Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Debora
1
Suka
3,335
Dibaca

 

Ketika suami izin ingin menikah lagi, saya langsung setuju. Bahkan diam-diam saya membantu mencarikan calon pasangan untuknya. Abdi—suami saya—tidak tahu menahu soal upaya saya menjadi biro jodoh tak resmi untuknya; ia akan menuduh saya sedang mempermainkan keinginan sucinya untuk poligami.

Dari dulu saya bukan jenis perempuan yang penuh dengan berbagai macam gagasan tentang emansipasi. Saya punya guru sekolah dulu yang membaca banyak literatur feminisme lalu berusaha merecoki kepala kami dengan hal-hal yang akan membikin kami jadi perempuan pembangkang. Beberapa kawan perempuan terpengaruh. Tetapi saya tidak termasuk di antaranya. Malahan saya menikah di usia yang relatif muda lalu dengan sendirinya menjadi istri penurut—seolah ini bakat yang tak perlu dipelajari atau pun diajarkan. Maka saya tak mengerti kenapa Abdi masih merasa membutuhkan istri kedua. Seolah saya tak cukup.

Toh saya tetap menghargai keinginannya. Bahkan sudah saya katakan di awal tadi bahwa saya langsung setuju dan diam-diam mencarikannya pendamping baru.

Saya menemukannya—perempuan itu—hanya dalam waktu dua minggu. Tetapi perempuan waras mana yang akan mengiyakan tawaran menjadi istri kedua bagi seekor bandot yang belum pernah ia temui dan tawaran itu datang dari sang istri pertama sendiri? Dalam hal ini saya memang tidak butuh perempuan waras. Saya mencari calon istri kedua Abdi di Rumah Sakit Jiwa. Saya menyasar beberapa RSJ sekaligus. Seperti ucapan saya tadi, hanya dalam waktu dua minggu, pencarian ini berhasil. Kebetulan perempuan ini cantik dan cukup terurus meskipun jiwanya sakit. Kebetulan lagi, ia hampir tak pernah lagi dikunjungi oleh keluarganya, keluarga yang membikinnya muak lebih dari para perawat dan kepala RSJ sendiri. Ia ‘tidak terlalu’ gila, menurut beberapa perawat, ia hanya gila kambuhan, ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Debora
Cicilia Oday
Cerpen
Obrolan Ku Dengan Snowy
T. Filla
Cerpen
Bronze
PETAKA POHON BERINGIN
Toni Al-Munawwar
Cerpen
Bronze
Kartu Pos dari Berlin
Ren
Cerpen
Bronze
Saatnya
Nabilla Shafira
Cerpen
Bronze
LUH
Soerja HR Hezra
Cerpen
Rumah yang Hilang
Amalia Puspita Utami
Cerpen
Cerita Toko Kopi Padma
Ananda Putri Damayanti
Cerpen
Bronze
Pelangi Di Atas Tiara
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Afeksi Sang Rasi Phoenix
Fianaaa
Cerpen
Bronze
Saling Merindu
Dewi Fortuna
Cerpen
Bronze
Perjuangan Menggapai Mimpi di Tengah Cobaan
Azhar Ainun Hidayat
Cerpen
Hangat sebelum Ibu Hilang
nindia
Cerpen
Petualangan Tigor si Tikus Gorong Gorong
Rio Astiawan
Cerpen
Nenek Penyapa Jalan
zain zuha
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Debora
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Bunga Apa yang Kau Masukkan ke Mulutmu?
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Tak Ada yang Sia-sia dalam Hidup Termasuk Menikahi Seekor Babi
Cicilia Oday
Novel
Bronze
Rentang dan Rajut
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Memberi Makan Anjing Betina
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Kucing itu Merebut Kekasih Nina
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Istriku dan Anjingnya
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Topeng Keindahan
Cicilia Oday
Novel
Bronze
Kasus Langka Keluarga Nirgunaman
Cicilia Oday
Cerpen
Porter Kereta
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Memeluk Kaktus
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Kota Mati 2066
Cicilia Oday