Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Dia Pembunuh
2
Suka
6,811
Dibaca

Bab 1 – Malam Tak Biasa

Nadia selalu menyukai malam-malam di Perumahan Anggrek. Tenang, sepi, dengan udara yang selalu terasa lebih dingin dan bersih setelah matahari terbenam. Pada usia dua puluh tujuh tahun, ia merasa telah menemukan tempatnya, sebuah sarang nyaman bersama Reno, kekasihnya, di rumah kecil bergaya minimalis itu. Mereka berbagi kopi hangat di beranda, membicarakan hari yang telah berlalu, atau hanya menikmati keheningan yang sesekali dipecahkan oleh suara jangkrik dari taman. Bagi Nadia, rumah ini adalah lambang dari awal yang baru, sebuah halaman kosong setelah babak kelam dalam hidupnya.

Reno, dengan rambut ikalnya yang selalu sedikit berantakan dan senyumnya yang mampu mencairkan gunung es sekalipun, adalah jangkar bagi Nadia. Ia adalah pengimbang sempurna bagi kecenderungannya untuk terlalu banyak berpikir, terlalu banyak merenung. Nadia, seorang desainer grafis lepas yang terkadang terlalu tenggelam dalam dunia imajinasinya, dan Reno, seorang konsultan IT yang pragmatis dan realistis, menjalani hidup yang teratur, nyaris membosankan, jika bukan karena kehadiran Pak Surya.

Pak Surya, tetangga mereka di sebelah, adalah anomali di perumahan yang ramah dan penuh tetangga usil ini. Ia seorang pria paruh baya, sekitar lima puluhan, dengan rambut memutih dan tatapan mata yang sering kali kosong, seolah jiwanya telah lama meninggalkan raganya. Ia jarang terlihat di luar rumah, hanya sesekali saat membuang sampah atau mengambil surat kabar. Ia selalu mengenakan kemeja lusuh dan celana kain yang terlalu besar, seolah-olah duka yang tak terlihat telah menggerogoti jiwanya. Perumahan Anggrek menyebutnya "si penyendiri," dan Nadia serta Reno tidak pernah benar-benar mencoba mendekatinya, menghargai privasi yang seolah membungkusnya dalam kepompong kesedihan. Ada desas-desus bahwa ia baru saja kehilangan istrinya setahun yang lalu, sebuah tragedi yang membuat Nadia merasa sedikit terhubung dengannya dalam level yang aneh, meskipun ia tidak berani mendekat.

Malam itu, hawa dingin merayap masuk melalui jendela ruang keluarga yang sedikit terbuka. Nadia sedang sibuk dengan tablet grafisnya, menyelesaikan ilustrasi untuk sebuah proyek buku anak-anak. Tangannya bergerak lincah, menciptakan karakter-karakter lucu dan dunia penuh warna. Reno duduk di sofa di sebelahnya, matanya terpaku pada layar televisi yang menampilkan pertandingan sepak bola yang kurang menarik. Ia sesekali melirik Nadia, tersenyum kecil saat melihat konsentrasinya. Sebuah obrolan ringan tentang makan malam tadi terhenti ketika sebuah suara aneh terdengar dari luar.

"Kedengaran sesuatu, Ren?" Nadia bertanya, tangannya berhenti bergerak, alisnya berkerut.

Reno mematikan televisi, suara klik kecil terdengar. "Suara apa?"

"Seperti... gesekan? Berat? Dan juga, sedikit tersendat-sendat, seperti seseorang sedang kesulitan."

Mereka berdua menoleh ke jendela yang menghadap ke halaman belakang. Lampu jalan di sana remang-remang, menciptakan bayangan panjang dari pohon mangga tua yang cabang-cabangnya menjulur seperti jemari raksasa. Tiba-tiba, sesosok tubuh muncul di antara bayangan, bergerak perlahan, nyaris menyeret diri...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Dia Pembunuh
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Anindyaguna
Mila Phewhe
Cerpen
Bronze
Ujung Koridor
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bad Girl Dangerous Zeura
Nisaaa
Cerpen
Pandangan Islam tentang Kesurupan
Daffa Septa
Cerpen
Rahasia Kotak Perhiasan
Adnan Fadhil
Cerpen
Pertemuan di Kereta Bawah Tanah
muhaibra
Cerpen
Bronze
Großmutters Zitronengericht (Masakan Lemon Nenek)
Silvarani
Novel
Bronze
Jam yang Berjalan Mundur
vinart
Cerpen
Bronze
Pelaku
Christian Shonda Benyamin
Novel
Gold
Suster Misterius
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Sandal Untuk Ibu
Erika Oktavian
Cerpen
Malayan Croatoan
N.P. Ramadhan
Cerpen
Bronze
Kebenaran yang Jauh Lebih Kelam
Ron Nee Soo
Skrip Film
Polisi yang Tak Melawan Penjahat
Muhamad Wildan
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Dia Pembunuh
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ujung Koridor
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arga
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pelaku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suara Penyiar Radio
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bus Senja
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Dokter
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang - Bayang Senja
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arga
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Maut Di Kapal Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Harmoni Kegelapan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ouija
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Labirin Jiwa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kultus Sebuah Lagu
Christian Shonda Benyamin