Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
0
Suka
11,998
Dibaca

Langit di atas Tokyo sore itu menyiratkan nuansa lukisan cat air yang basah. Semburat jingga dan magenta perlahan larut ke dalam warna nila yang pekat, menyerahkan dirinya pada malam yang sesaat kemudian datang. Dari balik jendela kereta jalur Chuo, Kana memandangi gedung-gedung yang menyala perlahan, ribuan jendela kecil bak lilin di tengah beton, masing-masing menyimpan seribu cerita. Namun, di dalam gerbong yang berguncang lembut bagaikan denyut jantung kota, ia menjadi satu-satunya orang di dunia ini yang ceritanya telah berakhir di halaman pertama.

Sembilan belas tahun. Usia di mana dunia seharusnya terbentang serupa peta harta karun yang mendebarkan. Bagi teman-temannya, masa depan merupakan serangkaian titik cerah yang bisa dihubungkan, kelulusan, pekerjaan di Marunouchi, apartemen pertama, cinta yang baru. Sebaliknya, bagi Kana, kehidupan berputar seperti lingkaran. Setiap hari menjadi gaung dari hari kemarin. Bangun di apartemennya yang sunyi di Nakano, menempuh perjalanan yang sama ke kampusnya di Shinjuku, duduk di kelas sosiologi sambil berpura-pura mencatat, kemudian pulang. Baginya rutinitas yang monoton sekaligus mematikan.

Tiga tahun lalu, Ren pergi. Kata pergi terasa terlalu sederhana, terlalu jinak untuk menggambarkan lubang hitam yang ia tinggalkan. Ren tidak pindah kota. Ia tidak meninggal dalam kecelakaan tragis. Ia hanya… menghilang. Suatu hari dirinya tertawa sambil berbagi es krim rasa matcha dengan Kana, dan keesokan harinya ia lenyap. Tanpa pesan, tanpa telepon, Tanpa jejak. 

Angin musim gugur menyambut Kana saat ia melangkah keluar dari stasiun. Dinginnya menembus mantel tipisnya, membuatnya merapatkan syal di leher. Daun-daun ginkgo keemasan menari-nari di atas trotoar seperti kunang-kunang yang sekarat. Ia melihat sepasang kekasih di depannya, berbagi satu payung meskipun hujan hanya gerimis tipis, jari-jari mereka bertautan. Sebenarnya itu pemandangan yang begitu biasa, namun bagi Kana, justru menjadi tusukan kecil yang tajam. Yang ia lakukan hanya menunduk, sembari mempercepat langkahnya, berharap bisa berjalan lebih cepat dari bayanga...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Terimakasih, Yogyakarta...
Meyalda Jasmine Shayna
Flash
Bronze
Lelaki Pembuang Jam (Membicarakan Adam 4)
Silvarani
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Skrip Film
LANDAK TANPA PERSAHABATAN
Senna Simbolon
Novel
Empat Cangkir
Ati Raah
Novel
Bronze
Surya di Batas Senja
9inestories
Flash
Chandramaya
Donny Setiawan
Flash
Bronze
98.5 Persen Show Don't Tell
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Pak Candra
Dewi Fortuna
Novel
Hue and Flowers
Zaki Sulaiman
Novel
KETIKA CINTA KEMBALI
Meria Agustiana
Novel
Rahasia Tampah Terbang: Menghitung Takdir Bashir
Ahmed Zeyn Fedawani
Flash
Bronze
Batu Parsidangan
Silvarani
Cerpen
Bronze
Bandit Cilik
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Di Pulau Itu Setiap Hari adalah Hari Sabtu
Habel Rajavani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Novel
SIMPUL ARUS HITAM
IGN Indra
Flash
PURA PURA WARAS
IGN Indra
Novel
32 HAL TENTANG KAMU
IGN Indra
Flash
BAIT KEMANDANG MALAM PURWA
IGN Indra
Flash
HUJAN DI BALKON SEBELAH
IGN Indra
Flash
Bronze
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra
Flash
PAJANGAN LEMARI KACA
IGN Indra
Cerpen
Bronze
KOPI HITAM DAN ES TEH LECI DI PERSIMPANGAN SENJA
IGN Indra
Cerpen
Bronze
TRAM TO 2037
IGN Indra
Cerpen
SISA CINTA DITELAN FAJAR
IGN Indra
Cerpen
MALAM ALUNA
IGN Indra
Novel
32 DETIK
IGN Indra
Novel
THE TOXIC ASSET
IGN Indra
Flash
HATI YANG TAK PULANG
IGN Indra