Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Sejarah
Bronze
Cahaya antara Hebrides
1
Suka
281
Dibaca

Langit di atas Kepulauan Hebrides tidak pernah benar-benar melepaskan warna kelabunya. Awan menggantung rendah, seolah-olah sedang menghisap sisa-sisa hangat mentari sebelum ia sempat menyentuh bumi. Di bawah tebing curam yang memisahkan daratan dengan amarah Atlantik, dentingan palu besar beradu dengan baja menciptakan irama yang konstan—detak jantung bagi klan MacLean.

​Lachlan MacLean, pemuda setinggi 188 cm dengan bahu selebar pintu gerbang benteng, berdiri di depan tungku yang membara. Janggut merahnya yang rapi tertutup jelaga tipis, namun mata biru pucatnya tetap jernih, menatap lelehan logam dengan ketenangan yang bagi orang-orang Highlands, terasa tidak alami. Di usianya yang kedua puluh tiga, ia bukan sekadar putra pandai besi; ia adalah tangan...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Cerpen
Bronze
Cahaya antara Hebrides
Nour araa
Cerpen
Bronze
Antara Utara dan Selatan
Silvarani
Novel
Bangka Undercover: Anak Tambang
Tri Prasetio
Novel
NEGERI CICILA
NUN
Cerpen
Bronze
Maaf Malam Minggu ini Aku di Lubang Buaya, Sayang
Silvarani
Flash
Salah - Benar?
Drew Andre A. Martin
Novel
Rumah yang Memanggil Pulang
Ratri Astutiningtyas
Novel
Elysium lustful sovereig
djhexca
Novel
Days In Blue Moon
Tegrid Chintya Ifareyne Rauf
Cerpen
Bronze
Ayah Selalu Dikejar Anjing
Lian lubis
Novel
Gold
Digital Nation Movement
Bentang Pustaka
Flash
Bronze
Pesan Sang Kaisar
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
ANDARU: TRAGEDI 1998
Arum faizatul umami
Cerpen
Adalah Suatu Kehormatan
Adinda Amalia
Novel
Bronze
Inikah Rasanya Kehilangan
Okhie vellino erianto
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Cahaya antara Hebrides
Nour araa
Novel
Turned Back : The Crusader
Nour araa
Cerpen
Di Bawah Hujan Andalusia
Nour araa
Cerpen
Bronze
Kiblat Di Tanah Tak Bertuan
Nour araa
Cerpen
Bronze
Cahaya Munchen : Ketika Hidayah Menemukan Rumahnya
Nour araa