Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Error 404, Identity Not Found
1
Suka
7,604
Dibaca

“Gue bakal ngelaporin lo ke HRD besok pagi, sumpah gue nggak peduli lo anak magang senior atau anak dewa!”

Faye berteriak sambil melempar sepatu heels ke arah Zeno yang berjalan sempoyongan di lorong apartemennya. Nyaris kena kepala, tapi Zeno malah tertawa keras sambil bersandar di dinding.

“Santai dong, Bestie. Gue cuma pengen nganterin lo pulang. Takut lo nyasar ke kosan mantan,” jawab Zeno dengan logat santainya.

“Lo ngikutin gue dari bar, ya?! Zeno, lo gila?!”

Zeno mendekat, kali ini dengan tatapan tajam. “Gue nggak gila. Gue kesel. Lo pikir lucu ya, nyindir presentasi gue kayak gitu?”

Faye hendak menutup pintu, tapi Zeno sigap menyelipkan kakinya di celah pintu. Tatapan mabuk mereka terkunci, sama-sama terluka egonya.

​“Gue nggak akan pulang sebelum kita beresin ini.” 

​Faye menghela napas panjang, emosinya masih menyala. “Masuk. Ributnya jangan ganggu tetangga,” katanya, lalu membuka pintu apartemennya. 

​Zeno langsung duduk di sofa. Faye mengambil dua botol air mineral dari kulkas. “Minum. Kita terlalu mabuk buat adu mulut,” katanya sambil memberikan sebotol air ke Zeno. 

​Mereka duduk berhadapan. “Lo selalu ngerasa paling bener ya?” tanya Zeno. 

​“Gue cuma nggak mau kerja bareng orang bego yang sok jenius,” balas Faye. 

“Lo anggap gue bego?”

“Lo duluan yang anggap gue badut.”

Suasana kembali meledak. Mereka saling dorong dan melempar kata-kata kasar. Tiba-tiba hening. Jarak mereka hanya tinggal satu langkah. Alkohol, ego, dan panas tubuh beradu dalam ruang sempit. 

“Apa sih lo mau-nya, ha?!” desis Faye, mendorong dada Zeno.

Zeno mencengkeram pergelangan tangannya. “Lo! Yang nyeret gue ke sini! Sekarang acting kayak lo korban penculikan?!”

“Ampas,” gumam Faye, berusaha melepas tangannya. “Lo nggak pernah bisa nerima kalau gue lebih pinter!”

“Gue gak butuh jadi pinter, Faye,” suara Zeno rendah, mendekat, “gue cuma perlu menang.”

Mereka bergulat, saling dorong hingga guling ke samping. Tangan Zeno menahan pergelangan tangan Faye di kedua sisi tubuhnya. Wajah mereka hanya sejengkal, napas terasa hangat di pipi masing-masing. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba bibir mereka saling menabrak.

Ciumannya kasar. De...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Romantis
Skrip Film
Evergreen
Kinanti Atmarandy
Cerpen
Bronze
Error 404, Identity Not Found
Desy Cichika
Novel
Gold
Asta's
Bentang Pustaka
Novel
Nearby Jadi Suami
Arti Damayanti
Novel
Bronze
EAGLE EYES
SOS (Share Our Story)
Novel
Saturn Return
Aprillia Ramadhina
Skrip Film
Matrikulasi Rasa
Lovaerina
Novel
Gold
The Fire Sermon
Noura Publishing
Flash
"Ketika Langit Merah"
TATAN RUSNANTO
Novel
Gold
THE VISUAL ART OF LOVE
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Perempuan Idaman
Mochammad Ikhsan Maulana
Novel
NEJ
Kal_Kalila
Skrip Film
I Love You
Salma Maydinah
Flash
Bronze
Selalu Ada New York di Hatiku
Shabrina Farha Nisa
Cerpen
Bronze
BERKHIANAT DEMI SI BULE
ari prasetyaningrum
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Error 404, Identity Not Found
Desy Cichika
Flash
Bronze
Reuni
Desy Cichika
Novel
Bronze
Pretty Boy for Sheana
Desy Cichika
Cerpen
Bronze
Bunga yang Tak Sempat Mekar
Desy Cichika
Novel
Bronze
Cinta Terlarang di Tanah Jajahan
Desy Cichika
Novel
We Were Never Really Over
Desy Cichika
Flash
Bronze
Nazilla Core: Logika Anak vs Emosi Emak
Desy Cichika