Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Gaji Seharga Dignitas
0
Suka
7,852
Dibaca

Aku kira, gaji adalah jawaban dari semua kekhawatiran hidup. Kupikir, selama uang masuk tiap bulan, tak ada yang perlu ditakutkan. Tapi ternyata… gaji cuma numpang lewat. Masuk jam sembilan pagi, habis di jam sepuluh.

Dan sisa hariku tinggal degup jantung yang tak pernah tenang.

Sudah satu tahun ini aku hidup dalam lingkaran yang sama: menghindari telepon, menunda buka WhatsApp, dan menelan ludah setiap kali melihat motor berhenti di depan kosanku. Jangan-jangan… penagih.

Namaku Nura. Usia tiga puluh tiga. Single. Tidak punya anak, tapi rasanya punya lima tanggungan: satu untuk utang A, satu untuk utang B, sisanya untuk bunga-bunga yang tak ada baunya.

Dulu, saat pinjaman pertama masuk ke rekeningku, aku tersenyum lebar. Aku ingat persis, aku langsung checkout sepatu boots dan facial mahal. Lalu makan siang di restoran Jepang yang cuma berani kulihat dari luar.

Kupikir aku pantas memanjakan diri setelah bertahun-tahun hidup hemat.

Kupikir, “Tenang aja, Nura. Lo kerja, lo bisa lunasin kok.”

Kukira aku hebat. Padahal aku bodoh.

Sangat bodoh.

***

Hari ini, saldo rekeningku tinggal empat ribu dua ratus. Aku mengingat-ingat, apakah aku masih punya mi instan atau tidak.

Aku lapar. Tapi rasa takutku jauh lebih besar dari rasa laparku.

Teleponku bergetar. Lagi. ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Gaji Seharga Dignitas
LettersByIn
Cerpen
Bronze
Simfoni Karat dan Senar Putus
Ezra Jo
Cerpen
Catatan Masa Percobaan
RA Senja
Cerpen
Bronze
Mendadak Jadi Pelajar Sekolah Dasar
Nuel Lubis
Cerpen
Perempuan dari Masa Depan & Masa Lalu
Hans Wysiwyg
Cerpen
KALAU ADA YANG SULIT, KENAPA HARUS DIPERMUDAH?
Yunia Susanti
Cerpen
Bronze
Belalang dan Ramalan yang Tak Selesai
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Negeri Seribu Bukit
Daud Farma
Cerpen
Main Petak Umpet
Titin Widyawati
Cerpen
Bola-Bola Ibu dan Panggung yang Tak Pernah Tutup
Nur Khalifahtul jannah
Cerpen
Bronze
Anto dan Sebatang Rokok
Jasma Ryadi
Cerpen
Hampa
Arkina Melantri
Cerpen
Mekarnya Mahkota Anggrek Larat
Angelica Eleyda Hitjahubessy
Cerpen
Pengantar Maut
zain zuha
Cerpen
Bronze
Lentera Pecah
Alya Nazira
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Gaji Seharga Dignitas
LettersByIn