Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Ada orang yang mengutuk masa lalu, tapi diam-diam memeliharanya seperti luka yang sengaja dibiarkan basah. Bau amis darah ayam dan asap rokok mengepul di antara kami. Di sela dentuman pisau di atas talenan, sebuah rahasia besar meluncur begitu saja dari bibirnya. Sebuah rahasia yang terbungkus rapi dalam celana pendek dan trauma yang belum sembuh.
Masa lalu yang seharusnya menjadi pelajaran dalam hidup, justru malah membuat banyak orang semakin terjebak di dalamnya. Tak sedikit pula yang menyalahkan keadaan, namun lupa untuk memperbaiki sikap dan perilakunya sendiri. Fakta bahwa banyak orang di luar sana, dan mungkin kita sendiri, terjerumus dalam gelapnya bayang-bayang kenangan. Hingga kita lupa, bahwa waktu terus berjalan.
Bab 1 - Pekerjaan Ekstra
Rian yang baru saja selesai membersihkan keranjang ayam, memutuskan untuk beristirahat. Baru saja pantatnya menyentuh kursi, handphonenya berdering. Sebuah panggilan dari seorang wanita yang cukup ia kenal, seorang juragan ayam yang masih muda dan sukses.
"Mas, nanti tolong bantu potong ayam di rumah ya. Satu kuintal buat pesanan hajatan. Kamu bantu karyawanku yang masih baru belajar, nanti aku juga turun tangan bantu," ucap suara di seberang sana.
Sebenarnya badan Rian terasa remuk, tapi demi uang sampingan, lelah itu ia simpan rapat-rapat. "Iya, Mbak. Sebentar lagi saya ke sana," jawa...