Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Dia Pembunuh
2
Suka
5,034
Dibaca

Bab 1 – Malam Tak Biasa

Nadia selalu menyukai malam-malam di Perumahan Anggrek. Tenang, sepi, dengan udara yang selalu terasa lebih dingin dan bersih setelah matahari terbenam. Pada usia dua puluh tujuh tahun, ia merasa telah menemukan tempatnya, sebuah sarang nyaman bersama Reno, kekasihnya, di rumah kecil bergaya minimalis itu. Mereka berbagi kopi hangat di beranda, membicarakan hari yang telah berlalu, atau hanya menikmati keheningan yang sesekali dipecahkan oleh suara jangkrik dari taman. Bagi Nadia, rumah ini adalah lambang dari awal yang baru, sebuah halaman kosong setelah babak kelam dalam hidupnya.

Reno, dengan rambut ikalnya yang selalu sedikit berantakan dan senyumnya yang mampu mencairkan gunung es sekalipun, adalah jangkar bagi Nadia. Ia adalah pengimbang sempurna bagi kecenderungannya untuk terlalu banyak berpikir, terlalu banyak merenung. Nadia, seorang desainer grafis lepas yang terkadang terlalu tenggelam dalam dunia imajinasinya, dan Reno, seorang konsultan IT yang pragmatis dan realistis, menjalani hidup yang teratur, nyaris membosankan, jika bukan karena kehadiran Pak Surya.

Pak Surya, tetangga mereka di sebelah, adalah anomali di perumahan yang ramah dan penuh tetangga usil ini. Ia seorang pria paruh baya, sekitar lima puluhan, dengan rambut memutih dan tatapan mata yang sering kali kosong, seolah jiwanya telah lama meninggalkan raganya. Ia jarang terlihat di luar rumah, hanya sesekali saat membuang sampah atau mengambil surat kabar. Ia selalu mengenakan kemeja lusuh dan celana kain yang terlalu besar, seolah-olah duka yang tak terlihat telah menggerogoti jiwanya. Perumahan Anggrek menyebutnya "si penyendiri," dan Nadia serta Reno tidak pernah benar-benar mencoba mendekatinya, menghargai privasi yang seolah membungkusnya dalam kepompong kesedihan. Ada desas-desus bahwa ia baru saja kehilangan istrinya setahun yang lalu, sebuah tragedi yang membuat Nadia merasa sedikit terhubung dengannya dalam level yang aneh, meskipun ia tidak berani mendekat.

Malam itu, hawa dingin merayap masuk melalui jendela ruang keluarga yang sedikit terbuka. Nadia sedang sibuk dengan tablet grafisnya, menyelesaikan ilustrasi untuk sebuah proyek buku anak-anak. Tangannya bergerak lincah, menciptakan karakter-karakter lucu dan dunia penuh warna. Reno duduk di sofa di sebelahnya, matanya terpaku pada layar televisi yang menampilkan pertandingan sepak bola yang kurang menarik. Ia sesekali melirik Nadia, tersenyum kecil saat melihat konsentrasinya. Sebuah obrolan ringan tentang makan malam tadi terhenti ketika sebuah suara aneh terdengar dari luar.

"Kedengaran sesuatu, Ren?" Nadia bertanya, tangannya berhenti bergerak, alisnya berkerut.

Reno mematikan televisi, suara klik kecil terdengar. "Suara apa?"

"Seperti... gesekan? Berat? Dan juga, sedikit tersendat-sendat, seperti seseorang sedang kesulitan."

Mereka berdua menoleh ke jendela yang menghadap ke halaman belakang. Lampu jalan di sana remang-remang, menciptakan bayangan panjang dari pohon mangga tua yang cabang-cabangnya menjulur seperti jemari raksasa. Tiba-tiba, sesosok tubuh muncul di antara bayangan, bergerak perlahan, nyaris menyeret diri...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Dia Pembunuh
Christian Shonda Benyamin
Novel
Irida
Sylicate Grazie
Flash
Fly Away
Ryan
Flash
Kalian Seharusnya Suka Dengan Cerita Ini
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Flash
Bronze
Kereta Terakhir
Afri Meldam
Skrip Film
Misteri Istri Pertama Sultan
Irwan Moch Ridwan
Flash
Sinar Tak Kunjung Padam
Iis Siti Napisah
Cerpen
Malayan Croatoan
N.P. Ramadhan
Cerpen
Pencuri Waktu (IV)
Penulis N
Cerpen
HARDARIYAM
Reveniella
Novel
Gold
Suster Misterius
Mizan Publishing
Skrip Film
Who Did It?
Fann Ardian
Flash
Bronze
MISTERI TAS HITAM
Citra Rahayu Bening
Flash
Detective Arman : Wanita Yang Jatuh Dari Lantai 19
Bramanditya
Flash
Petunjuk
Miss Rain
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Dia Pembunuh
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bunker Jepang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kutukan Polaroid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Streamer Yang Tragis
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Dokter
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Cermin Yang Tersisa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Galeri Lukisan Oscar
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jumat Akhir Bulan Juli
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Di Bawah Ancaman Mereka
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pelaku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Maut Di Kapal Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kematian Di Tanah Rawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penjara Abadi
Christian Shonda Benyamin