Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Danyang
1
Suka
33
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

“Bagaimana ini? Danyang tidak juga datang?” tanya Widi sambil terus menari dan menahan berat mahkota yang terbuat dari pucuk daun pisang kepok di kepalanya.

“Konsentrasi!” jawab Suripto, pemimpin adat suku Osing. Dia mengencangkan ikat kepala dan memberi instruksi pada penabuh gendang untuk memperkuat tenaga. “Kau jangan berhenti menari! Roh leluhur kita tidak suka penarinya banyak bicara.”

Widi menutup wajahnya kembali dengan anyaman daun pisang itu. Dia merentangkan tangan dan mulai berlenggak-lenggok mengikuti irama tetabuhan. Kesal karena kedua kakinya terus saja ditendang Suripto, ia terkulai ke tanah, bangkit lagi, terkulai lagi. Ia menjatuh-jatuhkan dirinya ke hadapan penonton agar mereka percaya bahwa ia sedang kerasukan.

Sebagai salah satu danyang, aku tidak tahan lagi. Widi bukan orang yang kucari untuk kurasuki. Dia terlalu muda untuk mati. Kau tahu, orang yang kerasukan danyang selalu berakhir dengan kematian, menjadi tumbal, agar desa ini terbebas dari marabahaya.

Petang hari, semua penonton tertawa menyaksikan Widi yang selendangnya tersangkut kakinya sendiri sehingga ia terjatuh. Di saat yang sama, aku melihat seorang kakek pemanggul kayu bakar tak terlalu berminat pada pertunjukan seblang itu. Dan kakek itu mengelap air matanya dengan sapu tangan. Mungkin, kakek itu sudah bosan hidup. 

Bulan purnama. Langit berjelaga. Listrik tiba-tiba mati… Aku teringat kejadian mengerikan itu.

Tidak. Tidak ada waktu lagi.

Kakek itu kejang sesaat setelah aku mampir ke tubuhnya. Lewat matanya yang kini berputar ke dalam, aku bisa meyaksikan orang-orang hendak menggotongku. Aku lalu terdiam beberapa detik. Dan tanganku mulai menari. Sebelum pertunjukan dibubarkan, aku lalu terhuyung-huyung membelah kerumunan, ikut menari dan menarik selendang Widi.

Gendang kembali dimainkan meski jalanan gelap gu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Danyang
Kartini F. Astuti
Novel
TUNNEL
Embart nugroho
Novel
NUMPANG HIDUP
Indra S Miraj
Novel
PERSEMBAHAN TERAKHIR
Brown Sugar
Novel
SONGKO
M A R U T A M I
Novel
Dear David
Lestari Pria Astuti
Novel
Divisi Astral
Naufal Abdillah
Cerpen
Bronze
Penjara Abadi
Christian Shonda Benyamin
Novel
Erau: Festival untuk yang Hidup dan Mati"
Muhammad Agra Pratama Putra
Cerpen
Bronze
Bidan Sofia
Christian Shonda Benyamin
Novel
Malam Takziah
Marion D'rossi
Novel
ANTARCHAYA
mahes.varaa
Novel
Gold
Fantasteen Ghost Dormitory in Tanzania
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Badan Intelijen HANTU
Ainun
Komik
Bronze
Sang Pembebas Arwah
Tethy Ezokanzo
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Danyang
Kartini F. Astuti
Novel
Ceritakan Semuanya pada Kucing
Kartini F. Astuti
Novel
Rumemo: Rumah Penghisap Luka
Kartini F. Astuti
Novel
Tanah Nganga
Kartini F. Astuti
Cerpen
Bronze
Tidak Ada Surga di Telapak Kaki Ibumu
Kartini F. Astuti