Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Thalni menghilang. Peduli amat. Bukan lagi urusanku. Hmm. Tidak berjodoh. Itu saja.
Tapi kuakui ada malam-malam tertentu dimana pikiranku seolah terikat dengan simpul mati pada diri wanita itu. Raut wajahnya, ayunan lengan dan gemulai pinggang dan tungkainya ketika kedua kakinya menapak satu demi satu mendekatiku seolah nyata di depanku. Aku tersenyum tanpa sadar di kegelapan kamarku seolah Thalni memang sedang melangkah mendekatiku. Lalu lenyap. Senyumku membeku. Tenu saja hilang. Itu hanya fatamorgana. Hatiku merindu parah. Bayangan dirinya seolah nyata. Lalu lenyap begitu saja.
Aku merindukannya. Tapi ah tidak. Kami sudah tidak cocok. Lupakan Thaln...