Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Cerita Pinggiran: #1 Obrolan Tetangga
2
Suka
11,875
Dibaca

Prolog

Jakarta….

Kota yang selalu menjadi kota kejam yang tetap menjadi incaran semua kalangan dari daerah manapun di Indonesia. Tempat untuk merantau dan mengadu nasib, meskipun kesempatan berhasil untuk sukses tidak begitu besar.

Dibalik hingar bingar Jakarta yang identik dengan kota yang (hampir) tidak pernah tidur, tersimpan kisah yang berada di pinggiran kota. Ya…perkampungan dalam kota. Disanalah, banyak pemimpi baik itu warga asli maupun pendatang yang masih berjuang menghadapi kerasnya Jakarta, dan masih berusaha untuk bisa membuktikan kalau mereka bisa menaklukkan kota kejam ini. Perjuangan mereka tidak hanya bekerja keras, namun berjuang menghadapi rintangan di sekitar mereka, supaya bisa tetap survive dalam keadaan tertentu. Mereka yang hidup di pinggiran, terus mengejar mimpi tanpa lelah. Bahkan, sampai rela melakukan apa saja demi mewujudkan mimpi mereka, yang tidak tahu kapan akan terwujud.

Keberuntungan bisa datang dengan cara apapun untuk penduduk yang tinggal di perkampungan ini, bahkan caranya tidak terduga. Ada juga yang sudah lama tinggal di perkampungan ini, namun baginya tidak cukup untuk membuat gunjingan dan hasutan. Lalu, ada yang berusaha menghidupi keluarga kecilnya dengan segala cara untuk bisa bertahan hidup. Ada yang awalnya hidup berkecukupan, namun mencoba bangkit lagi dengan usaha yang dirintisnya di perkampungan ini walaupun terpaksa. Dan masih banyak lagi cerita lainnya di kehidupan perkampungan ini.

Mungkin, ada kalanya kita membaca cerita dibalik pinggiran Jakarta, walaupun kita semua ingin mendambakan kehidupan layak seperti cerita kebanyakan orang tentang Jakarta yang disebut: Kota Sejuta Mimpi.

Namun, tetap saja Jakarta selalu dibilang sebagai:

‘Kota Kejam Kesayangan.’

Cerita pertama dimulai dari seorang ibu muda dengan anak perempuannya. Mereka baru pindah, namun justru mendapat gunjingan dari warga di sekitarnya karena menjadi ibu tunggal. Padahal, mereka tidak tahu, gunjingan itu bisa menjadi masalah besar yang akan diterima salah satu warga yang mengkonfrontasi sang ibu tunggal ini.

Jadi berhati-hatilah dalam berucap, apalagi berucap dengan asumsi semata.

_______

“Bunda, kok kita tinggal di rumah kayak gini sih?”

Seorang gadis kecil berusia sekitar 7 tahun itu menanyakan kepada ibunya, kenapa mereka harus pindah ke kontrakan kecil 2 petak. Sang anak pun terlihat bermuka masam, karena ekspresinya menandai kalau di...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp8.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Ketika Tanpamu Aku Tak Sanggup
Rudy
Flash
Sisa Siang
Jasma Ryadi
Flash
Asa dalam Suara
Rumpang Tanya
Cerpen
Bronze
Cerita Pinggiran: #1 Obrolan Tetangga
Diaksa Adhistra
Novel
The Escaped Wife
Aditya Prajana Putri Prasetyowati
Flash
Bronze
Marmoset karya Clarice Lispector penerjemah ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Novel
I can see Your voice
Venesa Sheeny Kumolontang
Cerpen
Bronze
Pelacur yang Menangis Ketika Mendengar Azan di Mekkah
Habel Rajavani
Novel
Bronze
Ilusi Lusi ~Novel~
Herman Sim
Skrip Film
Rainbow In My Love
ArsheilaW
Cerpen
Bronze
Rahim Kupu-Kupu Malam
Devie Yunita Putriana
Novel
Jawara 98 Hari
Gwen Annabel L. Tobing
Novel
Perempuan Rantau
Kikiiut
Flash
Dia Ada
Wardatul Jannah
Flash
Bronze
Biar Bagaimanapun, Dia Tetap Papa Kamu
Nuel Lubis
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Cerita Pinggiran: #1 Obrolan Tetangga
Diaksa Adhistra
Novel
Bronze
"Tuhan, Aku Capek..."
Diaksa Adhistra
Skrip Film
Seekor Sahabat
Diaksa Adhistra