Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
0
Suka
10,176
Dibaca

Langit di atas Tokyo sore itu menyiratkan nuansa lukisan cat air yang basah. Semburat jingga dan magenta perlahan larut ke dalam warna nila yang pekat, menyerahkan dirinya pada malam yang sesaat kemudian datang. Dari balik jendela kereta jalur Chuo, Kana memandangi gedung-gedung yang menyala perlahan, ribuan jendela kecil bak lilin di tengah beton, masing-masing menyimpan seribu cerita. Namun, di dalam gerbong yang berguncang lembut bagaikan denyut jantung kota, ia menjadi satu-satunya orang di dunia ini yang ceritanya telah berakhir di halaman pertama.

Sembilan belas tahun. Usia di mana dunia seharusnya terbentang serupa peta harta karun yang mendebarkan. Bagi teman-temannya, masa depan merupakan serangkaian titik cerah yang bisa dihubungkan, kelulusan, pekerjaan di Marunouchi, apartemen pertama, cinta yang baru. Sebaliknya, bagi Kana, kehidupan berputar seperti lingkaran. Setiap hari menjadi gaung dari hari kemarin. Bangun di apartemennya yang sunyi di Nakano, menempuh perjalanan yang sama ke kampusnya di Shinjuku, duduk di kelas sosiologi sambil berpura-pura mencatat, kemudian pulang. Baginya rutinitas yang monoton sekaligus mematikan.

Tiga tahun lalu, Ren pergi. Kata pergi terasa terlalu sederhana, terlalu jinak untuk menggambarkan lubang hitam yang ia tinggalkan. Ren tidak pindah kota. Ia tidak meninggal dalam kecelakaan tragis. Ia hanya… menghilang. Suatu hari dirinya tertawa sambil berbagi es krim rasa matcha dengan Kana, dan keesokan harinya ia lenyap. Tanpa pesan, tanpa telepon, Tanpa jejak. 

Angin musim gugur menyambut Kana saat ia melangkah keluar dari stasiun. Dinginnya menembus mantel tipisnya, membuatnya merapatkan syal di leher. Daun-daun ginkgo keemasan menari-nari di atas trotoar seperti kunang-kunang yang sekarat. Ia melihat sepasang kekasih di depannya, berbagi satu payung meskipun hujan hanya gerimis tipis, jari-jari mereka bertautan. Sebenarnya itu pemandangan yang begitu biasa, namun bagi Kana, justru menjadi tusukan kecil yang tajam. Yang ia lakukan hanya menunduk, sembari mempercepat langkahnya, berharap bisa berjalan lebih cepat dari bayanga...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
DOWNPOUR
Euis Shakilaraya
Novel
Bumi Wiyata
Nur Intan Dwi Purnama Hakim
Novel
Bronze
Terbakar Delusi
Tiwi Kasavela
Flash
Si Penghibur Ulung
NO-NAME
Flash
Bronze
Alvin dan Lagunya
Rere Valencia
Cerpen
Membatin
ImaRosyi
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Skrip Film
Blind Heart
Kartika Niman
Skrip Film
DEVIL
Donny Sixx
Flash
Bronze
Bangun Cinta
Aizawa
Flash
Arini
Ummy Wachida
Flash
Mimpi
Shofiyah Azzahra
Flash
Bronze
Anak-anak Suka Mencuri Permen
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
New Born
Moment
Flash
Bronze
Akar Belati Bunga Warna-Warni
Silvarani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Novel
SUMMA CUM BLOOD
IGN Indra
Flash
PURA PURA WARAS
IGN Indra
Flash
BAIT KEMANDANG MALAM PURWA
IGN Indra
Flash
KURSI ROTAN & SEPOTONG INGATAN
IGN Indra
Novel
32 HAL TENTANG KAMU
IGN Indra
Flash
HATI YANG TAK PULANG
IGN Indra
Cerpen
SEPERTI SALJU BULAN APRIL
IGN Indra
Cerpen
MALAM ALUNA
IGN Indra
Flash
HUJAN DI BALKON SEBELAH
IGN Indra
Novel
32 DETIK
IGN Indra
Flash
PAJANGAN LEMARI KACA
IGN Indra
Cerpen
KAMAR 303
IGN Indra
Cerpen
LEIL FATTAYA
IGN Indra
Cerpen
KAMAR NO 7 DAN AROMA LAVENDER
IGN Indra