Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Catatan Tua
0
Suka
7,443
Dibaca

Arga terbangun. Punggungnya terasa nyeri, kepalanya berdenyut, dan di sekitarnya, keheningan terasa seperti jerat yang mencekik. Bau karat dan lumut menguar dari dinding-dinding batu yang dingin dan lembap. Kabut tebal menyeruak dari jendela-jendela tinggi yang berjejer, meresap ke dalam ruangan seperti napas raksasa yang dingin. Arga memijat pelipisnya. Ingatan akan kecelakaan itu kembali, tajam dan menyakitkan.

Kecelakaan itu terjadi di tengah malam. Hujan deras, jalanan licin, dan sebuah truk yang datang dari arah berlawanan entah bagaimana kehilangan kendali. Saat ia tersadar, mobilnya sudah ringsek, teronggok di pinggir jalan seperti kaleng sarden yang penyok. Di sampingnya, istrinya, Aura, terbaring tak bergerak. Wajahnya yang damai, rambutnya yang basah, dan mata yang tertutup rapat, semuanya masih jelas terukir dalam ingatan Arga. Itulah gambaran terakhir yang ia lihat dari istrinya.

Setelah kecelakaan, Arga memutuskan untuk pindah. Ia tidak sanggup lagi tinggal di rumah lamanya, di mana setiap sudut, setiap celah, dan setiap perabotnya berteriak-teriak tentang kehadiran Aura. Ia membutuhkan tempat baru, tempat yang kosong, tempat yang tidak memiliki kenangan. Dan di sinilah ia sekarang, di sebuah rumah tua di pinggir kota yang nyaris tak berpenghuni. Rumah itu didapatnya dari seorang agen properti yang menawarkan harga sangat murah. Kata agen properti itu, pemilik sebelumnya sudah meninggal dan tidak ada ahli waris.

Rumah itu jauh dari kata nyaman. Dinding-dindingnya mengelupas, lantai kayunya berderit, dan banyak sarang laba-laba yang tergantung di sudut-sudut ruangan. Kabut tebal selalu menyelimuti hutan di sekelilingnya, menciptakan suasana yang suram dan mencekam. Namun, Arga menyukainya. Ia merasa bahwa suasana suram itu selaras dengan perasaannya.

Hari-hari Arga berlalu dengan monoton. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya di perpustakaan kecil di rumah itu, dikelilingi oleh buku-buku tua yang berdebu. Suatu sore, saat ia sedang membersihkan rak buku di sudut ruangan, ia menemukan sebuah kotak kayu kecil yang tersembunyi. Kotak itu tidak terkunci. Di dalamnya, ia menemukan sebuah buku harian tua. Halaman-halamannya yang menguning terlihat lusuh, dan sampulnya sudah sobek di beberapa bagian.

Rasa ingin tahu yang begitu kuat mendorongnya untuk membuka buku harian itu. Awalnya, ia tidak menyadari apa yang ia baca. Ia hanya membaca tulisan tangan yang indah, dengan kalimat-kalimat yang puitis dan mengalir. Namun, semakin ia membaca, semakin ia menyadari bahwa buku harian itu bukanlah buku harian biasa. Itu adalah catatan dari seorang psikopat.

Pemilik buku harian itu menceritakan obsesinya pada kecantikan wanita. Ia mendeskripsikan betapa indahnya mata wanita saat menatapnya, betapa lembutnya rambut mereka saat dipegang, dan betapa merdunya suara tawa mereka saat ia membuat lelucon. Ia menggambarkan wanita-wanita itu sebagai “karya seni” yang harus diabadikan, harus disimpan selamanya, sehingga kecantikan mereka tidak akan pernah pudar.

Deskripsi itu membuat Arga merinding. Ia menyadari bahwa “mengabadikan” yang dimaksud bukanlah dalam arti yang positif. Pemilik buku harian itu menceritakan dengan rinci bagaimana ia menculik wanita-wanita itu, bagaimana ia menyiksa mereka, dan bagaimana ia akhirnya membunuh mereka. Ia menggambarkan pembunuhan-pembunuhan itu sebagai sebuah “ritual” yang sakral. Ia menceritakan bagaimana ia menguliti kulit mereka, memisahkan tulang-tulang mereka, dan menyatukan kembali potongan-potongan tubuh mereka menjadi sebuah “karya seni” yang sempurna.

Arga merasa mual. Ia merasa tangan...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp16.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Catatan Tua
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
SUMI
Nimas Rassa Shienta Azzahra
Cerpen
Bronze
Lulun Samak
Zee Lesta
Novel
Bronze
Kuda Bisik~Novel~
Herman Sim
Novel
Gold
Fantasteen Ghost Dormitory in Alaska
Mizan Publishing
Novel
Wuri: Kutukan Wewe Gombel
Roy Rolland
Cerpen
MURDER OF STEPBROTHER
indahitusenja
Cerpen
Bronze
Rahasia Jurang Sempit Macarge
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Joni
Xavier Benedick
Novel
Bronze
Deso pager lawang
Ciplukzz
Novel
Bronze
WINDY ... IS CALLING
Herman Trisuhandi
Cerpen
Bronze
Bonsai Tangisan
Nuel Lubis
Novel
Gold
AGNOSIA
Mizan Publishing
Flash
Bronze
RUMAH DUKA ELISABETH
Okhie vellino erianto
Cerpen
Bronze
TAMU TERAKHIR
Mxxn
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Catatan Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jumat Akhir Bulan Juli
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Teman Kamar Yang Kasat Mata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kaca Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kuncup Bunga Ungu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bus Senja
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Anatomi Bayangan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Sudut Mata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang - Bayang Kaktus Berdarah Seri 01
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Putih
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Petak Umpet Maut
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jalan Buntu 404
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Radio Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Luka Di Kota Tua
Christian Shonda Benyamin