Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Claude Gueux
0
Suka
4,419
Dibaca

Claude Gueux

Victor Hugo

Gueux adalah seorang pekerja miskin yang tinggal di Paris sekitar delapan tahun yang lalu, bersama kekasih dan anaknya. Meskipun pendidikannya terabaikan, dan ia bahkan tidak bisa membaca, lelaki itu secara alami cerdas dan pintar, serta berpikir mendalam tentang berbagai hal. Musim dingin tiba dengan segala kesengsaraannya—kekurangan pekerjaan, kekurangan makanan, kekurangan bahan bakar. Lelaki, perempuan, dan anak itu kedinginan dan kelaparan. Lelaki itu menjadi pencuri. Aku tidak tahu apa yang dicurinya. Yang penting, hasilnya sama: bagi perempuan dan anak itu, ia mendapatkan roti dan kehangatan selama tiga hari; bagi lelaki itu, hukuman penjara lima tahun. Ia dibawa ke Clairvaux—biara yang sekarang diubah menjadi penjara, sel-selnya menjadi ruang bawah tanah, dan altar itu sendiri menjadi tiang hukuman. Inilah yang disebut kemajuan.

Claude Gueux, pekerja jujur ​​yang menjadi pencuri karena keadaan, memiliki wajah yang mengesankan—dahi tinggi yang sedikit berkerut karena kekhawatiran, rambut hitam yang sudah mulai beruban, mata cekung yang bersinar penuh kebaikan, sementara bagian bawahnya jelas menunjukkan ketegasan yang bercampur dengan harga diri. Ia jarang berbicara, namun ada martabat tertentu dalam dirinya yang menuntut rasa hormat dan kepatuhan. Karakter yang baik, dan kita akan melihat bagaimana masyarakat menanggapinya.

Di atas bengkel penjara terdapat seorang inspektur, yang jarang lupa bahwa ia juga seorang sipir bagi bawahannya, menyerahkan alat-alat kepada mereka dengan satu tangan, dan memasangkan rantai pada mereka dengan tangan lainnya. Seorang tiran, yang bahkan tidak pernah menggunakan penalaran sendiri; dengan ide-ide yang tidak dapat diterima; keras daripada tegas, terkadang ia bahkan bisa bercanda,—tidak diragukan lagi seorang ayah yang baik, seorang suami yang baik, sebenarnya tidak jahat, tetapi, buruk.

Dia adalah salah satu dari orang-orang yang tidak pernah bisa memahami ide baru, yang tampaknya gagal tergerak oleh emosi; namun dengan kebencian dan amarah di hati mereka, mereka tampak seperti balok kayu, panas di satu sisi tetapi beku di sisi lain. Ciri utama orang ini adalah keras kepala; dan dia sangat bangga dengan kekeras kepalaannya ini sehingga dia membandingkan dirinya dengan Napoleon,—sebuah ilusi optik, seperti menganggap nya...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
"Suatu Hari" Buku Dari Seorang Sahabat
Ganang Winaryadi
Cerpen
Bronze
Claude Gueux
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
CERITA HUJAN KOTA KEMARAU
KUMARA
Novel
Nayya dan kehidupannya
Nayya Angellyn
Skrip Film
Marriage Ark Made of Paper
Lindaw
Skrip Film
The Broken Feathers
Utep Sutiana
Skrip Film
Bid'ah Cinta (Sebuah Skenario Film)
Imajinasiku
Skrip Film
Buku Tanpa Aksara
Herman Siem
Flash
Nasihat Basi
Fadel Ramadan
Novel
Universe.
Moon
Novel
Dolce Latte
Jenn
Novel
Bu
imajihari
Novel
PEONY
Lilly Amundsen
Skrip Film
Serendipity
Salma Maydinah
Skrip Film
DIVA
Lewi Satriani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Claude Gueux
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Jenny
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Naila
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Singa dan Tikus
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Lilin Merah Tua
Ahmad Muhaimin
Flash
Perahu
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
unicorn di taman
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Prometheus, Franz Kafka; penerjemah ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Cerita Satu Sejam
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kalung
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Drupadi dan permainan besar
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
si ayam jago dan permata
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Halusinasi Staley Fleming. Cerpen Ambrose Bierce. Penerjemah: Ahmad Muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Ketukan di Gerbang Manor. Franz Kafka. Penerjemah: ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Marmoset karya Clarice Lispector penerjemah ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin