Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Dari 0 Hingga 0
0
Suka
815
Dibaca

Hari-hari menegangkan telah berlalu. Kini seluruh murid kelas dua belas sedang pada masa pendinginan. Mereka tetap diharuskan datang ke sekolah, tetapi tidak melakukan pelajaran apapun lagi. Kerjaan mereka hanya absen, berkumpul bersama entah itu di kelas atau di kantin, dan membuat kenangan indah pada masa-masa akhirnya ini. Salah satu topik paling semangat dibahas oleh perkumpulan cewek-cewek kelas dua belas adalah soal pekerjaan dan married.

Seperti yang saat ini, di kelas XII IPS 2 cewek-ceweknya pada berkumpul membahas soal masa depan sambil makan camilan dari kantin.

"Gue sih langsung berangkat ke Amerika setelah ini. Bokap gue akhirnya setuju gue mau lanjut kuliah di sana," ujar Desi dengan raut wajah sangat bahagia sekaligus terkesan angkuh.

"Wiiiih! Keren banget temen gua!"

"Gue sih mau kuliah di dalam negeri aja, tapi pastinya tempat kuliah yang favorite, ya."

Siswi dengan rambut pendek yang terkenal paling centil itu pun menghentikan pembicaraan mereka tentang kuliah. Dialah Ola Septina.

"Udah-udah. Stop ngomongin soal kuliah. Ayolah belajar udah dua belas tahun, masa mau belajar lagi. Penat otak lo pada!" ujarnya.

Siswi berkacamata ikut bersua. "Tapi kan kuliah penting biar dapat kerjaan yang bagus. Bisa hidup enak."

"Alah. Soal hidup enak mah gampang. Cari aja suami yang kaya. Udah deh jadi ikutan kaya," sahut Ola.

Siswi dengan bandu putih tiba-tiba berdiri dengan percaya diri. "Siapa nih di antara kita yang married duluan? Yang pastinya sih bukan yang paling mau kuliah, ya. Hahah!"

"Ya pasti guelah," sahut Ola dengan percaya diri. "Gue kan udah lama pacaran sama David. Dia pasti nikahin gue abis lulus sekolah!"

Siswi dengan rambut panjang sedikit bergelombang yang sedari tadi mengunyah permen karet pun ikut menyela perdebatan mereka, namanya Rima."Udah deh, Ola. Lo jangan sok kepedean dulu. Lo sama David nggak ada apa-apanya kalau dibandingin hubungan gue sama Faldi yang udah bertahun-tahun. Dari SMP! Ecamkan tuh SMP!" cetusnya dengan percaya diri.

"Dih, si Faldi kan bukan dari kalangan orang kaya. Gimana mau langsung maried sama lo dia. Kerja dulu kali buat dapat modal hidup," cibir Ola bersedekap. Ola memang teman Rima yang paling julid dan sok iya. Pokoknya sok paling populer dan pasti menang dalam segala hal.

Rima berdecih. "Gue sih nggak kayak elo, ya. Yang cuma nuntut enaknya doang dari cowok. Gue itu cewek idaman dan setia. Gue mau kok temenin dia dari nol sampai Faldi sukses. Lo liat aja kalau nanti kami sukses. Gue bisa buktiin!"

"Mau kita buktiin nggak siapa yang bakal nikah duluan?" tantang Ola dengan senyuman miring. "Gue sih udah pasti bakal dilamar David. Secara ya ... David cinta banget sama gue dan finansial dia udah oke. Youtu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp6.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Dari 0 Hingga 0
Monacino
Cerpen
Bronze
PINTU TUA
Rohid Firmansyah
Cerpen
Yang katanya KEMBAR
Wahyu Setyowati
Cerpen
One Meal, One Story, One Movie Before Bed
Cléa Rivenhart
Cerpen
My Precious Boss
Lovaerina
Cerpen
Rangkaian Persahabatan
Lavanya Anasera
Cerpen
Pekerja Proyek
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Kepergian Yu Sekar
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Sungguhan Teman?
Glorizna Riza
Cerpen
Bronze
Sipanggaron
Muram Batu
Cerpen
Semar Mendem
hyu
Cerpen
Bronze
Saatnya
Nabilla Shafira
Cerpen
Bronze
Jam Pulang yang Selalu Sama
Aulia umi halafah
Cerpen
Guru Utara dan Selatan
Irvinia Margaretha Nauli
Cerpen
Bronze
Pekerja Kontrak
Karlia Za
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Dari 0 Hingga 0
Monacino
Novel
SECANGKIR KOPI DAN AFEKSIMU
Monacino
Novel
LILA dan BADUT LEBAH
Monacino
Novel
TRAGEDI PULAU PARANTUA
Monacino
Novel
ELOK BERDARAH
Monacino
Novel
Takdir Terindah
Monacino
Novel
Sahabat Perlu Restu
Monacino
Novel
Asmara Tahun 1998
Monacino
Skrip Film
TAKDIR TERINDAH
Monacino
Novel
SEPTEMBER
Monacino