Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Bau tanah basah mengiringiku selama berjalan ke dalam kelas. Tak ada yang menyadari bahwa gadis itu—Nara selalu ada sebelum kelas dimulai, itu cukup membuat namanya melekat di kepalaku. Hari ini kelas tetap berjalan seperti biasa, walau hujan terus mengguyur Hangzhou[1] sejak beberapa hari terakhir.
Saat pantulan matahari terbias melalui sela-sela jendela dan semua mahasiswa sudah berada di kelas, dosen mulai memanggil nama kami satu per satu.
”Chen yu.” ”Dào[2]”
”Xu zhi” ”Dào”
”Nara”
Sebuah nama asing di telinga kami, membuat pandanganku tertuju padanya. Ada jeda singkat sebelum ia menyahut, pelan dan ragu.
”Dào,” jawab Nara dengan aksen yang tak sepenuhnya menyatu.
Saat melihatnya begitu lama, aku sadar bahwa gadis itu tidak banyak berinteraksi. Ia seperti memasang dinding tinggi dan melepaskan aura misterius yang membuat teman-teman lain enggan mendekatinya. Aku tidak mengerti apa yang membuatnya begitu menjaga jarak, namun yang bisa kuperkirakan adalah ia tampak seperti menahan sesuatu.
”Hei, hei, Xu an.” aku mendengar Chen yu memanggilku. Tanpa menoleh, ku sandarkan punggung lalu mendengarkan ucapannya.
”Dari tadi ku lihat pandanganmu ke Nara terus, ada apa nih?” bisiknya. Mendengar pertanyaan Chen yu, aku berpikir sejenak.
“Aku juga tidak tahu.” jawabku singkat sembari melanjutkan tulisanku. Aku tidak bisa menemuk...