Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Dia Pembunuh
2
Suka
6,418
Dibaca

Bab 1 – Malam Tak Biasa

Nadia selalu menyukai malam-malam di Perumahan Anggrek. Tenang, sepi, dengan udara yang selalu terasa lebih dingin dan bersih setelah matahari terbenam. Pada usia dua puluh tujuh tahun, ia merasa telah menemukan tempatnya, sebuah sarang nyaman bersama Reno, kekasihnya, di rumah kecil bergaya minimalis itu. Mereka berbagi kopi hangat di beranda, membicarakan hari yang telah berlalu, atau hanya menikmati keheningan yang sesekali dipecahkan oleh suara jangkrik dari taman. Bagi Nadia, rumah ini adalah lambang dari awal yang baru, sebuah halaman kosong setelah babak kelam dalam hidupnya.

Reno, dengan rambut ikalnya yang selalu sedikit berantakan dan senyumnya yang mampu mencairkan gunung es sekalipun, adalah jangkar bagi Nadia. Ia adalah pengimbang sempurna bagi kecenderungannya untuk terlalu banyak berpikir, terlalu banyak merenung. Nadia, seorang desainer grafis lepas yang terkadang terlalu tenggelam dalam dunia imajinasinya, dan Reno, seorang konsultan IT yang pragmatis dan realistis, menjalani hidup yang teratur, nyaris membosankan, jika bukan karena kehadiran Pak Surya.

Pak Surya, tetangga mereka di sebelah, adalah anomali di perumahan yang ramah dan penuh tetangga usil ini. Ia seorang pria paruh baya, sekitar lima puluhan, dengan rambut memutih dan tatapan mata yang sering kali kosong, seolah jiwanya telah lama meninggalkan raganya. Ia jarang terlihat di luar rumah, hanya sesekali saat membuang sampah atau mengambil surat kabar. Ia selalu mengenakan kemeja lusuh dan celana kain yang terlalu besar, seolah-olah duka yang tak terlihat telah menggerogoti jiwanya. Perumahan Anggrek menyebutnya "si penyendiri," dan Nadia serta Reno tidak pernah benar-benar mencoba mendekatinya, menghargai privasi yang seolah membungkusnya dalam kepompong kesedihan. Ada desas-desus bahwa ia baru saja kehilangan istrinya setahun yang lalu, sebuah tragedi yang membuat Nadia merasa sedikit terhubung dengannya dalam level yang aneh, meskipun ia tidak berani mendekat.

Malam itu, hawa dingin merayap masuk melalui jendela ruang keluarga yang sedikit terbuka. Nadia sedang sibuk dengan tablet grafisnya, menyelesaikan ilustrasi untuk sebuah proyek buku anak-anak. Tangannya bergerak lincah, menciptakan karakter-karakter lucu dan dunia penuh warna. Reno duduk di sofa di sebelahnya, matanya terpaku pada layar televisi yang menampilkan pertandingan sepak bola yang kurang menarik. Ia sesekali melirik Nadia, tersenyum kecil saat melihat konsentrasinya. Sebuah obrolan ringan tentang makan malam tadi terhenti ketika sebuah suara aneh terdengar dari luar.

"Kedengaran sesuatu, Ren?" Nadia bertanya, tangannya berhenti bergerak, alisnya berkerut.

Reno mematikan televisi, suara klik kecil terdengar. "Suara apa?"

"Seperti... gesekan? Berat? Dan juga, sedikit tersendat-sendat, seperti seseorang sedang kesulitan."

Mereka berdua menoleh ke jendela yang menghadap ke halaman belakang. Lampu jalan di sana remang-remang, menciptakan bayangan panjang dari pohon mangga tua yang cabang-cabangnya menjulur seperti jemari raksasa. Tiba-tiba, sesosok tubuh muncul di antara bayangan, bergerak perlahan, nyaris menyeret diri...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Dia Pembunuh
Christian Shonda Benyamin
Flash
Malam Naas
Afri Meldam
Flash
DIALOG FAJAR
KH_Marpa
Flash
Terkurung
Diyanti Rita
Novel
Live Plastic
No Thesis
Cerpen
ARKAIS
Fianaaa
Flash
Bronze
Judulnya Nanti, Ya!
Rere Valencia
Flash
Elysium
Awang Nurhakim
Cerpen
Bronze
AH, KITA?
Citra Rahayu Bening
Cerpen
Bronze
Ramalan Ghina
Hekto Kopter
Flash
Api yang Berdamai dengan Hujan
Ravistara
Novel
RENTENIR: PEMBURU KEBENARAN
Novi Assyadiyah
Cerpen
Bronze
Sandro
Sri Wintala Achmad
Flash
Bronze
Siasat Prank Ulang Tahun di Kantin Sekolah: Misteri Virus Digital Jam Dua Pagi
kutipan.izs
Flash
Bronze
IF THIS IS US...
Shabrina Farha Nisa
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Dia Pembunuh
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Boneka Bobo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suwanita
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pelaku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panggilan Sumur Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tuan Baru
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Goresan Kuas Bermakna
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rantai Pemicu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bunker Jepang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kutukan Polaroid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suara Penyiar Radio
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kacamata Paman
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Maut Di Kapal Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Teror
Christian Shonda Benyamin