Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Thriller
Cintaku Padamu akan Selalu Bersemi
0
Suka
14
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Reith adalah mahasiswa fisika di sebuah universitas ternama di Inggris, ia pria yang sangat cerdas dan mandiri. Terbukti dari berbagai piagam serta beaasiswa kuliah S2 di Oxford yang sudah ia amankan sejak dini. Namun, kecerdasan itu tidak datang tanpa pengorbanan yang sepadan. Sejak kecil, Reith tumbuh di bawah bayang-bayang kedua orangtua yang sangat otoriter dan mendorong Reith sesuai keinginan mereka. Walau, pada akhirnya mengubah dirinya menjadi salah satu yang terpandai di dalam kelas fisika terapan.

Lebih lanjut, masa kecil Reith penuh tekanan dan desakan. Ia diwajibkan untuk mendapatkan nilai sempurna atau ia tidak akan diberi makanan selama sehari, hingga tubuhnya kurus kering dan sering masuk UKS karena pingsan saat kelas sedang berlangsung. Ini membuat pribadi Reith cenderung tertutup, bahkan teman-temannya sudah bosan mengajaknya bermain di taman sekolah.

Walau begitu, ia memiliki seorang teman dekat, bahkan rela mendampingi Reith dan satu-satunya yang menemaninya sampai ia duduk di bangku perguruan tinggi. Gadis itu adalah Dolfie, dengan rambut pendek seperti ratu Elizabeth. Ia selalu mengajak Reith makan siang, bahkan sering mengajaknya pulang bersama. Hal sekecil itu membuat Reith sangat bahagia, hingga menyebut nama Dolfie setiap minggu di dalam gereja.

Di sebuah taman yang berada di tengah kota, Reith mengajak Dolfie untuk memberikan kado ulang tahun spesial bagi Dolfie. Reith sudah memikirkan siang malam bahkan lupa untuk tidur hanya untuk mencari ide; apa yang sebenarnya Dolfie suka. Reith sudah banyak mengetahui informasi, termasuk makanan favorit, film favorit, buku, hingga tempat teater yang sering Dolfie kunjungi. Namun, ada satu hal yang mengganjal hati Reith, itu adalah sisi terdalam Dolfie sendiri. Maka terbesitlah sebuah pemikiran yang bahkan Reith tidak yakin seorang Reith akan memberikan hal itu.

Di depan air mancur dengan patung penari balet, Reith menggenggam tangan Dolfie dengan erat, ia lalu menyuruh Dolfie menutup mata dalam-dalam agar tidak merusak kejutan yang sudah disiapkan oleh Reith.

Dalam hitungan ketiga, Reith hendak memasang sebuah cincin kepada Dolfie, namun ia menyadari satu hal; kenapa ada cincin di jari manisnya. Reith mengurungkan niatnya, ia memasukkan kembali cincin itu ke dalam kotak, dan memberikan kotaknya di atas tangan lembut milik Dolfie, membuat gadis itu terkejut dan sangat senang. Ia memeluk Reith dalam-dalam, dan juga akan memberikan kabar baik yang tentunya sudah siap didengar oleh Reith.

Dolfie mengungkapkan, ia akan menikah dalam beberapa hari. Ia mengundang Reith menjadi salah satu tamu kehormatan dan tentunya tamu spesial untuk hari yang spesial itu. Bagaikan meriam yang ditembakkan ke jantung Reith, berita itu membuat Reith sangat lemas. Ia bahkan tidak mampu berdiri dengan baik dan berpegangan pada pundak Dolfie dengan dalih menepuk gembira. Reith mengusap air matanya dan bilang itu adalah air mata bahagia, tapi semua orang juga tahu, itu bukanlah sesuatu yang menggembirakan bagi sosok Reith.

Dengan hantaman sebesar itu, Reith berjanji akan datang dengan setelan tuxedo terbaik miliknya. Namun ia memiliki syarat, bahwa Dolfie yang harus memilihkan tuxedo itu. Singkatnya, Dolfie setuju dan menarik tangan Reith menuju toko baju.

Di dalam toko, Dolfie memberikan berbagai jenis dan warna yang menarik, jahitan elegan, bahkan ada setelan dari merk ternama. Sesekali Dolfie menempelkan setelan jas tersebut ke dada Reith untuk memastikan ukurannya, dengan tersenyum di depan cermin pakaian yang besar. Reith memilih salah satu, dengan warna hitam arang. Mereka menuju ke kasir, melakukan pembayaran, bahkan sang kasir menyebut mereka pasangan. Reith dan Dolfie tertawa kecil, membuat suasana makin hangat. Tidak ada yang tahu, bahkan Dolfie, tentang apa yang sedang dirasakan oleh Reith.

