Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Namaku Insya, cerita ini bermula dari pertemuan dengan Tante Marta di Kafe tempatku bekerja. Tante Marta cukup sering datang kesini, kepada pelayan sepertiku, entah kenapa rasanya beliau ingin mengenalku lebih jauh dan tanpa kusadari kami sudah menjadi sangat dekat.
Suatu malam, Tante Marta memintaku untuk bertemu di salah satu tempat makan mewah di Jakarta. Sebenarnya aku tidak nyaman datang ke tempat-tempat seperti ini.
Sejak usiaku tujuh belas tahun, tepat setelah hari kelulusan sekolah, kedua orang tuaku meninggal dalam sebuah kecelakaan. Setelahnya aku tidak pernah menikmati hidup dengan pergi ke tempat-tempat bagus atau restoran mewah. Aku hanya menikmati keseharianku untuk bekerja dan bekerja, tapi aku tidak mengeluhkan apa pun tentang itu. Hanya rasa kesepian yang memang tidak bisa kutangani selepas kepergian orang tuaku. Sepertinya, ini alasan menerima Tante Marta masuk ke hidupku, kehadirannya menjadi jalan keluar dari rasa kesepian yang kumiliki.
Tidak sulit bagiku untuk menemukan tempat duduk yang telah dipesan Tante Marta sebelumnya, karena ada nomor meja yang tinggal kudatangi. Saat aku tiba, meja dengan angka 29 masih kosong. Meski sedikit ragu, tapi aku memilih duduk di kursi yang sudah disediakan. Menanti kehadiran Tante Marta dengan perasaan gugup.
“Kenapa kamu disini?” Suara seseorang membu...