Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Debora
1
Suka
39
Dibaca

 

Ketika suami izin ingin menikah lagi, saya langsung setuju. Bahkan diam-diam saya membantu mencarikan calon pasangan untuknya. Abdi—suami saya—tidak tahu menahu soal upaya saya menjadi biro jodoh tak resmi untuknya; ia akan menuduh saya sedang mempermainkan keinginan sucinya untuk poligami.

Dari dulu saya bukan jenis perempuan yang penuh dengan berbagai macam gagasan tentang emansipasi. Saya punya guru sekolah dulu yang membaca banyak literatur feminisme lalu berusaha merecoki kepala kami dengan hal-hal yang akan membikin kami jadi perempuan pembangkang. Beberapa kawan perempuan terpengaruh. Tetapi saya tidak termasuk di antaranya. Malahan saya menikah di usia yang relatif muda lalu dengan sendirinya menjadi istri penurut—seolah ini bakat yang tak perlu dipelajari atau pun diajarkan. Maka saya tak mengerti kenapa Abdi masih merasa membutuhkan istri kedua. Seolah saya tak cukup.

Toh saya tetap menghargai keinginannya. Bahkan sudah saya katakan di awal tadi bahwa saya langsung setuju dan diam-diam mencarikannya pendamping baru.

Saya menemukannya—perempuan itu—hanya dalam waktu dua minggu. Tetapi perempuan waras mana yang akan mengiyakan tawaran menjadi istri kedua bagi seekor bandot yang belum pernah ia temui dan tawaran itu datang dari sang istri pertama sendiri? Dalam hal ini saya memang tidak butuh perempuan waras. Saya mencari calon istri kedua Abdi di Rumah Sakit Jiwa. Saya menyasar beberapa RSJ sekaligus. Seperti ucapan saya tadi, hanya dalam waktu dua minggu, pencarian ini berhasil. Kebetulan perempuan ini cantik dan cukup terurus meskipun jiwanya sakit. Kebetulan lagi, ia hampir tak pernah lagi dikunjungi oleh keluarganya, keluarga yang membikinnya muak lebih dari para perawat dan kepala RSJ sendiri. Ia ‘tidak terlalu’ gila, menurut beberapa perawat, ia hanya gila kambuhan, ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Debora
Cicilia Oday
Cerpen
Ban Kempes
Awal Try Surya
Cerpen
Bronze
Tidak Benar Benar Terlihat
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Barang Biasa, Cerita Luar Biasa
Tresnaning Diah
Cerpen
Bronze
Jam Pulang yang Selalu Sama
Aulia umi halafah
Cerpen
(Serasa) Ngga Punya Tetangga
Amalia Puspita Utami
Cerpen
Keseharian Yang Begitu Biasa
arkanaka
Cerpen
Pelangi untuk Mentari
Dyah
Cerpen
Lovely Family
choiron nikmah
Cerpen
Counter Clockwise
Nida C
Cerpen
Bronze
Pesugihan Abah Miun
Bisma Lucky Narendra
Cerpen
Diari Raka
zain zuha
Cerpen
Serigala yang Terpisah dari Kawanan
awod
Cerpen
Bronze
D 1 AM
Andriyana
Cerpen
Bronze
A Little Secret
Brilijae(⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Debora
Cicilia Oday
Cerpen
Porter Kereta
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Topeng Keindahan
Cicilia Oday
Novel
Bronze
Kasus Langka Keluarga Nirgunaman
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Memeluk Kaktus
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Memberi Makan Anjing Betina
Cicilia Oday
Novel
Bronze
Rentang dan Rajut
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Kucing itu Merebut Kekasih Nina
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Tak Ada yang Sia-sia dalam Hidup Termasuk Menikahi Seekor Babi
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Kota Mati 2066
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Istriku dan Anjingnya
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Bunga Apa yang Kau Masukkan ke Mulutmu?
Cicilia Oday