Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Cermin Diri
1
Suka
4,661
Dibaca

Bab 1: Catatan yang Mengusik

Klinik Psikiatri Dr. Rahmat Santosa adalah sebuah oase ketenangan di tengah hiruk pikuk Jakarta. Berlokasi di sebuah bangunan tua yang direnovasi apik di kawasan Menteng, tempat itu memancarkan aura profesionalisme yang hangat. Dinding berwarna krem lembut, aroma terapi yang samar, dan suara gemericik air dari kolam kecil di taman belakang, semuanya dirancang untuk menenangkan jiwa yang bergejolak. Dr. Rahmat, dengan kacamata berbingkai tipis yang selalu bertengger di hidungnya, adalah perwujudan dari ketenangan itu sendiri. Suaranya yang rendah dan menenangkan, tatapan matanya yang penuh empati, serta gestur tubuhnya yang selalu terkontrol, telah menjadi jangkar bagi banyak pasiennya yang terombang-ambing badai mental.

Pagi itu, seperti biasa, Rahmat memulai harinya dengan secangkir kopi hitam pekat dan meninjau berkas-berkas pasien. Dia duduk di meja mahoni miliknya, yang selalu rapi, hanya dihiasi sebuah lampu baca minimalis dan tumpukan jurnal medis terbaru. Udara pagi yang sejuk merasuk melalui jendela yang sedikit terbuka, membawa serta aroma melati dari taman dan samar-samar deru lalu lintas yang masih tipis.

Namun, ketenangan itu mendadak terusik ketika tangannya menyentuh sebuah map biru tua yang terasa asing di antara tumpukan berkas yang teratur. Map itu tidak memiliki label nama pasien yang jelas, hanya sebuah nomor seri yang samar tertulis di sudut kanan atas. Dr. Rahmat mengerutkan kening. Sistem pengarsipan kliniknya dikenal sangat rapi, hampir obsesif, dan map tanpa label adalah anomali. Dia mengambil map itu, membalik-baliknya, mencoba mengingat apakah ada pasien baru atau kasus khusus yang luput dari perhatiannya. Tidak ada.

Rasa penasaran mengalahkan keengganannya. Dia membuka map itu. Di dalamnya, bukan rekam medis standar atau hasil tes psikologi, melainkan seikat halaman buku catatan yang usang, dengan tulisan tangan yang rapat dan miring. Di halaman pertama, sebuah nama tertulis dengan tinta hitam pekat: Ardi.

Rahmat mulai membaca.

23 September.

Ada cermin dalam diriku. Ia menunjukkan wajah yang bukan milikku. Sebuah topeng. Aku tidak ingat kapan aku memakainya, atau siapa aku sebelum ini. Mereka bilang aku Ardi. Tapi siapa Ardi? Mengapa aku merasakan sakit ini? Mengapa tanganku selalu ingin melukai?

Napas Rahmat sedikit tertahan. Kata-kata itu begitu mentah, begitu penuh keputusasaan. Dia seorang psikiater. Dia telah membaca ribuan kasus dengan tingkat keparahan yang beragam. Namun, ada sesuatu yang berbeda dari tulisan ini. Ada getaran yang familiar, resonansi aneh yang mengguncang sesuatu di dalam dirinya.

Dia terus membaca, larut dalam dunia Ardi yang terfragmentasi. Ardi sering melukai diri, memiliki kecenderungan bunuh diri, dan mengalami delusi identitas. Dia sering merasa ada "orang lain" yang tinggal di dalam tubuhnya, sebuah entitas yang mengendalikan pikirannya, atau sebaliknya, ia sendiri yang adalah entitas lain itu. Setiap kata, setiap frasa, terasa seperti pukulan halus yang merasuk ke relung-relung kesadaran Rahmat. Ada deskripsi tentang ketakutan akan cermin, tentang suara-suara yang membisikkan instruksi, tentang rasa sakit fisik yang begitu nyata padahal tidak ada luka.

Yang paling mengusik Rahmat adalah gaya bahasanya. Ada metafora yang rumit, diksi yang puitis namun kelam, dan ritme kalimat yang terasa sangat… dia. Dr. Rahmat adalah seorang penulis di waktu luangnya. Dia suka menulis esai-esai pendek tentang psikologi manusia, ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp11.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Cermin Diri
Christian Shonda Benyamin
Novel
Gadis Bergaun Merah
JWT Kingdom
Novel
Cagak Cemani
Noor Angreni Putri Hasim
Cerpen
Bagian dalam Dirimu
liszzah
Flash
Ingatan Pertama
Panca Lotus
Novel
Akhir yang Dinanti
judizia
Flash
Siaran Langsung
heriwidianto
Flash
Bronze
Ajakan Bapak
Alfian N. Budiarto
Flash
Bronze
NYI DARSIH DEMIT TANAH JAWA UNIVERSE
Okhie vellino erianto
Skrip Film
"Misteri Dibalik Indahnya Alam Yogyakarta" (Sinopsis)
Zaki Dony Kezia Firmansyah
Novel
Gold
Fantasteen Double R
Mizan Publishing
Flash
Halo?
Esti Farida
Cerpen
Bronze
Arga
Christian Shonda Benyamin
Novel
Tonight You Belong To Me
R. Rusandhy
Novel
Gold
Fantasteen 22 Boards
Mizan Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Cermin Diri
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arga
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
#fyp Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tuan Baru
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Terkutuk
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panggilan Dari Bawah Tanah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penunggang Kuda Hitam
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Putih
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Bersama Mereka
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Imajiner Yang Nyata
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
Di Balik Tirai
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kabut Asap Pelabuhan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aroma Kopi Di Bangunan Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Galeri Lukisan Oscar
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dinding Tertawa
Christian Shonda Benyamin