Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
༺♡༻
1. Pertemuan di Kota Para Wali
Namaku Fathan Al Lubay. Aku seorang pemuda yang sejak lama menyimpan kecintaan terhadap wisata religi. Bagiku, perjalanan bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ada ketenangan yang sulit dijelaskan ketika kaki melangkah menuju makam para wali, ketika doa-doa dilantunkan di antara lantunan selawat, dan ketika hati diingatkan kembali bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan.
Pagi itu, aku mengikuti rombongan wisata ziarah ke makam para wali di Jawa. Bus yang kami tumpangi bergerak meninggalkan Jakarta, membawa puluhan peziarah dengan tujuan beberapa kota yang memiliki jejak sejarah Islam. Ada yang membawa tasbih, ada yang sibuk membaca Al-Qur'an, dan ada pula yang mengobrol tentang keluarga serta kehidupan masing-masing.
Aku duduk di dekat jendela. Sesekali mataku memandang hamparan sawah, rumah-rumah penduduk, dan jalanan yang perlahan berubah menjadi pemandangan khas Jawa Tengah.
Perjalanan itu terasa biasa saja, sampai akhirnya kami tiba di Kudus.
Kota yang dikenal dengan jejak dakwah Sunan Kudus itu menyambut kami dengan udara pagi yang hangat. Menara Kudus berdiri kokoh, seolah menjadi saksi perjalanan panjang Islam di tanah Jawa. Di sekitar kompleks makam, para peziarah berjalan dengan tertib. Sebagian menundukkan kepala, sebagian melantunkan selawat, dan sebagian lagi mengangkat tangan dalam doa.
Aku turun dari bus bersama rombongan.
Saat itulah aku melihatnya.
Seorang gadis berdiri tidak jauh dari pintu masuk kompleks makam. Ia mengenakan kerudung berwarna kuning lembut yang membingkai wajahnya dengan begitu anggun. Baju panjang dari sutera hijau mewah membalut tubuhnya dengan sopan, memancarkan kesan elegan tanpa kehilangan kese...