Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Buruh di Tanah Sendiri
2
Suka
28,046
Dibaca

Orang terakhir yang dilihat Johan adalah kumpulan manusia bertampang marah. Beberapa dari mereka berdarah. Beberapa dari mereka meringis. Tak ada yang tertawa.

“Aku tak menyesal meski kehilangan mata karena aku suka bersama mereka. Mereka yang memperjuangkan tanah kami, tanah leluhur kami …,” Johan berkata sambil memegang matanya yang menyipit. Kulit di kelopak matanya menyatu, tak ada ruang untuk bola mata yang tak berfungsi lagi untuk mengintip.

Kemudian, Johan bercerita, kisah sepuluh tahun yang lalu. Kumpulan orang yang terakhir dilihatnya itu menyatu. Berbaris tanpa aturan. Johan tak bisa menahan diri untuk tidak bergabung. Dia punya kepentingan. Tanah leluhurnya akan diambil alih.

Sebagai bapak sat...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
StarLight
Vidharalia
Novel
Ketika Kau Tak Bersama Siapapun
Ayeshalole
Novel
Bronze
Perjalanan Menghapus Noda
Cindy Cecillia
Novel
Jujurnya Kayu
Ahmad Sabiq Hamizan
Flash
Bronze
Mom's Precious Flower
Damia Nur Shafira
Flash
PURA PURA WARAS
IGN Indra
Cerpen
Bronze
Buruh di Tanah Sendiri
Muram Batu
Novel
Rayla
Rivaldi Zakie Indrayana
Novel
Bronze
Tikus-Tikus Dalam Otakku
Rifan Nazhip
Skrip Film
Short Film Script Volume III
Yorandy Milan Soraga
Flash
Bronze
THANK YOU FOR YOUR LOVE
Nisa
Novel
Darkpunzel
Art Fadilah
Novel
Bronze
Gone
jingria_jk
Flash
Andai Aku Bisa
Ralali Sinaw
Flash
Binar
Seto Yuma
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Buruh di Tanah Sendiri
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Tengkorak Kakek di Makam Pahlawan
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Kisah yang Diakhiri dengan Kata Maki
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Panau Jawa
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Sipanggaron
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Nujum
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Restaurant Jang Kie
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Tuah Kumis Tikus
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Kerah Baju dan Balon Ungu
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Rencana
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Dilarang Berharap pada Gigi Palsu
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Dongeng Pulau Merah dan Pengarangnya
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Atas Nama Anjing
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Sejakartanya Jakarta
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Masjid Pensiunan
Muram Batu