Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Ditolak
2
Suka
27,349
Dibaca

Jika engkau mencintai seseorang, namun jasadmu ditolak di hadapan orang yang engkau cintai, maka akan engkau larikan ke manakah jiwa sengsaramu? Bunga kemboja hanya mampu diembus angin. Nisan-nisan merapalkan namamu, kafan lekas menunggu ajalmu. Takdir merestuimu pergi, namun tanah liat hendak memuntahkanmu!


Siang itu, langit murka, tanah hendak meretakkan permukaan, lempeng-lempeng tektonik bumi berniat membenturkan diri, mendukung kegersangan tanah yang diciptakan kemalangan, meskipun huja...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp3.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
ENDORFIN
Aga Lesmana
Flash
Satu Pagi di CGK
annastasia
Cerpen
Bronze
Ditolak
Titin Widyawati
Novel
Bronze
SEJUTA KISAH
BulanBintang
Novel
Orbit di Balik Gerhana
Suci Mulyati
Flash
HUJAN
Dariyanti
Flash
30 Detik
Fann Ardian
Novel
Upacara Membakar Bayangan
Mi Gosong
Novel
Bronze
Awal Pertikaian
Hermawan
Novel
Rantau 1992
Saras Agustina
Novel
Bronze
Not You Anymore
Widia ayu amelia
Novel
KAIRAV
Ismi Fadiyah Alsyatri
Novel
SEBUTIR NASI DI MEJA MAKAN ORANG-ORANG
Aga Lesmana
Flash
Bronze
Lontong Sayur
Ron Nee Soo
Novel
Sidang Terhadap Tuhan
Dimas Hendra
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Ditolak
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pemerkosa Akal
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Suket Teki
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Merah Marah
Titin Widyawati
Cerpen
Kualat
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pertemuan dengan Takdir
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Selimut Tidak Pernah Kering
Titin Widyawati
Cerpen
Main Petak Umpet
Titin Widyawati
Novel
Berlayar Pulang
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Waktu
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Donat
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Penjual Doa
Titin Widyawati
Cerpen
Tabebuya
Titin Widyawati
Cerpen
Maut di Kali Loning
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Lelaki Kenangan dan Kupu-Kupu di Lampu Merah
Titin Widyawati