Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Escape From The Blizzard
0
Suka
177
Dibaca


Permukaan air yang tenang, mendadak berkecipak. Membuat Katya yang tenggelam dalam lamunan, terlonjak. Buru-buru disusutnya sudut matanya yang basah dan menyambar kamera. Dengan jantung berdegup kencang, Katya membidik gelombang air yang makin membesar di permukaan danau.

Bersiap....

Tapi… sampai sekian menit kemudian, tak ada sesuatu pun yang terjadi. Loch Ness tetap muram dan sedikit berkabut. Tak ada sosok mengerikan berwujud naga prasejarah yang muncul dari dasar danau.

Dengan dada berdebar was-was, Katya mengawasi Loch Ness hingga ke tengah danau. Tapi lagi-lagi, hanya kesunyian yang tertangkap matanya menyelimuti tempat itu.

Mendadak, suara tawa yang menyebalkan memecah keheningan. Katya terkejut. Langsung menoleh dan segera saja sadar apa yang sebenarnya terjadi. Dia berbalik dengan marah.

“Brengsek, Dave! Sekali lagi begitu, aku ceburin kamu ke Loch Ness saat itu juga!” umpat Katya jengkel. “Nessie pasti gembira bisa dapat santapan lezat hari ini.”

Lagi-lagi cowok itu terbahak, seraya keluar dari persembunyiannya di rerimbunan semak, di belakang Katya. Beberapa batu kerikil dalam tangannya dipermainkannya lempar-tangkap. Dia menyeringai pada gadis yang tengah menatapnya berapi-api itu.

Katya melengos.

Poor, Kate.” Dihempaskannya tubuh di samping gadis itu. “Sayang sekali, Nessie gak sebego itu, dia tau bisa sakit perut kalo nekad makan aku.” David meringis. “Lagian apa iya, monster itu suka makan orang??”

 “Mau cobaa??!!”

Katya membuat gerakan seperti akan mendorong cowok itu ke danau. David mengelak sambil ketawa. Katya makin kesal. Menekuk mukanya dan memandang lurus, menolak menatap cowok di sampingnya. David meliriknya, lalu menghela napas.

 “Don’t be angry, Kate. Dengar... sudah sekian abad, bahkan sampai hari ini, keberadaan Nessie masih teka-teki. Nggak ada yang bisa benar-benar memastikan kalau makhluk prasejarah itu benar-benar nyata. It’s a folk, Babe.” 

“565 masehi, St.Columba,” cetus Katya seperti mengingatkan David. “Pendeta bukan tukang bohong, kan?” 

“Ah, catatan biografi pendeta St.Columba yang ditulis St. Adamnan; St.Columba memergoki seekor binatang raksasa mengganggu seorang muridnya yang sedang berperahu di Loch Ness dan menyuruh makhluk itu pergi dan tak menganggu manusia lagi! Dan Nessie yang malang patuh dan menghilang....” 

“Sampai berabad-abad kemudian.” Katya melirik David, “Keliatannya meski nggak mau ngaku, ada yang mengerjakan pe-er sejarah-nya dengan baik.”

David tergelak mendengar sindiran Katya. 

“Kate, tahun 565 masehi! Sudah lebih dari seribu tahun lalu!” ujar David. “Apa pun mungkin saja ada jaman itu.” David memandang Katya serius. “Tapi... apa pun yang ada pada jaman itu, bisa saja sekarang sudah punah, kan?”

“Insting pertama makhluk hidup,” inga...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Gold
Alang
Republika Penerbit
Novel
PERSAHABATAN
Febri Kurniawan
Novel
IN THE LIGHT OF FOUR
mahes.varaa
Flash
Kecupan Terakhir
Viola khasturi
Cerpen
Bronze
Biji Delima
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Escape From The Blizzard
Raha Kurnia
Novel
Bronze
KUN
Yusnawati
Novel
Lindung
ambarajati
Skrip Film
A Better Day
Arum Gandasari NK
Novel
Bronze
RETROUVAILLES
Elva Lestari
Novel
Bau Peapi
Reni Hujan
Skrip Film
Di Bawah Langit yang Sama
Eko S. Ayata
Skrip Film
Taksa
M Tioni Asprilia
Skrip Film
Yang Tak Terlihat
Herman Siem
Flash
Hadiah untuk Pengkhianat
Nurai Husnayah
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Escape From The Blizzard
Raha Kurnia
Cerpen
Malaikatku
Raha Kurnia