Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
BAB I
GULUNGAN SORBAN GARUDA
Aku luruskan sorban putih yang melingkar di pundakku, membiarkan ujungnya tertiup angin yang membawa aroma tanah kering dan keputusasaan. Mataku menatap lurus ke arah cakrawala, memandangi setiap jengkal wilayah Indonesia yang selama bertahun-tahun rontok, kurus kering, dan kehilangan martabatnya. Bumi yang kami pijak ini telah lama diisap sampai ke tulang sumsumnya oleh para antek asing, komplotan oligarki yang bersekutu dengan kekuatan luar untuk mengeruk setiap gram kekayaan alam tanpa menyisakan apa pun selain debu bagi penduduk asli. Cukup sudah. Aku, Prabowo, tidak bisa lagi berdiam diri melihat rakyat di sini diposisikan sebagai penonton, orang asing, bahkan pengemis di tanah kelahiran mereka sendiri. Momentum ini harus diambil, tidak peduli seberapa besar badai yang akan menghadang ...