Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
0
Suka
11,550
Dibaca

Langit di atas Tokyo sore itu menyiratkan nuansa lukisan cat air yang basah. Semburat jingga dan magenta perlahan larut ke dalam warna nila yang pekat, menyerahkan dirinya pada malam yang sesaat kemudian datang. Dari balik jendela kereta jalur Chuo, Kana memandangi gedung-gedung yang menyala perlahan, ribuan jendela kecil bak lilin di tengah beton, masing-masing menyimpan seribu cerita. Namun, di dalam gerbong yang berguncang lembut bagaikan denyut jantung kota, ia menjadi satu-satunya orang di dunia ini yang ceritanya telah berakhir di halaman pertama.

Sembilan belas tahun. Usia di mana dunia seharusnya terbentang serupa peta harta karun yang mendebarkan. Bagi teman-temannya, masa depan merupakan serangkaian titik cerah yang bisa dihubungkan, kelulusan, pekerjaan di Marunouchi, apartemen pertama, cinta yang baru. Sebaliknya, bagi Kana, kehidupan berputar seperti lingkaran. Setiap hari menjadi gaung dari hari kemarin. Bangun di apartemennya yang sunyi di Nakano, menempuh perjalanan yang sama ke kampusnya di Shinjuku, duduk di kelas sosiologi sambil berpura-pura mencatat, kemudian pulang. Baginya rutinitas yang monoton sekaligus mematikan.

Tiga tahun lalu, Ren pergi. Kata pergi terasa terlalu sederhana, terlalu jinak untuk menggambarkan lubang hitam yang ia tinggalkan. Ren tidak pindah kota. Ia tidak meninggal dalam kecelakaan tragis. Ia hanya… menghilang. Suatu hari dirinya tertawa sambil berbagi es krim rasa matcha dengan Kana, dan keesokan harinya ia lenyap. Tanpa pesan, tanpa telepon, Tanpa jejak. 

Angin musim gugur menyambut Kana saat ia melangkah keluar dari stasiun. Dinginnya menembus mantel tipisnya, membuatnya merapatkan syal di leher. Daun-daun ginkgo keemasan menari-nari di atas trotoar seperti kunang-kunang yang sekarat. Ia melihat sepasang kekasih di depannya, berbagi satu payung meskipun hujan hanya gerimis tipis, jari-jari mereka bertautan. Sebenarnya itu pemandangan yang begitu biasa, namun bagi Kana, justru menjadi tusukan kecil yang tajam. Yang ia lakukan hanya menunduk, sembari mempercepat langkahnya, berharap bisa berjalan lebih cepat dari bayanga...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Tiket ke Neraka dari Surga
sansan954
Flash
Unspoken Truth
Farah Maulida
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Cerpen
KABUT BIRU
Kagura Lian
Novel
YANG PERNAH HILANG
ergina_eji
Skrip Film
Bakti Ayah Belia (Screenplay)
Chika Manupada
Cerpen
Bronze
Psikolog Muda The Movie
AdisCill20
Novel
Once upon a time heart breaker
fasya aditya
Flash
Bronze
Si Kecil
Moment
Cerpen
Segenggam Ikhlas untuk Autis
Nurul Wulan
Cerpen
Bronze
Orang-Orang Yang Dibuang
Rere Valencia
Novel
SEMBILU LARASATI
Erlina Ardiani
Novel
1#Cinta
yopi
Novel
Klub Merah Jambu
Ayuning Dian
Skrip Film
lius coba bener
John Doex
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Novel
SUMMA CUM BLOOD
IGN Indra
Cerpen
Bronze
TRAM TO 2037
IGN Indra
Novel
SIMPUL ARUS HITAM
IGN Indra
Cerpen
SISA CINTA DITELAN FAJAR
IGN Indra
Flash
PURA PURA WARAS
IGN Indra
Flash
BAIT KEMANDANG MALAM PURWA
IGN Indra
Cerpen
WADAH
IGN Indra
Cerpen
Bronze
LEIL FATTAYA
IGN Indra
Novel
THE TOXIC ASSET
IGN Indra
Flash
HUJAN DI BALKON SEBELAH
IGN Indra
Novel
32 DETIK
IGN Indra
Cerpen
KAMAR NO 7 DAN AROMA LAVENDER
IGN Indra
Cerpen
OTAK WARISAN
IGN Indra
Flash
Bronze
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra