Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Cangkul yang Tidak Pernah Merdeka
Cerpen oleh Prasetya
Tanah ini milikku,
kata bapak kepada langit yang tak menjawab.
Cangkul ini milikku,
katanya kepada pagi yang selalu datang terlalu cepat.
Tapi mengapa,
setiap kali panen tiba,
yang kenyang selalu orang lain?
Merdeka, katanya.
Lalu ia kembali membungkuk,
mencangkul tanah yang katanya miliknya sendiri.
• • •
Setiap pagi, sebelum matahari menyentuh punggung bukit, Marno sudah berada di sawah. Ia berjalan menyusuri pematang yang licin oleh embun, sarung yang disampirkan di bahu, dan cangkul yang dipanggul seperti seorang prajurit memanggul senapan. Ayam-ayam tetangga baru mulai berkokok ketika Marno sudah membalik gumpalan tanah pertama, dan uap tipis mengepul dari mulutnya di udara yang masih dingin.
Namanya Marno. Usianya lima puluh delapan tahun. Tangannya kasar, kukunya selalu menyimpan tanah, dan di rumahnya tergantung sebuah cangkul tua yang gaga...