Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
GEMA HATI SANG IBU KEDUA
1
Suka
3,390
Dibaca

Senja merangkak pelan di langit Jakarta, memulas cakrawala dengan gradasi jingga yang muram. Di sebuah apartemen studio yang sempit, Anya menatap kanvas di hadapannya. Jemarinya yang ramping, biasanya lincah menari di atas tablet grafis, kini terasa kaku, dingin. Udara pengap terasa menekan, seolah ikut menanggung beban utang yang melilitnya. Tiga bulan terakhir adalah neraka finansial; tagihan menumpuk, sewa apartemen jatuh tempo, dan proyek-proyek yang ia harapkan tak kunjung tiba. Ia seorang seniman grafis berbakat, namun bakat saja tak cukup memberi makan di kota metropolitan yang kejam ini.

Sebuah notifikasi di ponselnya memecah kesunyian, Alda. Kakak perempuannya. Alda adalah kebalikan dari dirinya: sukses, kaya raya, dan selalu tampak sempurna. Mereka berbagi darah, namun seolah hidup di dua dimensi berbeda. Anya menggeser layar, kerutan di dahinya kian dalam.

“Halo, Kak,” sapa Anya, suaranya sedikit serak.

“Anya, bisakah kau datang ke rumah sekarang? Ada yang perlu kita bicarakan. Penting sekali,” suara Alda terdengar tegang, tidak seperti biasanya yang santai dan penuh percaya diri.

Hati Anya berdebar. Biasanya, panggilan Alda berarti makan malam mewah atau titipan untuk melukis potret keluarga. "Sekarang, Kak? Ada apa?"

"Pokoknya datang saja. Aku akan mengirim supir untuk menjemputmu." Alda tidak memberi kesempatan Anya untuk menolak.

Dal...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
GEMA HATI SANG IBU KEDUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Prajurit Cahaya
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Anak Haram?
Rian Nugraha
Cerpen
Bronze
Salah Jalan
Fitri Yeni Musollini
Cerpen
Idjah
Rahma Roshadi
Cerpen
PEDAGOGI
Billy Yapananda Samudra
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh Part-3
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Elysera Surga yang Terkurung
go han
Cerpen
Bronze
Tetangga Depan Rumah
ken fauzy
Cerpen
Dendam Sofia
hyu
Cerpen
Bronze
Empiris Dihadapan Sang Raja Fana
Iman Ali Janovit
Cerpen
Hal-Hal yang Tidak Pernah Kupelajari dari Ibu
Tresnaning Diah
Cerpen
Bronze
Peluh Demi Cita
Senya
Cerpen
Bronze
Bukan Tentang Nominal
Alifa abda khlq
Cerpen
Bronze
NAMA BAYIKU CORDELIA
Shinta Larasati Hardjono
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
GEMA HATI SANG IBU KEDUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
TERTAWAN SANG KETOS
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
BERKHIANAT DEMI SI BULE
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PELANGI USAI BADAI
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Lukisan Luka Ciwidey
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
ANTARA ANDIKA, ANNISA DAN AMALIA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PATAH HATI DI UJUNG ADAT
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PAHIT GETIR CINTA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
GADIS TOMBOY TER DE BEST
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
KASIH TERPAUT DI DERMAGA CINTA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RANTAU RAMADHAN PERTAMA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PAPA UNTUK SONI DAN RANIA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RESEP KEDUA AYU
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RAHIM TERLARANG
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
BERLIAN YANG TERCAMPAK
ari prasetyaningrum