Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
GAGAK DAN KUTUK
0
Suka
5,834
Dibaca

Aku menolak percaya pada mitos usang yang menyebutkan bahwa kehadiran gagak adalah pertanda maut. Namun, kenyataan akhir-akhir ini mulai menguji keyakinanku.

Dua hari yang lalu, Cokelat, kucing tua betina yang telah menjadi anggota keluarga selama bertahun-tahun, ditemukan tak bernyawa di sudut teras. Tubuhnya kaku, matanya kosong menatap ke langit-langit yang tak bersuara. Di hari kematiannya, suara pekikan nyaring gagak menggema di atas atap. Empat, mungkin lima ekor, saling bersahutan dengan irama seolah sedang mengumandangkan duka. Mereka terbang rendah mengitari rumah, berputar seperti dalam ritual gelap yang hanya dimengerti oleh makhluk-makhluk malam.

Tepat hari ini, anak-anak ayam peliharaan kami ditemukan mati mengenaskan di kandang belakang. Tubuh-tubuh kecil mereka tercabik, sebagian sudah tidak utuh. Daging mereka tampaknya telah menjadi jamuan makhluk-makhluk bersayap hitam itu.

Dan hanya dua minggu telah berlalu sejak kami pindah ke rumah ini.

Rumah warisan dari mendiang kakek, yang dituliskan dalam surat wasiatnya sebagai hak mutlak ayah—ayah yang kini telah tiada. Warisan yang tak diharapkan, dan ternyata tidak diterima dengan lapang oleh keluarga besar kami.

Sebulan setelah kematian kakek, aku, ibu, dan adikku Aldi dipanggil untuk menghadiri pembacaan wasiat. Ketika kami tiba di rumah tua itu, ruang tamu telah dipenuhi oleh sanak saudara. Mereka menatap kami dengan dingin, tatapan yang seperti ingin menelanjangi niat kami yang bahkan belum terucap. Ada kebencian yang membatu di sana, tertanam dalam sunyi.

Wasiat dibacakan perlahan, setiap katanya seolah menggores udara yang sudah berat oleh ketegangan. Ketika isi wasiat menyebutkan bahwa rumah besar ini diberikan kepada ayah kami, suasana mendadak membara. Protes dan cem...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
GAGAK DAN KUTUK
Bungaran gabriel
Cerpen
Bronze
Jejak Terakhir di Hutan Mutiara
Ridwan Albakri
Flash
Kursi Kosong di Sebelahku
Listian Nova
Cerpen
Bronze
Kaca Retak
Christian Shonda Benyamin
Novel
Siapakah Pembunuhnya?
Faizal Ablansah Anandita, dr
Novel
Dear David
Lestari Pria Astuti
Novel
Bronze
RUWAT ~Novel~
Herman Siem
Flash
Bronze
Malam Jumat
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
GHOST
HERLIYAN BERCO
Novel
Bulan Madu yang Tertunda
Innuri Sulamono
Novel
Gold
The Haunting of Hill House
Mizan Publishing
Flash
Aroma Pukul Tiga Pagi
Jasma Ryadi
Novel
PESANTREN KILAT
Hesti Ary Windiastuti
Novel
Gold
Fantasteen Scary: Noroi
Mizan Publishing
Flash
Permainan
Dark Specialist
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
GAGAK DAN KUTUK
Bungaran gabriel
Flash
Ayam kampus
Bungaran gabriel
Flash
Bronze
Lapar
Bungaran gabriel
Novel
Bronze
Sekolah petarung
Bungaran gabriel
Flash
Bronze
Hujan
Bungaran gabriel
Novel
Loja
Bungaran gabriel
Flash
Bronze
Salam untuk Ikhlas
Bungaran gabriel
Flash
Bronze
Hei bro!
Bungaran gabriel
Flash
Bronze
Badut ulang tahun
Bungaran gabriel
Flash
Bronze
Hadiah
Bungaran gabriel
Flash
Teman baik
Bungaran gabriel
Novel
Bronze
Tanah orang hilang
Bungaran gabriel
Flash
Uang berdarah
Bungaran gabriel
Flash
Bronze
Superhero Baru
Bungaran gabriel
Flash
This valentine
Bungaran gabriel