Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Bunga yang Tak Sempat Mekar
8
Suka
13,297
Dibaca

Pontianak, 2015

 

Surat itu seharusnya ikut terkubur bersama perang, tapi sore itu cucuku menemukannya dari balik anyaman bambu tua.

Lusuh, beraksara Jepang, dan berbau lembap seperti kayu tua.

 

“Watashi wa ikite iru toki ni, jibun no inochi o seotte. Kimi no tame ni shinda.”

[Aku hidup dengan menanggung nyawaku sendiri. Tapi mati demi hidupmu.]

 

Zalya terdiam. Matanya membasah, tangannya menggenggam kertas itu erat. Tidak semua orang seusianya mampu memahami luka yang diwariskan generasi sebelumnya, tapi sore itu aku melihatnya—perasaan yang tak bisa diwariskan lewat kata, hanya lewat air mata.

 

“Zalya…” suaraku tertahan, tapi ia tidak menoleh. Bibirnya bergetar.

 

“Aku cuma… kenapa semua ini kayak baru sekarang terbuka, Ojii-san? Kenapa nggak dari dulu?”

 

Aku diam. Panggilan itu—Ojii-san, yang berarti kakek—mengingatkanku pada satu nama lain yang dulu dipanggil dengan gelar yang sama. Seseorang yang tak pernah sempat merasakan cucu memeluknya sambil memanggil “Ojii-chan”, seperti permintaannya dulu.

 

Okaa-san berjalan pelan ke arah kami, memegang sebuah bingkai foto usang. Napasnya lambat, suaranya nyaris bisikan.

“Surat-surat itu… dia sembunyikan. Dan dia memberitahu tempatnya, malam sebelum ia pergi.”

 

Matanya menatap jauh, seolah kembali ke hari dua generasi lalu—hari ketika sejarah dipisahkan oleh laut, perang, dan cinta yang tak bisa pulang.

 

Tangis Zalya jatuh membasahi tulisan tangan yang mulai pudar. Dan tangis itu… bukan tangis biasa. Itu jeritan jiwa.

 

Aku menatap surat itu sekilas. Aku tahu surat itu. Bahkan sebelum...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
Bunga yang Tak Sempat Mekar
Desy Cichika
Novel
Mambangkik Batang Tarandam
Tesya Ridal
Skrip Film
Si Kaki Besi
Mira Herani
Skrip Film
Gue Anak IPA
Gading A
Cerpen
Bronze
MELODEATH: COMA
Bie Farida
Flash
Hipokrit
pelantunkata
Cerpen
Harmonika Penghubung (kenali dirimu dan aku)
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Bronze
Daun Jati
Sulistiyo Suparno
Novel
Renaya
chelsea putri ranu
Novel
Sejarah Jatuhnya Dua Hati
Awwall Elsyahidand
Flash
Upacara pagi pancasila
Rizky aditya
Komik
Hari-Hari Ario (eps. 12 dst)
Faith person
Novel
Bui Ibu
G. A. Puspagathy
Novel
Bronze
Mahar Untuk Deevika
Imajinasiku
Flash
Tiga Botol yang Tersesat
Arba Sono
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Bunga yang Tak Sempat Mekar
Desy Cichika
Novel
Bronze
Asisten Dokter: Pengganti Tugas Nyonya
Desy Cichika
Novel
Bronze
Renji-Senara: Forbidden Bloom
Desy Cichika
Cerpen
Bronze
Error 404, Identity Not Found
Desy Cichika
Novel
Bronze
We Were Never Really Over
Desy Cichika
Flash
Bronze
Reuni
Desy Cichika
Novel
Bronze
Pretty Boy for Sheana
Desy Cichika
Novel
Suamiku, Teman Nongkrong Ayah
Desy Cichika