Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
0
Suka
702
Dibaca

Prolog

Di antara ladang jagung yang menguning, ketika senja perlahan menelan cahaya dan langit berubah jingga keabu-abuan, aku berdiri dalam sunyi yang ganjil. Angin berdesir pelan, membawa aroma tanah dan dedaunan kering. Di sanalah aku melihatnya, sesuatu yang seharusnya membuat langkahku mundur, nafasku tercekat, dan jantungku berpacu oleh rasa takut.

Namun anehnya, ia justru mendekat.Bukan dengan ancaman, melainkan dengan ketenangan yang tidak ku mengerti.Tangannya meraih tanganku, hangat, seolah itu nyata. Dan dalam genggaman itu, aku tak menemukan teror, hanya sebuah bisikan tanpa suara, seolah berkata jangan lari.

Jalan yang Biasa, Hari yang Tak Biasa

Pagi itu datang dengan wajah yang ramah. Langit cerah tanpa tanda-tanda hujan, seolah dunia sedang berbaik hati pada siapa pun yang melangkah keluar rumah. Roni menjalani paginya seperti biasa, bangun, membersihkan diri, lalu menyiapkan sarapan seadanya sebelum bersiap berangkat kerja.

Ia hidup sendiri di rumah peninggalan orang tuanya. Ibunya telah lama meninggal, sementara ayahnya kini menjalani hidup baru bersama istri keduanya. Rumah itu pun menjadi saksi bisu hari-hari Roni yang berjalan sunyi namun tertib, seolah tak ingin mengganggu siapa pun.

Setelah memastikan semuanya terkunci rapi, Roni menghidupkan motor maticnya dan melaju menuju tempat kerja. Angin pagi menyapa wajahnya, tapi pikirannya melayang jauh. Ia memikirkan hidupnya, tentang usia yang tak lagi muda, tentang pekerjaan yang dijalani tanpa banyak pilihan, dan tentang masa depan yang terasa buram. Di ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
Bang Jay
Cerpen
Penenun Pelangi
Rafael Yanuar
Cerpen
Bronze
Sabar Kurang Sabar
Titin Widyawati
Cerpen
Sebuah Pekerjaan
Faristama Aldrich
Cerpen
Bronze
Cowok cafe sebelah
Fitriani
Cerpen
Tersesat di Utara
Gelato Cookies
Cerpen
Bronze
Setelah Malin Menjadi Batu: Doa Uni Salamah
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Nasihat Kakek Bisma
Anggrek Handayani
Cerpen
Satu Hari di 2010
Keita Puspa
Cerpen
Maghdiraghar Nyurathala
JWT Kingdom
Cerpen
Bronze
Di Bawah Tebing Terjal Pemanjatan
Ismail Ari
Cerpen
99.99% Headshot
Veron Fang
Cerpen
Bronze
Hujan di Ujung Rindu
valencia jeveline
Cerpen
Rumah ke Rumah
Esde Em
Cerpen
Aroma Kayu
m aziz khulaimi hasni
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Antara Adab dan Persahabatan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Goyah
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Tentang Cinta
Bang Jay
Cerpen
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
Bang Jay
Novel
Bronze
Dari Kuli turun ke Hati
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Rantai yang Lebih Bermoral
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Canda berujung petaka. Malam jum'at kliwon
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Antara Gurami Bakar dan Kerangka Terios
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Manusia Robot: Dibalik Topeng Persahabatan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Ketika Makhluk Ruang Angkasa Mengirim Mata-mata
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Kenakalan Masa Remaja
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Bakso dan Basa-basi: juru cuci mangkuk yang mendadak panik
Bang Jay
Cerpen
Mancing gaya. Ikan Raya
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Gembel di Tanah Asing
Bang Jay