Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Catatan Si Gelas Retak
0
Suka
975
Dibaca

1: Hari Ketika Kursi Itu Kosong

Panggilan itu datang pukul sembilan lewat tiga belas menit.

Tulmok tahu jam itu terlalu rapi untuk kabar baik.

Ruang HRD tidak berubah sejak sepuluh tahun lalu. Dinding krem, meja kayu mengilap, dan jam dinding yang berdetak terlalu keras untuk ruangan sekecil itu. Di seberang meja, Rina—perempuan muda dengan blazer abu-abu—tersenyum tipis. Senyum yang sudah dilatih untuk terdengar manusiawi.

“Mas Tulmok… terima kasih sudah meluangkan waktu.”

Tulmok mengangguk. Tangannya bertaut di pangkuan. Ia sudah duduk di kursi ini sebelumnya untuk mengurus cuti, klaim kesehatan, serah terima jabatan. Tapi hari ini kursi itu terasa lebih rendah.

“Kami ingin menyampaikan keputusan manajemen,” kata Rina, suaranya datar, rapi.

“Ada efisiensi. Restrukturisasi.”

Tulmok menunggu. Ia tidak menyela. Senior mengajarkannya satu hal: jangan memotong kalimat yang sudah diputuskan.

“Mulai akhir bulan ini, posisi Mas Tulmok kami akhiri.”

Kalimat itu jatuh pelan. Tidak menghantam. Justru karena pelan, ia meresap.

Tulmok menghela napas pendek.

“Jadi… saya selesai?”

Rina mengangguk.

“Kami sangat menghargai kontribusi Mas selama ini.”

Kontribusi. Kata yang sering dipakai untuk mengucapkan selamat tinggal tanpa rasa bersalah.

Tulmok tersenyum kecil.

“Baik.”

Tidak ada protes. Tidak ada marah. Hanya satu pertanyaan yang keluar, nyaris otomatis.

“Hari ini saya masih boleh duduk di meja saya?”

Rina tampak ragu sepersekian detik.

“Boleh. Tapi akses kartu akan kami nonaktifkan sore ini.”

Tulmok mengangguk lagi. Ia berdiri, menjabat tangan Rina, lalu keluar. Langkahnya t...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Catatan Si Gelas Retak
Best Siallagan
Cerpen
Mencintai Dalam Sunyi
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
Peneliti Negeri Sipil
spacekantor
Cerpen
Sepenggal Zaman Terhenti di 2025
Ryan Esa
Cerpen
Bronze
The Untold Truth
blank_paper
Cerpen
Kamu Sudah Dicus
Mambaul Athiyah
Cerpen
Seorang Bapak di Jembatan Penyeberangan
Trippleju
Cerpen
Bronze
Penjual Doa
Titin Widyawati
Cerpen
Joko Delivery
Mus'ad Firdaus
Cerpen
Bronze
Pisang Goreng
De Lilah
Cerpen
Bronze
Jeritan Ray
Desynata Purnamasari
Cerpen
Esok Masih Akan Terus Berjalan
Rein Senja
Cerpen
Bronze
Saling Merindu
Dewi Fortuna
Cerpen
Bronze
Tuleh Laju
Ayu S Sarah
Cerpen
Bronze
Lembar Catatan dari Pelabuhan Sunyi
Tourtaleslights
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Catatan Si Gelas Retak
Best Siallagan
Cerpen
Bronze
Lelaki Tua di Serambi Makam
Best Siallagan
Flash
Bronze
Setitik Noda di Pualam Putih
Best Siallagan
Cerpen
Bronze
Saya, Ayah dan Waktu
Best Siallagan
Novel
Suamiku Menikahi Adikku
Best Siallagan
Novel
Bronze
Mantan Suami Ingin Rujuk Setelah 3 Tahun Bercerai
Best Siallagan
Flash
Bronze
Pelampung Terakhir
Best Siallagan
Novel
Bronze
Telur Dadar Spesial
Best Siallagan
Flash
Bronze
Pria Dalam Lemari
Best Siallagan
Flash
Bronze
Misteri Kematian Besok
Best Siallagan
Novel
Bronze
Reinkarnasi Sang Dokter
Best Siallagan