Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Email Maut
1
Suka
9,508
Dibaca

PT. Senja Merah, sebuah nama yang dulunya identik dengan inovasi dan kesuksesan di jantung Jakarta, kini diselimuti aura kelam yang tak terucapkan. Gedung megah pencakar langitnya berdiri kokoh di kawasan bisnis Sudirman, namun hanya sedikit yang tahu bahwa fondasinya dibangun di atas sejarah yang gelap. Jauh sebelum menjadi markas perusahaan teknologi yang gemilang, lokasi ini adalah bekas rumah sakit zaman kolonial, sebuah fakta yang perlahan-lahan kembali menghantui setiap sudut dan lorongnya. Arsitektur art deco yang menawan di bagian lobi menyembunyikan koridor-koridor sempit dan tangga melingkar di lantai atas, yang seolah masih menyimpan gema rintihan masa lalu. Atmosfer kantor, yang seharusnya dipenuhi semangat kerja dan ambisi, kini terasa dingin dan mencekam, terutama menjelang senja. Lampu-lampu neon yang seharusnya menerangi, justru memancarkan bayangan-bayangan panjang yang menari-nari di dinding, seolah mengintai. Bau disinfektan samar yang terkadang tercium di beberapa area, padahal tidak ada aktivitas medis, menambah keanehan yang makin sulit diabaikan.

Di tengah ketegangan yang merayap ini, muncullah Rafi, seorang karyawan baru di departemen riset dan pengembangan. Usianya baru 25 tahun, dengan rambut ikal acak-acakan dan kacamata bertengger di hidungnya yang mancung, memberinya kesan seorang kutu buku yang cerdas. Dia direkrut karena otaknya yang cemerlang dan kemampuannya memecahkan masalah rumit dengan cara yang tak konvensional. Rafi adalah seorang skeptis sejati. Baginya, setiap kejadian pasti memiliki penjelasan logis. Hantu? Omong kosong. Arwah penasaran? Hanya imajinasi orang-orang yang terlalu banyak menonton film horor. Namun, ada secercah rasa penasaran yang tumbuh di dalam dirinya, terutama ketika mendengar bisik-bisik mengerikan di pantry kantor. Ia selalu mencatat setiap detail yang didengarnya, membandingkannya dengan fakta yang bisa ia dapatkan, seolah-olah ia sedang mengerjakan proyek terbesarnya. Dia datang ke PT. Senja Merah dengan impian besar untuk kariernya, bukan untuk menjadi detektif paranormal.

Di sisi lain, ada Dian, kepala departemen HRD yang jauh lebih senior dan bijaksana. Wanita berusia awal 40-an dengan gaya rambut bob rapi dan tatapan mata yang tajam namun penuh pengertian ini, adalah antitesis Rafi. Dian adalah penganut kuat hal-hal mistis. Sejak kecil, ia telah diajari oleh neneknya tentang kekuatan dunia lain dan pentingnya menghormati roh-roh tak kasat mata. Ia sering kali membawa jimat kecil di dalam tasnya, dan sesekali terlihat menyiramkan air kembang di sudut-sudut kantor yang sepi, yang membuat sebagian karyawan menganggapnya eksentrik. Namun, di balik keyakinannya, Dian adalah seorang profesional yang sangat peduli dengan kesejahteraan karyawannya. Hatinya hancur setiap kali mendengar kabar duka, dan ia adalah orang pertama yang merasakan aura kegelapan yang semakin pekat menyelimuti kantor. Instingnya mengatakan bahwa ini bu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Email Maut
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
Malam Jumat
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Tabiat
Nisa
Cerpen
Bronze
Cermin Tua di Loteng
ryannnn
Komik
BUDI
Muucing
Cerpen
Bronze
STALL NOMOR TUJUH
glowedy
Novel
Bronze
Balian
Bksai
Cerpen
Mereka Ingin Aku Percaya
Riana Dewi
Flash
Bronze
Pemakaman Jhon Mortonson karya Ambrosr Bierce penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
PERJAMUAN SUNYI
Kagura Lian
Novel
Bronze
ZOMBI DAN MEREKA YANG TAK BISA MATI 2 BANGKITNYA DIA PADA SENJA
Meliana
Cerpen
Bronze
Radio Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Api dari Kuburan Sebelah
jimmy charter hutabarat
Skrip Film
DUYUNG
Herman Siem
Novel
Bronze
Lenting
A.R. Rizal
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Email Maut
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Radio Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dinding Tertawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Putih
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Balik Kaca
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pudar
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Raina
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
#fyp Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Terkutuk
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Lonceng Berdentang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Losmen Berdarah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panggilan Dari Bawah Tanah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arga
Christian Shonda Benyamin