Kala itu Reith masih bertanya-tanya, tentang apa yang sebenarnya ia lakukan. Satu hal yang ia tahu adalah; sosok yang sangat ia cintai kali ini sudah benar-benar hilang bak tenggelam bersama Atlantis. Namun ia mengerti satu hal, satu kalimat yang jauh di dalam lubuk hatinya menggema dengan luar biasa keras. Kalimat yang sangat ingin ia utarakan di depan telinga manis milik Dolfie, sesuatu yang bisa mengubah hari di dalam hidupnya seketika—namun apakah itu yang benar-benar ia inginkan? Ketika ia menerima berbagai cercaan, hanya gadis ini yang mengajaknya pergi menikmati bagel di pinggir taman. Menggenggam tangan kurusnya berlari dengan riang di pinggir danau—melihat sepasang angsa mengukir lambang hati dengan leher dan kepalanya. Reith melihat Dolfie dari belakang, bagaimana anggunnya ia berjalan, seolah tidak ada satupun makhluk yang bisa menyamai kedamaian dirinya.

Di dalam kamarnya, hanya ada lampu dari minyak yang ia nyalakan dan hampir padam. Ia tidak menghidupkan lampu listrik walau memilikinya. Semalaman ia memandangi foto masa kecil antara dirinya dan Dolfie, gadis itu mengenakan pakaian seperti laki-laki, bahkan Reith sempat salah mengira dirinya sebagai laki-laki. Namun itu tidak masalah untuk sekarang, Reith bersumpah bahwa ia harus menyampaikan kalimat di dalam lubuk hatinya tepat di hari yang bahagia itu.

Pesta pernikahan tersebut akhirnya dimulai, dengan denting piano serta berbagai tamu yang elegan, mereka saling bersua dalam gelas-gelas bir yang terbuat dari kaca tembus pandang. Reith melihat ke sekitar, mencari di mana keberadaan Dolfie, dan langsung dicuri pandangannya oleh seorang gadis dengan gaun berwarna putih berhias renda bunga yang sangat indah. Membuat detak jantung Reith berhenti seketika, seakan dunianya hanya tertuju pada gadis tersebut, yang tidak lain adalah Dolfie itu sendiri.

Reith mendekat ke air mancur cokelat, ia mengambil cangkir kecil dan meminum cokelat itu, jelas tidak ada apa-apanya dibanding manisnya Dolfie yang sedang dibalut oleh gaun pengantin. Walau saat melihat pria di sampingnya, ia hampir muntah dan ingin melempar cangkir itu ke wajahnya.

Setelah pesta berakhir, akhirnya Reith mendekat ke arah Dolfie, ia menyalami si pengantin pria dan tentu saja menyalami Dolfie dengan senyuman hangat. Ia bangga dengan Dolfie, karena mampu menemukan pria yang sangat tampan, walau di dalam hati, Reith sangat ingin memukul dan mematahkan hidung mancung pria itu.

Tanpa membuang waktu lebih banyak, Reith berbisik pada Dolfie diam-diam. “Aku sungguh sangat bangga dan berterima kasih karena kamu sudah mendampingi dan menemaniku hingga detik ini. Aku sangat senang, sungguh, karena akhirnya kamu menikah dan menemukan pria yang menjadi idamanmu. Selamat menjalani hidup baru, dan … ada yang ingin kusampaikan kepadamu.” Reith menarik kepalanya ke belakang, tersenyum pada pengantin pria sejenak, lalu kembali berbisik kepada Dolfie.

“Aku … sebenarnya mencintaimu, aku menyukaimu, aku menyayangimu, aku menginginkanmu, dan aku sudah memilikimu bahkan sebelum pria brengsek ini ada di sisimu, aku akan selalu, selalu, selalu, selalu mencintaimu, dan kita akan selalu bersama selamanya.”

Sebelum Dolfie menyadari, darah sudah membasahi gaun pengantin berwarna putih itu. Sebilah pisau menancap, ditarik, dan ditancapkan lagi berkali-kali, hingga kemudian gadis malang itu kehilangan kesadarannya. Reith langsung didorong oleh pengantin pria, dipukuli, dan terakhir dinetralisir oleh pihak keamanan yang sedang berjaga di pesta megah tersebut.

Detak jantung Dolfie dipastikan sudah berhenti total karena kehabisan darah, bersama dengan detak jantung milik Reith yang juga sudah tertembus oleh sebuah timah panas.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Cerpen
Cintaku Padamu akan Selalu Bersemi
Heinrich Schantzfeuer
Novel
Gold
The Woman in the Window
Noura Publishing
Komik
Red String
Ananda Tsabita
Komik
SPIRIT EATER
Sofianti Anggraini
Novel
The World of Crime : Fate
Arzen Rui
Novel
Sayat
Eve Shi
Cerpen
TENTANG GRAVITASI YANG HILANG DI DESA KAMI
Rian Widagdo
Novel
Bronze
The Last Blow
Amirullah Bandu
Novel
Bronze
The Writer and The Detective (L.A. The Detective 2)
Nur Baiti (Hikaru)
Novel
Edge of the Jungle
JAI
Cerpen
Bronze
Kipas Tiga Kepala
Wafa Nabila
Novel
Love In Revenge
Cindy Tanjaya
Novel
INSIDER TRADING
Vitri Dwi Mantik
Flash
Tutup Botol
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Flash
Bertemu Klien
Roy Rolland
Rekomendasi
Cerpen
Cintaku Padamu akan Selalu Bersemi
Heinrich Schantzfeuer
Cerpen
Surat dari Penggemar
Heinrich Schantzfeuer