Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
0
Suka
47
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Langit di atas Tokyo sore itu menyiratkan nuansa lukisan cat air yang basah. Semburat jingga dan magenta perlahan larut ke dalam warna nila yang pekat, melebur ke dalam malam yang sesaat nanti datang. Dari jendela kereta Jalur Chuo, Kana memandangi gedung-gedung menyala perlahan, ribuan jendela kecil bak lilin di tengah beton, masing-masing menyimpan seribu cerita. Namun, di dalam gerbong yang berguncang lembut seperti denyut jantung kota, ia merasa seperti satu-satunya orang di dunia ini yang ceritanya telah berakhir di halaman pertama.

Sembilan belas tahun. Usia di mana dunia seharusnya terbentang serupa peta harta karun yang mendebarkan. Bagi teman-temannya, masa depan merupakan serangkaian titik cerah yang bisa dihubungkan: kelulusan, pekerjaan di Marunouchi, apartemen pertama, cinta yang baru. Bagi Kana, hidup berputar seperti lingkaran. Setiap hari menjadi gema dari hari kemarin. Bangun di apartemennya yang sunyi di Nakano, menempuh perjalanan yang sama ke kampusnya di Shinjuku, duduk di kelas sosiologi sambil berpura-pura mencatat, lalu pulang. Baginya rutinitas yang presisi dan mematikan.

Tiga tahun lalu, Ren pergi. Kata ‘pergi’ terasa terlalu sederhana, terlalu jinak untuk menggambarkan lubang hitam yang ia tinggalkan. Ren tidak pindah kota. Ia tidak meninggal dalam kecelakaan tragis. Ia hanya… menghilang. Suatu hari ia ada di sana, tertawa di sampingnya sambil berbagi es krim rasa matcha, dan keesokan harinya ia lenyap. Tidak ada pesan, tidak ada telepon, tidak ada jejak. Seolah-olah alam semesta memutuskan untuk mengeditnya keluar dari eksistensi, dan hanya Kana yang masih memegang naskah aslinya.

Angin musim gugur menyambutnya saat ia melangkah keluar dari stasiun. Dinginnya menembus mantel tipisnya, membuatnya merapatkan syal di leher. Daun-daun ginkgo keemasan menari-nari di trotoar seperti kunang-kunang yang sekarat. Ia melihat sepasang kekasih di depannya, berbagi satu payung meskipun hujan hanya gerimis tipis, jari-jari mereka bertautan. Sebuah pemandangan yang begitu biasa, namun bagi Kana, itu menjadi tusukan kecil yang tajam. Ia menunduk, mempercepat langkahn...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
ARKANA
Artina Jumnila
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Novel
Bronze
Setelah Kehilanganmu
Dila Fahira
Novel
Bronze
10 Tahun
Sri Rokhayati
Novel
Gold
Hwaiting 2 Dream Comes True
Mizan Publishing
Novel
Sejak Gulita
Putriyani Hamballah
Skrip Film
TAKDIR CINTA
ANDHIKA AKHIR PUTRA
Flash
Wisuda
Annisa Diandari Putri
Cerpen
Kereta Api
Kiiro Banana
Novel
Tangis Dalam Sepi🍁
Dian Bella Gresia Pasaribu
Flash
Bagaimana Jika Aku Menjadi Umbi-Umbian?
Jasma Ryadi
Cerpen
Katanya Rumah?
Derana Zilfa Az-Zahra Safira
Novel
THE GIRLS WORLD IN THE SIXTEEN
Zai Zai
Novel
Remains Nameless
Adinda Amalia
Skrip Film
Between two options
Rahmawati
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Cerpen
Bronze
OTAK WARISAN
IGN Indra
Novel
THE TOXIC ASSET
IGN Indra
Flash
Bronze
PAJANGAN LEMARI KACA
IGN Indra
Cerpen
Bronze
SEPERTI SALJU BULAN APRIL
IGN Indra
Flash
Bronze
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra
Cerpen
Bronze
LEIL FATTAYA
IGN Indra
Cerpen
Bronze
KAMAR 303
IGN Indra
Novel
32 HAL TENTANG KAMU
IGN Indra
Flash
Bronze
HUJAN DI BALKON SEBELAH
IGN Indra
Flash
Bronze
PURA PURA WARAS
IGN Indra
Novel
32 DETIK
IGN Indra
Novel
Bronze
MEJIKUHIBINIUEO
IGN Indra
Cerpen
Bronze
MALAM ALUNA
IGN Indra
Novel
Bronze
LANGIT KEDUA
IGN Indra