Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Cerita kali ini mengenai keributan yang terjadi didalam isi kepala seorang anak perempuan pertama yang di dalam hidup nya tidak pernah benar benar merasakan sosok kasih sayang dan peran dari seorang ayah, ini cerita ku.
Aku lahir dari keluarga sederhana dan menjadi anak pertama dari pasangan suami istri yang terlihat tenang,Ibu ku seorang pekerja di kilang pembuatan sapu ijuk,dan ayah? aku tidak tau tentang nya. Aku mendengar sedikit cerita tentang ayah, beliau adalah seorang perantau, aku tidak tau apa pekerjaan nya, ayah dari lajang hingga memiliki anak selalu merantau di negeri sebrang. Aku tidak pernah melihat ayahku,karna ayah pergi meninggalkan aku saat aku baru ber umur seminggu setelah lahir, ya beliau hanya bilang ingin bekerja, jadi ibu mengizinkan dan ternyata setelah sampai di negeri sebrang, sebuah takdir berkata lain, aku tidak tau pasti apa yang terjadi.
Sampai pada akhirnya,ayah telpon ibu dan dahulu itu komunikasi sangat sulit di tahun 2000 an, apalagi tidak harus selalu bisa bertukar kabar dari dalam negeri ke negeri sebrang, suatu kejadian menimpa ayah, aku tidak tau apa yang terjadi disana pada ayah, ayah bilang ayah sudah gagal, dia tidak punya arah tujuan lagi, dia tidak bisa pulang, dan pesan terakhir nya untuk aku adalah”nanti kalau anak kita tanya kemana ayahnya, bilang saja ayahnya sudah mati” yaa itu kalimat terakhir nya, ibu tanya apa yang terjadi disana, ayah hanya mengatakan bahwa...