Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
GADIS TALANG AKAR
0
Suka
2
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

GADIS TALANG AKAR

Cinta yang Tumbuh Sebelum Sempat Berakar

Namaku Ghalib.

Aku seorang CEO muda yang bergerak di bidang usaha teknologi komunikasi. Kantorku berdiri di salah satu gedung pencakar langit di Jakarta, dengan pemandangan jalan raya yang tak pernah benar-benar tidur. Setiap hari, aku dikelilingi rapat, laporan keuangan, proyek jaringan komunikasi, dan orang-orang yang berbicara tentang keuntungan.

Hidupku terlihat sempurna.

Usia masih muda, perusahaan berkembang pesat, rumah nyaman, kendaraan mewah, dan seorang asisten pribadi bernama Afnan yang selalu siap mengatur segala keperluanku.

Namun, di balik semua itu, ada satu hal yang tidak pernah kumiliki.

Ketenangan.

Sampai suatu pagi, ayahku, Haji Mahmud, memintaku melakukan sesuatu yang sama sekali tidak pernah masuk dalam rencana hidupku.

“Ghalib,” katanya melalui telepon, “Ayah ingin kamu pergi ke Talang Akar.”

“Talang Akar?” Aku mengernyitkan dahi. “Untuk apa, Yah?”

“Untuk mengurus makam kakek buyutmu.”

Aku terdiam.

Kakek buyutku telah lama meninggal. Aku bahkan hampir tidak memiliki kenangan tentang beliau. Yang kuketahui hanyalah namanya sering disebut dalam doa ayah dan keluarga besar.

“Ayah ingin makam beliau dipugar,” lanjut ayah. “Sudah lama tidak diperbaiki. Batu nisannya mulai rusak, pagar makamnya juga sudah lapuk.”

“Ayah bisa meminta orang lain mengurusnya.”

“Bisa,” jawab ayah tenang. “Tapi Ayah ingin kamu sendiri yang datang.”

Aku menghela napas.

“Yah, aku sedang banyak pekerjaan.”

“Pekerjaanmu tidak akan habis, Ghalib. Tapi kesempatan berziarah dan mengenal asal-usul keluargamu belum tentu datang dua kali.”

Kata-kata itu membuatku diam.

Ayah jarang memintaku melakukan sesuatu untuk kepentingan pribadi. Selama ini, beliau selalu mendukung pekerjaanku. Maka ketika kali ini beliau meminta dengan sungguh-sungguh, aku tidak sanggup menolaknya.

“Baiklah,” kataku akhirnya. “Aku akan pergi.”

“Bawa Afnan jika perlu. Hubungi Haji Faris Ramadhan ketika sudah sampai. Beliau akan membantumu di sana.”

“Siapa Haji Faris?”

“Orang baik di Talang Akar. ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
True Love
salisa
Cerpen
Bronze
GADIS TALANG AKAR
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bandung & Kalingga
Naila Etrafa
Novel
Forelsket
Syafa Azzahra
Novel
Kuas Lukis
Ghea Derbie
Cerpen
Keabadian yang Kau Inginkan
Faristama Aldrich
Cerpen
Bronze
Sungai Perak Di Langit
Shinta Larasati Hardjono
Novel
Bronze
I AM YOUR HERO
mahes.varaa
Cerpen
Masculine Woman
Noer Eka
Cerpen
Bronze
CHANGES
Intan Purnama
Cerpen
Bronze
Sutinah Sang Penghibur Malam
Priyo Setioko
Novel
Bronze
DEOLLA
Stief.AN Ran
Cerpen
Bronze
Kafe Bunga Jam 8 Malam
Shinta Larasati Hardjono
Novel
Bronze
Playgirl Limited Edition
Selvi Nofitasari
Novel
A Collection of Love Short Stories
Jean Aira
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
GADIS TALANG AKAR
Amrullah Ibrahim
Novel
Mahligai Suci Karena Ilahi
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
DEGUP DI ANTARA DUA KOTA
Amrullah Ibrahim
Flash
Sentuhan di Mushola Teluk Betung
Amrullah Ibrahim
Novel
Milikku Seorang
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
KENANGAN INDAH SEMASA SMA
Amrullah Ibrahim
Flash
Jingga di Langit Senja
Amrullah Ibrahim
Flash
Pelempar Pasir Misterius di Sungai Lubai
Amrullah Ibrahim
Novel
Pengembaraan Cinta Sang Pendekar Langit
Amrullah Ibrahim
Novel
KEMELUT TERATAI KEMBAR
Amrullah Ibrahim
Novel
Pulang Menuju Pelukan
Amrullah Ibrahim
Novel
Sang Kembang Desa
Amrullah Ibrahim
Novel
Senandung Rindu yang Mencair
Amrullah Ibrahim
Novel
Menggapai Ridho-Nya Melalui Ta'aruf
Amrullah Ibrahim
Novel
Menakar Waktu dalam Ridha-Nya
Amrullah Ibrahim