Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Perang terus berkecamuk. Tak ada jeda, bahkan untuk sembahyang sejenak. Konfrontasi terus mengalir dalam waktu yang sudah sangat panjang. Mati atau mematikan, hanya itu pilihanya.
“Yudha, awas!” Teriakan Arya yang melihat busur panah banyak menghujani area termpurnya. Melihat teriakan sang kakak, Yudha berlari, berguling, lalu mengangkat perisainya.
Tak tak tak tak! Panah-panah itu terpental. Yudha selamat dari bidikan lawan.
“Huft,” Yudha terpogoh...