Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Religi
Bronze
Cerpen Spesial Jumat: Yasin untuk Sang Mantan
1
Suka
17,330
Dibaca

"Yaasiin .... Wal qur-aanil hakim .... Innaka laminal mursaliin ..."

Suara itu lagi-lagi terdengar dari ujung lorong rumah sakit. Selepas Isya, selama Ramadan, beberapa orang suster sering melihat seorang laki-laki berjaket bomber membacakan ayat suci Al-qur'an. Ingin rasanya kedua kaki melangkah menghampirinya. Ingin rasanya kedua mata ini mengetahui siapa gerangan si pengalun ayat suci Al-qur'an itu. Jika diberi kesempatan, ingin pula rasanya mulut ini melontarkan ucapan terima kasih.

"Papa? Mau ke mana?" Aryo Suryaatmaja merasa tangannya ditarik oleh seseorang. Begitu dia melirik sikutnya, genggaman tangan anak semata wayangnya yang kemarin baru lulus SD sudah melingkar.

"Papa dengar suara itu lagi." Aryo memandang istrinya yang sudah tak sadarkan diri di atas ranjang. Dari ujung kepala sampai ujung kaki sang istri menempel berbagai alat medis. Sudah dua minggu lamanya, wanita berkepala botak itu dirawat di ruang steril khusus karena penyakit kanker payudara stadium empat. Selama itu pula, sekali-sekali, Aryo mendengar alunan surat Yaasin yang disinyalir berasal dari ujung lorong rumah sakit. Jaraknya memang tak dekat. Namun, entah mengapa, dia merasa sayup-sayup mendengarnya.

Aryo keluar dari ruang steril dengan sebelumnya melepaskan pakaian medis khusus berwarna hijau. Di saat itulah, dia langsung memergoki seseorang sedang bersandar di dinding lorong rumah sakit yang tak jauh dari pintu ruang steril. Dia mencoba mendekati dan saat itulah orang itu menyudahi bacaannya.

"Fatir?" Aryo membetulkan letak kaca matanya, menguji apakah penglihatannya benar.

"Eh, Aryo?" seorang berjaket bomber dan bertopi simbol Nike itu memasukkan buku doa yang barusan dibacanya ke dalam saku jaketnya.

Aryo menunjuk ragu, "Jadi kamu yang selama ini membaca Yasin?"

"Maaf," laki-laki bernama Fatir itu tersenyum sendu, "tapi hanya hal ini yang bisa saya berikan kepada Lena. Hmm maksudnya, dalam taraf sesama saudara...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Cerpen
Bronze
Cerpen Spesial Jumat: Yasin untuk Sang Mantan
Silvarani
Novel
Aku Ingin Kembali Ke Asal Namaku
Iir
Novel
Bronze
DATASOUL : RESONANCE OF THE OLD WORLD
Zayyem Myue
Novel
Jejak Pinus Si Bungsu
Dzulqarnain
Novel
Bronze
Untukmu Imamku
Ardita
Novel
Bronze
Ajari Aku Syahadat Cinta
Imajinasiku
Novel
Gold
Pajak Itu Zakat
Mizan Publishing
Skrip Film
Emas dan Berlian
Kuni 'Umdatun Nasikah
Novel
TAAJ
Ida Mujtahidah
Flash
Al Alaq
Vitri Dwi Mantik
Novel
Be-tween
sk_26
Novel
Bronze
TRAPPED
Sri Asrianti
Novel
Gold
Dekapan Kematian
Mizan Publishing
Novel
Gold
Kun Fayakun Kun La Takun
Bentang Pustaka
Novel
Gold
Membela Islam, Membela Kemanusiaan
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
Bronze
Tjangkir Ajah
Silvarani
Cerpen
Bronze
Cerpen Spesial Jumat: Yasin untuk Sang Mantan
Silvarani
Flash
Bronze
Dua Malam Berdua
Silvarani
Flash
Bronze
Semangkok Semesta
Silvarani
Flash
Bronze
Ditemani Pagi (Membicarakan Adam 2)
Silvarani
Flash
Bronze
Lipstik Berasap
Silvarani
Flash
Bronze
Tiga Rasa Almond
Silvarani
Flash
Bronze
Cangkir Ketiga (Membicarakan Adam 17)
Silvarani
Flash
Bronze
Pengantin Baru
Silvarani
Cerpen
Bronze
El Beso Del Final (The Last Kiss)
Silvarani
Flash
Bronze
Dementia Trip
Silvarani
Flash
Bronze
Fantasi Dini Hari
Silvarani
Flash
Bronze
Unfol My Idol
Silvarani
Flash
Bronze
Slamet Tujuh Belasan
Silvarani
Flash
Bronze
Lelaki Penghias Pohon Natal Rumahan
Silvarani