Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Cinta Ayah
1
Suka
5,099
Dibaca

Aku menunduk dengan wajah menyesal dan kesedihan yang mendalam. Aku benci diriku, aku benci diriku ini. Aku berkali-kali memukul tubuh ku, melupakan kesakitan setiap pukulan hanya karena aku benci pada tubuh ini. Tubuh yang hanya mementingkan diri dan ego yang ga habis-habisya. Aku capek, aku lelah dengan semua ini, aku lelah. Tapi aku lebih benci pada tubuhku, benci dan sangat benci.

Aku merasakan pelukan dari belakang dan aku menoleh. Melihat sosok yang melahirkan dua puluh lima tahun dengan perjuangan yang kuat. Aku memeluknya dan menangis sangat dalam di dadanya, membenamkan wajah ke dadanya sampai pakaiannya basah karena tangisan ku yang tak tertahan. Aku juga mendengar tangisannya sambil mengusap punggung ku dengan lembut.

"Ibu, ibu. Yuni salah, ini salah Yuni ibu," gumam ku perlahan dengan anda yang sedih.

"Ga sayang, ini bukan salahmu. Ini salah ibu nak, ini salah ibu. Seandainya ibu jujur padamu akan semuanya ini ga bakalan terjadi. Maafkan ibu, maafkan ibu," ucap Ibu dengan kesedihan yang dalam dan pelukan erat dengan sesekali mencium keningku.

Aku merasakan usapan di kepala ku dan aku mengangkat kepalaku. Aku melihat sosok lelaki yang ku anggap sebagai ayah walaupun nyatanya dia hanya ayah sambung ku secara sah dalam negara. Aku menatapnya dengan kesedihan dan dia juga menatap ku dengan perasaan bersalah.

"Maafkan om, maafkan om yah. Seharusnya ini tidak terjadi, kami terlalu egois memikirkan diri kami sampai lupa ada gadis yang cantik sedang terluka pada saat yang sama. Seharusnya kami sadar bahwa apa yang kami lakukan hanya kesalahan yang sangat besar, sangat besar. Maafkan kami nak, maafkan kami," ucap Pria itu dengan nada menahan tangis dan kepedihan yang dalam.

Memang seharusnya mereka kan yang salah, mereka tidak jujur padaku selama ini sehingga membuat kesalapahaman semakin banyak dan rasa dendam. Salah merekan kan, salah mereka bukan salahku. Tapi ini salahku juga yang tidak mencari tau akan kebenaran semuanya dan membuat aku kehilangan orang yang ku cintai. Seharusnya aku mendengarkan semuanya dari kedua belah pihak, bukan hanya satu pihak.

"Permisi," panggil seorang Pria dewasa dari luar kamar dengan pakian putih dan panci di atasnya sehingga menutupi sebagian ramb...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp4.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Aku, Kamu, Kita Semua Harus Kuat!
C R KHAN
Cerpen
Bronze
Cinta Ayah
Dingu
Novel
Nurse
DIANAZ
Komik
Bronze
Mimpi ku
Novita javanese
Novel
Bank(rut) Syariah
Dania Oryzana
Novel
Dolce Latte
Jenn
Cerpen
Bronze
Nenek Food Hacker
glowedy
Novel
Sepi dan Emosi
Senna Simbolon
Cerpen
Kemboja Kelopak Empat
Suryawan W.P
Cerpen
Bronze
PEREMPUAN HISTERIS MENJELANG UBUD
Atis Dee Jay
Novel
Bronze
Lost Memories
MR Afida
Novel
Bronze
Sebelum Kita Menjadi Asing
Ezra Jo
Skrip Film
Sinar untuk Genta (Script)
Rika Kurnia
Novel
Cerita Gadis Kecil
Dini Pujiarti
Flash
Perkara Bintang yang Tak Kunjung Ditemukan
kanun
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Cinta Ayah
Dingu
Cerpen
Bronze
Aku iri padamu
Dingu
Cerpen
Bronze
Lelaki Tua
Dingu
Cerpen
Bronze
Andai Waktu Bisa diulangi Kembali
Dingu
Cerpen
Bronze
GADIS
Dingu
Cerpen
Bronze
Kenapa Dia Ayahku?
Dingu
Cerpen
Bronze
Kisah Ibu
Dingu
Cerpen
Bronze
Bintang
Dingu