Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Religi
Bronze
Cerpen Spesial Jumat: Yasin untuk Sang Mantan
1
Suka
13,693
Dibaca

"Yaasiin .... Wal qur-aanil hakim .... Innaka laminal mursaliin ..."

Suara itu lagi-lagi terdengar dari ujung lorong rumah sakit. Selepas Isya, selama Ramadan, beberapa orang suster sering melihat seorang laki-laki berjaket bomber membacakan ayat suci Al-qur'an. Ingin rasanya kedua kaki melangkah menghampirinya. Ingin rasanya kedua mata ini mengetahui siapa gerangan si pengalun ayat suci Al-qur'an itu. Jika diberi kesempatan, ingin pula rasanya mulut ini melontarkan ucapan terima kasih.

"Papa? Mau ke mana?" Aryo Suryaatmaja merasa tangannya ditarik oleh seseorang. Begitu dia melirik sikutnya, genggaman tangan anak semata wayangnya yang kemarin baru lulus SD sudah melingkar.

"Papa dengar suara itu lagi." Aryo memandang istrinya yang sudah tak sadarkan diri di atas ranjang. Dari ujung kepala sampai ujung kaki sang istri menempel berbagai alat medis. Sudah dua minggu lamanya, wanita berkepala botak itu dirawat di ruang steril khusus karena penyakit kanker payudara stadium empat. Selama itu pula, sekali-sekali, Aryo mendengar alunan surat Yaasin yang disinyalir berasal dari ujung lorong rumah sakit. Jaraknya memang tak dekat. Namun, entah mengapa, dia merasa sayup-sayup mendengarnya.

Aryo keluar dari ruang steril dengan sebelumnya melepaskan pakaian medis khusus berwarna hijau. Di saat itulah, dia langsung memergoki seseorang sedang bersandar di dinding lorong rumah sakit yang tak jauh dari pintu ruang steril. Dia mencoba mendekati dan saat itulah orang itu menyudahi bacaannya.

"Fatir?" Aryo membetulkan letak kaca matanya, menguji apakah penglihatannya benar.

"Eh, Aryo?" seorang berjaket bomber dan bertopi simbol Nike itu memasukkan buku doa yang barusan dibacanya ke dalam saku jaketnya.

Aryo menunjuk ragu, "Jadi kamu yang selama ini membaca Yasin?"

"Maaf," laki-laki bernama Fatir itu tersenyum sendu, "tapi hanya hal ini yang bisa saya berikan kepada Lena. Hmm maksudnya, dalam taraf sesama saudara...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Cerpen
Bronze
Cerpen Spesial Jumat: Yasin untuk Sang Mantan
Silvarani
Novel
SEPULUH MAYAM SEPULUH JUTA
Daud Farma
Novel
Gold
Cinta Subuh
Coconut Books
Novel
Bukan Ayat-ayat Cinta
Nikmatul Choeriah
Novel
Sebuah Pengabdian 2
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Tidurlah di Atas Tempat Tidurku
Hadis Mevlana
Novel
Keikhlasan cinta dan doa'ku
andriani intan hidayah
Novel
Bronze
Cinta Tapi Diam
Indriastori_
Flash
ABOUT ME
Gadis Dusun
Novel
Duri Mawar
Jesslyn Kei
Flash
SANG PENDO(S)A
Risna Pramesti
Skrip Film
Messages from Sky
Diba Tesi Zalziyati
Novel
Hakikat Kesetiaan Meraih Keharmonisan
Arif Munandar
Novel
Sang Perindu Langit
lucky damara
Novel
Bukan Insan yang Baik
Wafiqah
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Cerpen Spesial Jumat: Yasin untuk Sang Mantan
Silvarani
Cerpen
Bronze
Duwa Nyawa
Silvarani
Flash
Bronze
Archimedes Law of Heartbreak
Silvarani
Flash
Bronze
Pion Kecil
Silvarani
Flash
Bronze
Valentine Setiap Hari
Silvarani
Flash
Bronze
Fantasi Dini Hari
Silvarani
Flash
Bronze
Jakarta 3 in 1 Couple
Silvarani
Flash
Bronze
Lelaki Penghias Pohon Natal Rumahan
Silvarani
Flash
Bronze
Kakak Perempuan dan Adik LAKI-LAKI (Membicaralan Adam 20)
Silvarani
Flash
Bronze
Ada yang Menunggu di Garis Finish (Membicarakan Adam 10)
Silvarani
Flash
Bronze
Let's Go, Mango!
Silvarani
Flash
Bronze
Cara Sastra Berperkara
Silvarani
Flash
Bronze
Mr. Pantofel (Membicarakan Adam 7)
Silvarani
Flash
Bronze
New York Partner in Crime
Silvarani
Flash
Bronze
30 Hari Bulan September
Silvarani