Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
ES GABUS SADIKIN
0
Suka
859
Dibaca

Matahari tepat di atas ubun-ubun, memanggang aspal hingga uapnya mengepul di jalanan yang lengang. Di bawah sengatan itu, Sadikin berjalan tergopoh-gopoh. Bahu lelaki tua yang ringkih itu seolah berderak memikul kotak kayu berisi es gabus aneka warna yang mulai berkeringat. Sesekali tangannya gemetar, bukan karena beban pikulan, tapi karena usia yang terus tergerus dimakan aspal. Wajah Sadikin yang teduh seperti anomali di tengah bergemingnya kota yang tak punya belas kasihan. Ia menyusuri gang-gang sempit yang pengap sambil sesekali menajamkan tel...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp30.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
ES GABUS SADIKIN
Toni Al-Munawwar
Cerpen
Bronze
15 Tahun Untuk Apa?
Novita Ledo
Cerpen
Catatan Harian sampah keluarga #1
E. Karto
Cerpen
Orang-Orang Pojok
Aniq Munfiqoh
Cerpen
Rumah-Rumah yang Pernah Menolak Kami
Septia Arya Nugraha
Cerpen
SEBENING RINDU
hadi wiyono
Cerpen
OMA-OMA MERESAHKAN
Zirconia
Cerpen
Bronze
Keputusan Abah
T. Filla
Cerpen
(TAK) Harus Jadi PNS
Indira Raina
Cerpen
Bronze
Salah Jalan
Fitri Yeni Musollini
Cerpen
Buku Ini tidak Laris
Jie Jian
Cerpen
Bronze
Mutasi
Nadya Wijanarko
Cerpen
1/2 Nakal & 1/2 Polos (Tetangga Ku)
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Bronze
Toko Bunga Bernama Luka
Saskia Azzahra
Cerpen
Hal Yang Lucu
Cassandra Reina
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
ES GABUS SADIKIN
Toni Al-Munawwar
Cerpen
Bronze
MANAJER BABI
Toni Al-Munawwar
Cerpen
Bronze
Senyum Masa Lalu
Toni Al-Munawwar
Cerpen
Bronze
Amarah Bram
Toni Al-Munawwar
Cerpen
Bronze
Monumen Keserakahan
Toni Al-Munawwar
Cerpen
Bronze
Pemuda Berkepala Anjing
Toni Al-Munawwar
Cerpen
Bronze
PETAKA POHON BERINGIN
Toni Al-Munawwar
Cerpen
Bronze
GLADIS MUDIK
Toni Al-Munawwar
Cerpen
Bronze
KOTA MATINYA EMPATI
Toni Al-Munawwar
Cerpen
Bronze
Bungkamnya Kebenaran
Toni Al-Munawwar