Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Cinta Pertama dan Terakhir
1
Suka
18,342
Dibaca

Cerita ini dimulai hampir 25 tahun yang lalu, di saat kita masih sama-sama belasan tahun. Aku masih ingat ketika pertama kali aku melihat kamu. Kamu berjalan santai di koridor sekolah, melenggang, dengan tubuhmu yang menjulang. Kulitmu yang coklat, pekat, kamu berkeringat. Tipikal bocah tengil. Aku sungguh tak paham kenapa, bagaimana aku bisa begitu tertarik. Mungkin karena kamu anak baru? Kurasa bukan itu. Banyak anak baru lainnya.

Aku kaget karena tak berapa lama setelah itu, mungkin beberapa hari, kamu tiba-tiba mengham...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
TASTE OF YOUTH
Dwirulianti Midori Putri
Novel
Sweet Bitter Swiss
KOJI
Cerpen
Bronze
Cinta Pertama dan Terakhir
Aneidda
Cerpen
Bronze
Gara-Gara Becky
Nuel Lubis
Novel
Bronze
10A(n)ger Story
Ivory Gracia
Novel
Bronze
Menolak Takdir
Kinanthi (Nanik W)
Novel
40 Hari Terakhir
Nandreans
Komik
Bronze
WILL YOU GO OUT WITH ME
Farah MD
Komik
Shoes for Cinderella
Argan1209
Komik
Bronze
Konstelasi Cinta
amalia iklima putri
Skrip Film
CERITA ANGEL
Herman Trisuhandi
Skrip Film
Kau Ada Dimana?
Sofia A.
Skrip Film
SKENARIO CINTA
Mega Puji Indrawati
Skrip Film
A Trip to Your Wedding
Rahmatul Aulia
Skrip Film
UNDERAGE MARRIAGE (SERIES SCRIPT)
Ika Karisma
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Cinta Pertama dan Terakhir
Aneidda
Skrip Film
Jalan ke Awal
Aneidda
Cerpen
Bronze
Malam-Malam Wadam
Aneidda
Cerpen
Jatuh
Aneidda
Skrip Film
Malam Mencari Pagi
Aneidda
Flash
Retori Ironi Cinta
Aneidda
Flash
Mengapa Aku Sering Tak Di Sini
Aneidda
Cerpen
Bronze
Pelangi Satu Menit
Aneidda
Flash
Ledakan
Aneidda
Cerpen
Bronze
Membunuh Benci
Aneidda
Flash
Awan
Aneidda
Flash
Kerinduan
Aneidda
Novel
Bronze
Sepasang Mata Bola (Bukan Lagu Walo Banyak Nyanyinya)
Aneidda
Flash
Cafe
Aneidda
Cerpen
Jakarta, Baru-Baru Ini
Aneidda