Orde Baru : evolusi kucing penjaga lapak
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Kenakalan Masa Remaja
Bang Jay
Cerpen
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Misteri Raja Ampat
Bang Jay
Novel
Bronze
Saldo Kilat dan Harga Diri
Bang Jay