Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
GADIS TALANG AKAR
0
Suka
90
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

GADIS TALANG AKAR

Cinta yang Tumbuh Sebelum Sempat Berakar

Namaku Ghalib.

Aku seorang CEO muda yang bergerak di bidang usaha teknologi komunikasi. Kantorku berdiri di salah satu gedung pencakar langit di Jakarta, dengan pemandangan jalan raya yang tak pernah benar-benar tidur. Setiap hari, aku dikelilingi rapat, laporan keuangan, proyek jaringan komunikasi, dan orang-orang yang berbicara tentang keuntungan.

Hidupku terlihat sempurna.

Usia masih muda, perusahaan berkembang pesat, rumah nyaman, kendaraan mewah, dan seorang asisten pribadi bernama Afnan yang selalu siap mengatur segala keperluanku.

Namun, di balik semua itu, ada satu hal yang tidak pernah kumiliki.

Ketenangan.

Sampai suatu pagi, ayahku, Haji Mahmud, memintaku melakukan sesuatu yang sama sekali tidak pernah masuk dalam rencana hidupku.

“Ghalib,” katanya melalui telepon, “Ayah ingin kamu pergi ke Talang Akar.”

“Talang Akar?” Aku mengernyitkan dahi. “Untuk apa, Yah?”

“Untuk mengurus makam kakek buyutmu.”

Aku terdiam.

Kakek buyutku telah lama meninggal. Aku bahkan hampir tidak memiliki kenangan tentang beliau. Yang kuketahui hanyalah namanya sering disebut dalam doa ayah dan keluarga besar.

“Ayah ingin makam beliau dipugar,” lanjut ayah. “Sudah lama tidak diperbaiki. Batu nisannya mulai rusak, pagar makamnya juga sudah lapuk.”

“Ayah bisa meminta orang lain mengurusnya.”

“Bisa,” jawab ayah tenang. “Tapi Ayah ingin kamu sendiri yang datang.”

Aku menghela napas.

“Yah, aku sedang banyak pekerjaan.”

“Pekerjaanmu tidak akan habis, Ghalib. Tapi kesempatan berziarah dan mengenal asal-usul keluargamu belum tentu datang dua kali.”

Kata-kata itu membuatku diam.

Ayah jarang memintaku melakukan sesuatu untuk kepentingan pribadi. Selama ini, beliau selalu mendukung pekerjaanku. Maka ketika kali ini beliau meminta dengan sungguh-sungguh, aku tidak sanggup menolaknya.

“Baiklah,” kataku akhirnya. “Aku akan pergi.”

“Bawa Afnan jika perlu. Hubungi Haji Faris Ramadhan ketika sudah sampai. Beliau akan membantumu di sana.”

“Siapa Haji Faris?”

“Orang baik di Talang Akar. ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Cerpen
Bronze
GADIS TALANG AKAR
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
DID (Dissosiative Identity Disorder): Mengejar Jiwamu hingga Napas Terakhir
Riskaninda Maharani
Novel
Klik "yes"
Sarniati witana
Cerpen
Bronze
Kisah kasih disekolah
Corelitho
Novel
ARDARA ( REVISI )
Regita R.A.
Novel
SEBENING SENJA
Tia Dia
Novel
Gold
Gadis Pramugari
Falcon Publishing
Flash
Izinkan Aku Untuk Menjamah Hatimu
pelantunkata
Cerpen
Bronze
Strange Thoughts
lidia afrianti
Novel
Bronze
Sebuah Pengorbanan Sederhana
Yalie Airy
Flash
Orang yang Selalu Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Novel
Merengkuh bulan
najwa hanan
Skrip Film
Ini Hatiku
Tommy
Cerpen
Introvert me
Taufik reja waluya
Novel
GENG MOTOR VS ANAK KEBANGGAAN BIMASAKTI
Wiza chaisarin
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
GADIS TALANG AKAR
Amrullah Ibrahim
Novel
Denyut Nadi di Rumah Kita
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Baiti Jannati
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Ketika Cinta
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
KEMELUT TERATAI KEMBAR
Amrullah Ibrahim
Novel
Titik Temu
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Sang Kembang Desa
Amrullah Ibrahim
Novel
Keringat, Lelah, dan Tekad Membara
Amrullah Ibrahim
Novel
Milikku Seorang
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
LILLAH
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Bisik Senja di Ruang Kerja
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Jejak Cinta, Terukir Kembali
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 9: TERATAI SAKTI DARI SAMUDRA SELATAN
Amrullah Ibrahim
Novel
Pulang ke Pelukan Desa
Amrullah Ibrahim
Novel
Tit Tak Sempurna
Amrullah Ibrahim