Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
GADIS
0
Suka
4,357
Dibaca

Kakiku berjalan di depan gedung tua belakang sekolah, gedung tua yang memiliki banyak cerita misteri tiap tahun. Ada yang bilang katanya gedung bekas hospital, kuburan dan sebagainya. Lucu sekali bila mendengar cerita itu ketika berkumpul dengan teman lainnya. Dan segampang itu kita percaya cerita mereka. Namanya masih kecil dan labil untuk hal begituan dan gampang percaya akan setiap cerita yang ga masuk di akal.

Gedung ini tidak terlalu tua, setahuku umurnya sekita 3 abad lamanya. Ga begitu tua menurutku walaupun sudah ada yang rusak, retak dan gampang masuknya air ketika hujan. Tempat yang lembap juga membuatku sedikit merinding tapi entah kenapa aku ingin masuk ke tempat ini. Hanya berisikan kursi dan beberapa meja yang sudah rusak. Memang ini sempat dijadikan gudang untuk penyimpanan sebelumnya sehingga banyak perabot yang tidak dibutuhkan di sini.

"Lu yakin masuk sini? Kenapa coy? Lu ga takut apa?" ujar seseorang wanita di belakangku yang sering ku panggil Feni dan di sampingnya Rita.

"Iyah anjir, kita renuian di lapangan. Lo malah ajak kita ke sini, ga ada ngotaknya lo," sambung Rita yang memang dikenal penakut di antara kami.

"Bagaimana keadaan Pak Adit?" tanya ku tiba ketika kami sampai di tengah gudang sambil menunduk.

"Pak Adit? Pak Adit yang mana? Yang guru matematika kita atau yang satpam?" tanya Rita dan diangguk oleh Feni.

"Yang satpam," jawabku dan masih tetap sama di posisi.

"Oalah, gue dengar sih udah mau meninggal," ceplos Feni dan dipukul di bahu oleh Rita.

"Hus, jaga omongan mu ini kita berada di tempat yang seram tau," marah Rita dan dibalas erengan Feni.

"Beneran loh, katanya para guru Pak Adit satpam itu sakit. Masuk rumah sakit tau, lu ga tau yah ceritanya?" tanya Feni.

"Cerita apa?" tanyaku balik yang penasaran.

"Gini yah, gue denger dua tahun setelah kita lulus Pak Adit tiba-tiba stroke dan masuk rumah sakit. Waktu itu ga terlalu sih, masih bisa pulang dan berjalan. Stroke-nya biasa gitu loh, jadi dia ga jadi satpam karena udah ga bisa lari kalau ada apa-apa kan di sekolah ini. Beberapa bulan kemudian, gue denger kalau istrinya main sama bosnya. Kalian tau kan, istrinya pak Adit itu kerjanya lumayan tinggi, jadi sekertaris di sebuah perusahaan. Gue dengarnya, istrinya selingkuh bahkan sempat hamil anak bosnya tapi di aborsi," cerita Feni dan bah...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp4.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
My Stupidity
Fielsya
Cerpen
Bronze
GADIS
Dingu
Novel
Gold
Arah Musim
Bentang Pustaka
Novel
Mbah
Nanas Nanas 🍎
Cerpen
SOP AYAM AYAH
Ani Hamida
Novel
Gitar Renno
Dadar Fitrianj
Novel
Bronze
Space
icitbilala
Novel
Your Stupid Girls
Gracia Wee
Novel
Bronze
Hard for Me
Alifia Sastia
Novel
Gold
The Dearest
Mizan Publishing
Skrip Film
Anoksia
Alfian N. Budiarto
Flash
Bronze
KISAH CINTAKU
Yattis Ai
Flash
Bronze
Cinta yang Tak Mungkin Bersatu
Sulistiyo Suparno
Flash
Petualangan Maradona
Sulistiyo Suparno
Skrip Film
Jika Mentari Tak Kembali
Ananda Galih Katresna
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
GADIS
Dingu
Cerpen
Bronze
Lelaki Tua
Dingu
Cerpen
Bronze
Kisah Ibu
Dingu
Cerpen
Bronze
Cinta Ayah
Dingu
Cerpen
Bronze
Aku iri padamu
Dingu
Cerpen
Bronze
Kenapa Dia Ayahku?
Dingu
Cerpen
Bronze
Bintang
Dingu
Cerpen
Bronze
Andai Waktu Bisa diulangi Kembali
Dingu