Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Di Antara Cahaya dan Luka
0
Suka
5,773
Dibaca

Senja menempel di gedung-gedung tua kota, memantulkan cahaya oranye yang hangat di kaca jendela. Arga menyesap kopi panas di tangannya sambil menatap jalanan yang perlahan sepi. Kamera tergantung di lehernya, alat yang sudah menjadi perpanjangan matanya, saksi setiap detik yang ia abadikan. Tapi hari ini, sesuatu terasa berbeda. Hati yang biasanya tenggelam dalam ritme kota, justru terasa hampa.

Ia berjalan menyusuri trotoar yang lembap akibat hujan semalam, mengamati pantulan lampu jalan di genangan air. Setia...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
DUNIAKU DUNIAMU
Ika_muntadzirotul
Novel
Jodoh Pilihan Langit
Anggita Saraswati
Novel
Bronze
Cinta 50%
Affa Rain
Novel
Gold
Backstreet = Bronis
Bentang Pustaka
Cerpen
BELENGGU
Sukmaratri Mudhita
Cerpen
Bronze
Di Antara Cahaya dan Luka
Wahyu Hidayat
Novel
Gold
Little Women
Mizan Publishing
Komik
Bronze
you sweet potato [hiatus]
yanagi kaichu
Flash
JEBAKAN CINTA FILTERS
Darma Xu
Novel
Bronze
Jarak
Nofi Anisa
Novel
Bronze
Gamo No Yes!
Delpiariska
Flash
Take My Hand
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Pertemuan Sejenak
Nasyafaav
Novel
Between Me and Him
Maudia Pwk
Novel
Human Nature
ZAHRA SAFARR
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Di Antara Cahaya dan Luka
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Naga dan Nasi Goreng
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Ruang nomor 404
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Jackpot yang Menghancurkan
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Jatuh Cinta di Antrian Bakso
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Kau Ajariku Arti Pulang
Wahyu Hidayat
Novel
Bronze
Sampai Tua Kita Bersama
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Saldo Kosong Hati Pun Hampa
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Sisa Kopi di Gelas Plastik
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Harga Sebuah Kejujuran
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Satu Hari Tanpa Ponsel
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Pelukan Terakhir Ibu
Wahyu Hidayat