Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
0
Suka
9,604
Dibaca

Langit di atas Tokyo sore itu menyiratkan nuansa lukisan cat air yang basah. Semburat jingga dan magenta perlahan larut ke dalam warna nila yang pekat, menyerahkan dirinya pada malam yang sesaat kemudian datang. Dari balik jendela kereta jalur Chuo, Kana memandangi gedung-gedung yang menyala perlahan, ribuan jendela kecil bak lilin di tengah beton, masing-masing menyimpan seribu cerita. Namun, di dalam gerbong yang berguncang lembut bagaikan denyut jantung kota, ia menjadi satu-satunya orang di dunia ini yang ceritanya telah berakhir di halaman pertama.

Sembilan belas tahun. Usia di mana dunia seharusnya terbentang serupa peta harta karun yang mendebarkan. Bagi teman-temannya, masa depan merupakan serangkaian titik cerah yang bisa dihubungkan, kelulusan, pekerjaan di Marunouchi, apartemen pertama, cinta yang baru. Sebaliknya, bagi Kana, kehidupan berputar seperti lingkaran. Setiap hari menjadi gaung dari hari kemarin. Bangun di apartemennya yang sunyi di Nakano, menempuh perjalanan yang sama ke kampusnya di Shinjuku, duduk di kelas sosiologi sambil berpura-pura mencatat, kemudian pulang. Baginya rutinitas yang monoton sekaligus mematikan.

Tiga tahun lalu, Ren pergi. Kata pergi terasa terlalu sederhana, terlalu jinak untuk menggambarkan lubang hitam yang ia tinggalkan. Ren tidak pindah kota. Ia tidak meninggal dalam kecelakaan tragis. Ia hanya… menghilang. Suatu hari dirinya tertawa sambil berbagi es krim rasa matcha dengan Kana, dan keesokan harinya ia lenyap. Tanpa pesan, tanpa telepon, Tanpa jejak. 

Angin musim gugur menyambut Kana saat ia melangkah keluar dari stasiun. Dinginnya menembus mantel tipisnya, membuatnya merapatkan syal di leher. Daun-daun ginkgo keemasan menari-nari di atas trotoar seperti kunang-kunang yang sekarat. Ia melihat sepasang kekasih di depannya, berbagi satu payung meskipun hujan hanya gerimis tipis, jari-jari mereka bertautan. Sebenarnya itu pemandangan yang begitu biasa, namun bagi Kana, justru menjadi tusukan kecil yang tajam. Yang ia lakukan hanya menunduk, sembari mempercepat langkahnya, berharap bisa berjalan lebih cepat dari bayanga...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Novel
Gold
Baiti Jannati
Noura Publishing
Novel
Untuk Hati Yang Terluka
Wiwit Widianti
Novel
KETIKA CINTA KEMBALI
Meria Agustiana
Novel
Bronze
Memilih Senyap
Yuditeha
Flash
Sang Penyandera Rasa
Putri Amelia Solehah
Cerpen
Bronze
Wawan Hanya Melukis Telur
Dedy Tri Riyadi
Novel
Bronze
Lingkaran SMA
junedd juna
Novel
Ini tentang Luka
Indah Budiarti
Novel
Your eyes cant't lie Boss
Achmad Taufan
Novel
Drakula Bertato Celurit
Mulia Nasution
Novel
Daijoubu?
Kinarian
Cerpen
Bronze
Jika Miskin, Meski Saudara Tidak Akan Kasihan
Yovinus
Cerpen
Bronze
Dari Bully Menjadi Prestasi
Siti Nashuha
Cerpen
Bronze
Pernikahan Kedua
Siti Nashuha
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Cerpen
KAMAR NO 7 DAN AROMA LAVENDER
IGN Indra
Cerpen
SATU HATI DUA CINTA
IGN Indra
Cerpen
LANGIT YANG TAK PERNAH SAMA
IGN Indra
Cerpen
SEPERTI SALJU BULAN APRIL
IGN Indra
Cerpen
MALAM ALUNA
IGN Indra
Cerpen
SISA CINTA DITELAN FAJAR
IGN Indra
Flash
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra
Novel
SENI PERANG RUMAH TANGGA
IGN Indra
Novel
LANGIT KEDUA
IGN Indra
Cerpen
WADAH
IGN Indra
Novel
THE TOXIC ASSET
IGN Indra
Flash
REBUSAN KOSONG
IGN Indra
Flash
PAJANGAN LEMARI KACA
IGN Indra
Flash
HATI YANG TAK PULANG
IGN Indra