Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Hari-hari menegangkan telah berlalu. Kini seluruh murid kelas dua belas sedang pada masa pendinginan. Mereka tetap diharuskan datang ke sekolah, tetapi tidak melakukan pelajaran apapun lagi. Kerjaan mereka hanya absen, berkumpul bersama entah itu di kelas atau di kantin, dan membuat kenangan indah pada masa-masa akhirnya ini. Salah satu topik paling semangat dibahas oleh perkumpulan cewek-cewek kelas dua belas adalah soal pekerjaan dan married.
Seperti yang saat ini, di kelas XII IPS 2 cewek-ceweknya pada berkumpul membahas soal masa depan sambil makan camilan dari kantin.
"Gue sih langsung berangkat ke Amerika setelah ini. Bokap gue akhirnya setuju gue mau lanjut kuliah di sana," ujar Desi dengan raut wajah sangat bahagia sekaligus terkesan angkuh.
"Wiiiih! Keren banget temen gua!"
"Gue sih mau kuliah di dalam negeri aja, tapi pastinya tempat kuliah yang favorite, ya."
Siswi dengan rambut pendek yang terkenal paling centil itu pun menghentikan pembicaraan mereka tentang kuliah. Dialah Ola Septina.
"Udah-udah. Stop ngomongin soal kuliah. Ayolah belajar udah dua belas tahun, masa mau belajar lagi. Penat otak lo pada!" ujarnya.
Siswi berkacamata ikut bersua. "Tapi kan kuliah penting biar dapat kerjaan yang bagus. Bisa hidup enak."
"Alah. Soal hidup enak mah gampang. Cari aja suami yang kaya. Udah deh jadi ikutan kaya," sahut Ola.
Siswi dengan bandu putih tiba-tiba berdiri dengan percaya diri. "Siapa nih di antara kita yang married duluan? Yang pastinya sih bukan yang paling mau kuliah, ya. Hahah!"
"Ya pasti guelah," sahut Ola dengan percaya diri. "Gue kan udah lama pacaran sama David. Dia pasti nikahin gue abis lulus sekolah!"
Siswi dengan rambut panjang sedikit bergelombang yang sedari tadi mengunyah permen karet pun ikut menyela perdebatan mereka, namanya Rima."Udah deh, Ola. Lo jangan sok kepedean dulu. Lo sama David nggak ada apa-apanya kalau dibandingin hubungan gue sama Faldi yang udah bertahun-tahun. Dari SMP! Ecamkan tuh SMP!" cetusnya dengan percaya diri.
"Dih, si Faldi kan bukan dari kalangan orang kaya. Gimana mau langsung maried sama lo dia. Kerja dulu kali buat dapat modal hidup," cibir Ola bersedekap. Ola memang teman Rima yang paling julid dan sok iya. Pokoknya sok paling populer dan pasti menang dalam segala hal.
Rima berdecih. "Gue sih nggak kayak elo, ya. Yang cuma nuntut enaknya doang dari cowok. Gue itu cewek idaman dan setia. Gue mau kok temenin dia dari nol sampai Faldi sukses. Lo liat aja kalau nanti kami sukses. Gue bisa buktiin!"
"Mau kita buktiin nggak siapa yang bakal nikah duluan?" tantang Ola dengan senyuman miring. "Gue sih udah pasti bakal dilamar David. Secara ya ... David cinta banget sama gue dan finansial dia udah oke. Youtu...