Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Desir Angin di Sela Padi
0
Suka
28
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Jejak Kaki di Pematang Basah

Ketika kepenatan kota lebur dalam pelukan dingin tanah leluhur

∘₊✧──────✧₊∘

Gemuruh mesin bus antarkota perlahan mengecil, menyisakan kepulan asap kelabu yang lekas tersapu halimun pagi di pertigaan tugu batu Desa Kalisoka. Viqaran Ghazanfar berdiri terpaku di bibir jalan aspal yang telah retak-retak oleh akar pohon randu hutan. Di punggungnya bertengger sebuah tas ransel kanvas lusuh—satu-satunya saksi bisu perjalanan tujuh tahun yang melelahkan di jantung megapolitan. Napasnya terengah halus, bukan semata karena berat beban bawaan, melainkan rongga dadanya yang selama berbulan-bulan terasa sesak oleh kepulan polusi, dengung klakson tanpa henti, dan tuntutan target korporat yang tak pernah mengenal rasa puas.

Tujuh tahun bukanlah masa yang singkat bagi seorang pemuda yang dulu meninggalkan kampung halamannya dengan kepala tegak penuh ambisi. Di Jakarta, ia menjejakkan asa pada lantai-lantai marmer gedung pencakar langit, memforsir detak jantung hingga dini hari, menukar waktu tidur dengan secangkir kopi hitam instan, dan membiarkan nuraninya digerus kesunyian di balik bilik apartemen sempit berselimut dinding kedap suara. Kota besar menjanjikannya kejayaan, namun menagih bayaran termahal: kedamaian batinnya sendiri. Beberapa pekan belakangan, insomnia parah dan kecemasan yang mendera membuatnya menyadari bahwa jika ia terus bertahan sehari lebih lama di sana, jiwanya akan remuk menjadi serpihan tak bernama.

Maka pada hari Kamis malam yang pekat, tanpa pamit berbelit pada rekan kerja yang dingin, Viqaran mengemasi beberapa helai pakaian dan melangkah menuju terminal. Ia hanya ingin satu hal: pulang.

Kini, di hadapannya terbentang lembah Kalisoka yang masih terselimut tirai kabut tipis. Sisa hujan deras subuh tadi masih meninggalkan jejak genangan air jernih di ceruk-ceruk jalan setapak. Viqaran menghela napas panjang untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun menahan napas kehidupan. Ia melepas sepatu bot kulitnya yang berdebu tebal, melipat celana kainnya hingga sebatas lutut, lalu melangkah turun dari jalan aspal menuju pematang sawah pertama.

Begitu telapak kakinya yang telanjang menyentuh lumpur pematang yang lembap, sebuah sengatan dingin yang menenteramkan menjalar dari ujung jari kakinya hingga ke ubun-ubun. Lumpur sawah itu gembur, lembut, dan sejuk seperti pelukan seorang ibu yang telah lama menunggu anaknya kembali dari medan perang. Dan seketika itu pula, aroma itu menguar.

Petrichor. Ya... Petrichor, angu atau ampo (bahasa Indonesia: petrikor) adalah bau alami yang tercipta saat hujan turun di la...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Bunga Matahari, Anggrek, dan Semanggi
Glorizna Riza
Cerpen
Bronze
KERETA WAKTU
Nyarita
Cerpen
Bronze
Desir Angin di Sela Padi
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Always like a love
Rafiqah Nabila awalyani
Novel
Gold
Orion
Bentang Pustaka
Novel
Gold
Terbang
Noura Publishing
Novel
Bronze
Another Cinderella Story
Mustika Nur Amalia
Flash
Di Kereta: Kursi Kita
Sena N. A.
Novel
Bronze
Genderuwo Cyber
Kinanthi (Nanik W)
Novel
Bronze
Love Of Rayya
Aizawa
Novel
Untuk Hidup yang Tidak Kita Jalani
T. Suraya
Novel
Bronze
Pulang Menuju Pelukan
Amrullah Ibrahim
Flash
Bronze
Monyet Lirik Sana Sini
Nuel Lubis
Flash
ORANG YANG SAMA PADA MUSIM BERBEDA
Lisnawati
Cerpen
Cipokan Pertama
E. N. Mahera
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Desir Angin di Sela Padi
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Pulang Menuju Pelukan
Amrullah Ibrahim
Flash
Sentuhan di Mushola Teluk Betung
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Cinta VIRAL
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
AKAR KEDAMAIAN DI LEMBAH GANDASARI
Amrullah Ibrahim
Flash
Gadis Cantik Tengah Malam
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 9: TERATAI SAKTI DARI SAMUDRA SELATAN
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Taman Alam Jiwa
Amrullah Ibrahim
Novel
Lentera Teratai Tujuh Misteri
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 6: BAYANGAN TERATAI BERACUN
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
GADIS PEMETIK MANGGA
Amrullah Ibrahim
Flash
Raksasa Penunggu Beringin di Sungai Lubai
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Hati yang Berlabuh pada Ghoniyah
Amrullah Ibrahim
Novel
Pesantren dan Pelangi Hati
Amrullah Ibrahim
Novel
ANAK JURAGAN EMPING
Amrullah Ibrahim