Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Bulan Separuh Keranjingan Bercerita
1
Suka
98
Dibaca

Dari Kakek, Bapak mendapatkan kisah tentang perempuan yang pernah menempati rumah di ujung desa di pinggir sungai. Kemudian, Bapak menceritakannya lagi kepada Ruji, kakangku.

Sore itu selepas Salat Asar dengan ditemani kopi hitam, kami berdua duduk mengobrol di teras rumah.

"Kamu masak belum pernah dengar cerita tentang rumah itu?"

Kujawab, "Mendengar selentingan cerita itu ya pernah, Kang. Cuma ..., kok, kesimpulan dari semua yang saya dengar itu mengarah ke bebegig."

Sontak Kang Ruji terbahak, sedangkan saya mesem saja. 

Uap kopi diusir dari mulut gelas sebelum isinya diminum oleh Kakang melalui sepasang bibirnya yang mengerucut. "Aaah ...," decah dia lalu berkata, "nikmat.

"Seliweran cerita soal perempuan itu memang banyak versi. Ya salah satunya itu ..., bebegig." Kang Ruji tersenyum sembari menimang-nimang gelas kopi beserta tatakannya.

Gelas kopi jatahku pun kudekatkan ke cuping hidungku, kuhirup uap wangi kopinya yang khas sebelum kuseruput. Setelah itu, saya menatap Kakang, menunggu.

"Biar bagaimana juga, perempuan itu adalah anak dari karuhun, karuhun, karuhun desa ini."

"Itu yang Akang dengar dari cerita Apa?" Tanganku mengembalikan gelas kopi seduh beserta tatakannya ke atas meja.

Kang Ruji mengangguk sambil meletakkan gelas kopi miliknya juga di atas meja.

"Versi Apa bagaimana, Kang?"

"Versi cerita dari Apa? Ya ..., ada ‘bebegig’ juga, cuma, Apa cerita kalau orang tua si perempuan itu, karuhunnya, adalah pembabat alas desa ini, dulu.

"Apa bilang, 'Karuhun si perempuan punya kujang sakti.'"

Desiran angin melintas sesaat ketika Kakang bercerita.

"Dengan kujang itu," ujar Kang Ruji, "desa ini yang dulunya hutan belukar, jadi bisa ditempati orang.

"Nah, bebegig itu ...."

"Tuh, kan, bebegig lagi ujung ceritanya," kataku sedetik lalu mendecah. "Kang, zaman sudah modern, kok, bebegig masih saja jadi trending topik."

"Kota dan desa kan tetap punya buhul cerita masing-masing," tukas Kang Ruji.

 

ಃಃಃ

 

Pada lain waktu ketika aku mengunjungi warung kopi Teh Komala, tapi lebih familier dia dipanggil: Teh Kokom, ada Jeprut, Jeprit, dan Jeprat juga sedang asyik ongkang-ongkang kaki duduk di bangku warung sambil ngopi. Dingin angin malam desaku saya halau dengan tubuh bermantel, bersyal, dan berkupluk.

Dari empat mulut mereka yang bercerita ngalor-ngidul ke sana kemari akhirnya juga menyinggung kisah tentang si Putri (sebutan mereka untuk ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp11.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Bronze
Sebingkai Foto
Lirin Kartini
Cerpen
Bronze
Bulan Separuh Keranjingan Bercerita
Andriyana
Novel
Gold
Only You
Bentang Pustaka
Flash
Di Ujung Jalan Ini Aku Menangisimu
Lita Soerjadinata
Novel
Bronze
My Husband's Secret
Dwi Lestari
Novel
Lovesick Bear
sudarnowati
Novel
Love Paint
araajauu
Cerpen
Bronze
Sudah Tak Balance Lagi
Nuel Lubis
Novel
Bronze
I love You, Om
Elisabet Erlias Purba
Novel
Sekat Dalam Asa
Arisyifa Siregar
Novel
Gold
Friend Zone Alert
Bentang Pustaka
Skrip Film
Kekasih Hati
Doni Wijayanto
Flash
Mencoba mengikhlaskan dirimu
Anisa Dhea Pratiwi
Novel
Gold
Keki
Bentang Pustaka
Novel
Calon Imam
Fadhillah Hanum
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Bulan Separuh Keranjingan Bercerita
Andriyana
Flash
Sang Pemanggil
Andriyana
Novel
Bronze
Sekisah tentang Mualim dengan Fatimah
Andriyana
Novel
Bronze
Plung!
Andriyana
Cerpen
Bronze
Si Kancil Dikeloni Kunti
Andriyana
Cerpen
Bronze
Burung-Burung Itu Tak Berkata Lagi
Andriyana
Novel
Bronze
Jeles
Andriyana
Novel
Bronze
Kucing Hitam Putih
Andriyana
Cerpen
Bronze
Ini tentang Cinta; Mati
Andriyana
Cerpen
Bronze
Hal Ini Bisa Saja Terjadi
Andriyana
Flash
Bronze
Monyet Bersayap Kupu-kupu
Andriyana
Flash
"Jadi" Hamil, Enggak?
Andriyana
Cerpen
Bronze
D 1 AM
Andriyana
Cerpen
Bronze
Dua Kisah dalam Satu Taring
Andriyana
Skrip Film
Cahaya Diani
Andriyana