Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Aroma tanah basah itu datang lagi malam ini. Bukan dari sawah, bukan dari jerami yang terbakar pelan di ujung ladang seperti dulu—melainkan dari sisa hujan yang menguap di sela-sela aspal retak di depan kontrakanku. Tipis, nyaris tak terasa. Tapi cukup untuk merobek sesuatu di dalam dadaku. Aku berhenti sejenak di depan pintu. Menghirupnya dalam-dalam. Dan seperti biasa, ingatan itu menyeretku pulang… ke masa di mana hidup belum terasa sekeras ini. Dulu, duniaku s...