Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Cermin Diri
1
Suka
1,284
Dibaca

Bab 1: Catatan yang Mengusik

Klinik Psikiatri Dr. Rahmat Santosa adalah sebuah oase ketenangan di tengah hiruk pikuk Jakarta. Berlokasi di sebuah bangunan tua yang direnovasi apik di kawasan Menteng, tempat itu memancarkan aura profesionalisme yang hangat. Dinding berwarna krem lembut, aroma terapi yang samar, dan suara gemericik air dari kolam kecil di taman belakang, semuanya dirancang untuk menenangkan jiwa yang bergejolak. Dr. Rahmat, dengan kacamata berbingkai tipis yang selalu bertengger di hidungnya, adalah perwujudan dari ketenangan itu sendiri. Suaranya yang rendah dan menenangkan, tatapan matanya yang penuh empati, serta gestur tubuhnya yang selalu terkontrol, telah menjadi jangkar bagi banyak pasiennya yang terombang-ambing badai mental.

Pagi itu, seperti biasa, Rahmat memulai harinya dengan secangkir kopi hitam pekat dan meninjau berkas-berkas pasien. Dia duduk di meja mahoni miliknya, yang selalu rapi, hanya dihiasi sebuah lampu baca minimalis dan tumpukan jurnal medis terbaru. Udara pagi yang sejuk merasuk melalui jendela yang sedikit terbuka, membawa serta aroma melati dari taman dan samar-samar deru lalu lintas yang masih tipis.

Namun, ketenangan itu mendadak terusik ketika tangannya menyentuh sebuah map biru tua yang terasa asing di antara tumpukan berkas yang teratur. Map itu tidak memiliki label nama pasien yang jelas, hanya sebuah nomor seri yang samar tertulis di sudut kanan atas. Dr. Rahmat mengerutkan kening. Sistem pengarsipan kliniknya dikenal sangat rapi, hampir obsesif, dan map tanpa label adalah anomali. Dia mengambil map itu, membalik-baliknya, mencoba mengingat apakah ada pasien baru atau kasus khusus yang luput dari perhatiannya. Tidak ada.

Rasa penasaran mengalahkan keengganannya. Dia membuka map itu. Di dalamnya, bukan rekam medis standar atau hasil tes psikologi, melainkan seikat halaman buku catatan yang usang, dengan tulisan tangan yang rapat dan miring. Di halaman pertama, sebuah nama tertulis dengan tinta hitam pekat: Ardi.

Rahmat mulai membaca.

23 September.

Ada cermin dalam diriku. Ia menunjukkan wajah yang bukan milikku. Sebuah topeng. Aku tidak ingat kapan aku memakainya, atau siapa aku sebelum ini. Mereka bilang aku Ardi. Tapi siapa Ardi? Mengapa aku merasakan sakit ini? Mengapa tanganku selalu ingin melukai?

Napas Rahmat sedikit tertahan. Kata-kata itu begitu mentah, begitu penuh keputusasaan. Dia seorang psikiater. Dia telah membaca ribuan kasus dengan tingkat keparahan yang beragam. Namun, ada sesuatu yang berbeda dari tulisan ini. Ada getaran yang familiar, resonansi aneh yang mengguncang sesuatu di dalam dirinya.

Dia terus membaca, larut dalam dunia Ardi yang terfragmentasi. Ardi sering melukai diri, memiliki kecenderungan bunuh diri, dan mengalami delusi identitas. Dia sering merasa ada "orang lain" yang tinggal di dalam tubuhnya, sebuah entitas yang mengendalikan pikirannya, atau sebaliknya, ia sendiri yang adalah entitas lain itu. Setiap kata, setiap frasa, terasa seperti pukulan halus yang merasuk ke relung-relung kesadaran Rahmat. Ada deskripsi tentang ketakutan akan cermin, tentang suara-suara yang membisikkan instruksi, tentang rasa sakit fisik yang begitu nyata padahal tidak ada luka.

Yang paling mengusik Rahmat adalah gaya bahasanya. Ada metafora yang rumit, diksi yang puitis namun kelam, dan ritme kalimat yang terasa sangat… dia. Dr. Rahmat adalah seorang penulis di waktu luangnya. Dia suka menulis esai-esai pendek tentang psikologi manusia, ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp11.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Cermin Diri
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
Nenek di Balik Cermin
Nyaa ko
Novel
Bronze
Sesal
an sanaz
Novel
Bronze
Are You Ready?
Naia Novita
Novel
Gold
HARU MAHAMERU
Falcon Publishing
Novel
Bronze
6nam
Nikodemus Yudho Sulistyo
Cerpen
Bronze
Misteri Kampung Mati dan Hantu Berang-berang
Habel Rajavani
Flash
Bronze
Gadis Bersenandung
Sunarti
Flash
Hutan Angker
Nunik Farida
Cerpen
Bronze
Hidup Di Dunia Lain
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Menjadi Tua, Lalu Luka
Fazil Abdullah
Flash
Bronze
Petuah Nenek
Alfian N. Budiarto
Novel
Bronze
LEUMPEUH YUNI (Ketika Tubuh Manusia Disalahgunakan)
Papp Tedd
Novel
Bronze
RUWAT ~Novel~
Herman Sim
Novel
NANDANA
Shinbul
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Cermin Diri
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Hidup Di Dunia Lain
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Elara
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bus Senja
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penjara Abadi
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Sudut Mata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Atau Dia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Batas Senja Berbisik
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pusaka Naga Hitam
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Catatan Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Main Di Tengah Malam
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kutukan Polaroid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bunker Jepang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Indigo
Christian Shonda Benyamin