Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
GADIS TALANG AKAR
0
Suka
854
Dibaca

GADIS TALANG AKAR

Cinta yang Tumbuh Sebelum Sempat Berakar

Namaku Ghalib.

Aku seorang CEO muda yang bergerak di bidang usaha teknologi komunikasi. Kantorku berdiri di salah satu gedung pencakar langit di Jakarta, dengan pemandangan jalan raya yang tak pernah benar-benar tidur. Setiap hari, aku dikelilingi rapat, laporan keuangan, proyek jaringan komunikasi, dan orang-orang yang berbicara tentang keuntungan.

Hidupku terlihat sempurna.

Usia masih muda, perusahaan berkembang pesat, rumah nyaman, kendaraan mewah, dan seorang asisten pribadi bernama Afnan yang selalu siap mengatur segala keperluanku.

Namun, di balik semua itu, ada satu hal yang tidak pernah kumiliki.

Ketenangan.

Sampai suatu pagi, ayahku, Haji Mahmud, memintaku melakukan sesuatu yang sama sekali tidak pernah masuk dalam rencana hidupku.

“Ghalib,” katanya melalui telepon, “Ayah ingin kamu pergi ke Talang Akar.”

“Talang Akar?” Aku mengernyitkan dahi. “Untuk apa, Yah?”

“Untuk mengurus makam kakek buyutmu.”

Aku terdiam.

Kakek buyutku telah lama meninggal. Aku bahkan hampir tidak memiliki kenangan tentang beliau. Yang kuketahui hanyalah namanya sering disebut dalam doa ayah dan keluarga besar.

“Ayah ingin makam beliau dipugar,” lanjut ayah. “Sudah lama tidak diperbaiki. Batu nisannya mulai rusak, pagar makamnya juga sudah lapuk.”

“Ayah bisa meminta orang lain mengurusnya.”

“Bisa,” jawab ayah tenang. “Tapi Ayah ingin kamu sendiri yang datang.”

Aku menghela napas.

“Yah, aku sedang banyak pekerjaan.”

“Pekerjaanmu tidak akan habis, Ghalib. Tapi kesempatan berziarah dan mengenal asal-usul keluargamu belum tentu datang dua kali.”

Kata-kata itu membuatku diam.

Ayah jarang memintaku melakukan sesuatu untuk kepentingan pribadi. Selama ini, beliau selalu mendukung pekerjaanku. Maka ketika kali ini beliau meminta dengan sungguh-sungguh, aku tidak sanggup menolaknya.

“Baiklah,” kataku akhirnya. “Aku akan pergi.”

“Bawa Afnan jika perlu. Hubungi Haji Faris Ramadhan ketika sudah sampai. Beliau akan membantumu di sana.”

“Siapa Haji Faris?”

“Orang baik di Talang Akar. ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Cerpen
Bronze
GADIS TALANG AKAR
Amrullah Ibrahim
Novel
The Married
Halimatus Sa'diyah
Novel
Ben & Cori
Steffi Adelin
Novel
Bronze
SINYO MARCO
Gie_aja
Flash
Bronze
Manusia Yang Kupanggil Priaku
lidia afrianti
Novel
Bronze
Sialan lu Med!!
Firmansyah Slamet
Novel
Bronze
EAGLE EYES
SOS (Share Our Story)
Novel
Anantara Rasa
JAI
Novel
When Life Must Go On
Adrikni LR
Cerpen
Bronze
Pangeran Laut
Nabilla Shafira
Novel
Gold
The Coldest Boyfriend
Coconut Books
Novel
When I Meet You Again
Lirin Kartini
Novel
RATU SEJAGAT
Bintang Maharani Rahmania Putri
Novel
Catatan Senja
Denesa Ekalista
Novel
Bronze
Sepasang Mata Bola (Bukan Lagu Walo Banyak Nyanyinya)
Aneidda
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
GADIS TALANG AKAR
Amrullah Ibrahim
Novel
6 PEMBUKA MASALAH
Amrullah Ibrahim
Novel
Misteri Malam Jum'at Kliwon
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Pernikahan via Perjodohan
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Lentera di Sudut Hati
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Pulang Menuju Pelukan
Amrullah Ibrahim
Novel
Pesantren dan Pelangi Hati
Amrullah Ibrahim
Novel
Titik Temu
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Kidung Rembulan di L
Amrullah Ibrahim
Novel
Mahkota Yang Terabaikan
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Gerbang Pintu Jati Purba
Amrullah Ibrahim
Novel
Cinta di Ufuk Khatulistiwa
Amrullah Ibrahim
Novel
GUNTARA, Fajar di Puncak Hening
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
KEMELUT TERATAI KEMBAR
Amrullah Ibrahim
Novel
Mahligai Suci Karena Ilahi
Amrullah Ibrahim