Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Cegukan
0
Suka
5,058
Dibaca

Cegukan yang tiba-tiba dialami Sopan di depan toko waralaba membuat dia mencak-mencak enggak keruan. Seorang tukang parkir perempuan paruh baya agak setengah waras menatap Sopan dengan sorot mata curiga. Kecurigaan Suprani bukan tanpa alasan. Alasan terkuat nan utama Suprani adalah mengenai bagaimana menjaga wilayah parkir yang sudah dikuasainya beberapa tahun tidak lepas dari tangannya hanya akibat sepele, yakni cegukan Sopan. Lain lagi dengan sorot mata Sombrong, suami Suprani; matanya menatap wajah Sopan dengan kosong melompong seakan-akan ingin memberitahukan bahwa isi otaknya pun kosong sekosong tatapan matanya kepada Sopan yang masih saja cegukan sambil berjalan disela umpatannya, mendorong pintu masuk toko.

Suprani segera berjalan mendekati suaminya. “Pak, Pak....”

Usai membimbing satu motor dengan selamat masuk ke ruas jalan raya, Sombrong lekas berlari kecil menjingkat-jingkat sambil mengulurkan selembar uang dua ribuan kepada Suprani. “A, a, apa?”

“Hati-hati sama orang itu.” Suprani menerima dua ribuan itu lalu memasukkan ke dalam saku celananya sementara mulutnya menguncup untuk menunjuk tubuh Sopan yang sesekali menghilang terhalang oleh rak-rak toko.

Sombrong agak lama terdiam, mencerna omongan Suprani. Masih dia terdiam berusaha memutar isi otaknya. “A, a, apaan, sih, Pra, maksud lo?” Matanya sekali menemukan tu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp3.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Cegukan
Andriyana
Cerpen
Sebuah Karya Tanpa Jiwa
fotta
Cerpen
Bronze
The Untold Truth
blank_paper
Cerpen
Bronze
Tumbler Yang Tertukar
Novita Ledo
Cerpen
Harapan Yuna dan Yuni
Mutia Ramadhanti
Cerpen
1/2 Nakal & 1/2 Polos (Tetangga Ku)
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
[The Other Me] Dibalik Topeng Om Badut
Pejandtan
Cerpen
Bronze
panana paapa nanaada panapapana
Marhaeny Benedikta
Cerpen
Bronze
AKU INGIN MENJADI PRIA KAYA
Sia Bernadette
Cerpen
Bronze
JALAN PULANG
Bie Farida
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh Part-6
Munkhayati
Cerpen
Toko Penjual Waktu Luang
Prasetya Catur Nugraha
Cerpen
Bronze
Retak Yang Tak Terlihat
Nuniek Sobari
Cerpen
Bronze
KASIH PUTIH DARI HINDUSTAN
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Satu Hari Tanpa Ponsel
Wahyu Hidayat
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Cegukan
Andriyana
Novel
Bronze
Plung!
Andriyana
Flash
Bronze
Microwife
Andriyana
Novel
Bronze
Kucing Hitam Putih
Andriyana
Flash
Bronze
Si Kepala Berasap
Andriyana
Flash
Bronze
Pilot
Andriyana
Cerpen
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
Andriyana
Flash
Bronze
Kedinginan
Andriyana
Flash
Bronze
Sosok Bapak
Andriyana
Flash
Bronze
Apa Makna Hujan Bagimu?
Andriyana
Novel
Bronze
Sekisah tentang Mualim dengan Fatimah
Andriyana
Cerpen
Bronze
Dua Kisah dalam Satu Taring
Andriyana
Cerpen
Bronze
Berlari dari Kematian
Andriyana
Cerpen
Bronze
Burung-Burung Itu Tak Berkata Lagi
Andriyana
Flash
Bronze
Monyet Bersayap Kupu-kupu
Andriyana