Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Di Balik Pintu Kayu
0
Suka
2
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Bunyi knalpot motor bebek yang sudah minta ganti oli itu memecah kesunyian gang sempit di daerah Kesambi, Cirebon. Aris mematikan mesin, menuntun motornya masuk ke teras rumah kontrakan yang catnya sudah mengelupas di sana-sini. Ia menghela napas panjang, melepaskan helm, dan menyandarkannya di atas jok. Rambutnya lepek oleh keringat dan debu jalanan. Di dalam, suara televisi yang menyiarkan berita sore samar-samar terdengar, bercampur dengan suara denting piring.

Pintu kayu yang engselnya berdecit terbuka. Siska muncul dengan daster rumahan, wajahnya masih tampak lelah setelah seharian berjualan nasi lengko di depan gang. Dia tidak langsung menyapa, hanya melirik sekilas ke arah jam dinding yang jarum panjangnya menunjuk angka tujuh, lalu kembali masuk ke dapur. Aris masuk, melepas sepatu yang solnya sudah mulai lepas, lalu duduk di kursi plastik yang goyang.

Sudah makan belum? tanya Siska dari arah dapur, suaranya datar.

Belum, Ris menjawab singkat. Capek banget hari ini. Jalanan macet total gara-gara ada perbaikan jalan di dekat pasar.

Siska membawa piring berisi sisa nasi dan lauk seadanya, meletakkannya di meja kayu. Tumben pulang telat? Biasanya jam enam sudah di sini.

Tadi ada lembur mendadak di gudang. Barang masuk banyak, orang gudang kurang. Ya mau gimana lagi, aku disuruh bantu angkut-angkut sama mandor. Padahal badanku sudah mau remuk rasanya.

Aris mengambil sendok, mulai mengunyah dengan malas. Suasananya canggung. Di luar, suara hujan gerimis mulai membasahi seng atap rumah. Siska duduk di depannya, melipat tangan di dada. Matanya menatap Aris lekat-lekat, membuat Aris merasa risih.

Kenapa sih liatin terus? Ada yang salah sama mukaku?

Siska berdecak pelan. Bukan mukamu, tapi sikapmu. Kamu tahu kan kalau kita punya cicilan motor yang harus dibayar minggu depan? Kamu bilang tadi lembur, tapi pas aku tanya ke temanmu yang kerja di sana, katanya bagianmu sudah selesai dari sore.

Aris berhenti mengunyah, sendoknya beradu dengan piring. Hatinya mencelos, tapi ia berusaha menutupi dengan nada defensif. Kamu nanya ke siapa? Si Budi? Dia mah tukang kompor. Dia mana tahu kerjaanku apa saja.

Ya sudah kalau kamu nggak mau jujur. Tapi jangan salahin aku kalau nanti pas ja...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Di Balik Pintu Kayu
kutipan.izs
Cerpen
MINE & YOURS
Racelis Iskandar
Cerpen
Bronze
Pelukis Jalanan
AnotherDmension
Cerpen
Messi, Jangan Pindah!
Serenade
Cerpen
Nighty Night Tea
Fann Ardian
Cerpen
1/2 Nakal & 1/2 Polos (Tetangga Ku)
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Bronze
Sengkolo
Nisa Dewi Kartika
Cerpen
Catatan Harian Pak Treng
Rafael Yanuar
Cerpen
Bronze
Huruf Pertama
Ismi Faiza
Cerpen
Bronze
KAU KHIANATI AKU, KUBATALKAN PERNIKAHAN
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Cegukan
Andriyana
Cerpen
Bronze
INSULIN
Yasin Yusuf
Cerpen
Gara-gara Jemuran Tetangga
Ais Aisih
Cerpen
Bronze
Juru Kunci Makam yang Tertangkap KPK
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Opini Abnormal
Nazila
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Di Balik Pintu Kayu
kutipan.izs
Flash
Bronze
Tabrakan Bibir Digital di Gerbang Sekolah: Rahasia di Balik Baterai Penuh dan Robot Pembersih Otomatis
kutipan.izs
Flash
Bronze
Misteri Surat Cinta di Tangga Kampus
kutipan.izs
Flash
Skandal Celengan Tanah Liat
kutipan.izs
Novel
Bronze
Catatan Dari Bangku Belakang
kutipan.izs
Flash
Janji Palsu di Sudut Jalan Kenangan
kutipan.izs
Flash
Misteri Surat di Halte Tua
kutipan.izs
Flash
Siasat Prank Ulang Tahun di Kantin Sekolah: Misteri Virus Digital Jam Dua Pagi
kutipan.izs
Cerpen
Bronze
Bukan Porsi Masa Lalu
kutipan.izs
Cerpen
Bronze
Rona Rima Kaum Jengah
kutipan.izs
Flash
Bronze
Nini Juga Ingin Dicintai
kutipan.izs
Flash
Salah Bonceng Berujung Check-In: Balada Cinta Era Pandemi
kutipan.izs