Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Bulan Separuh Keranjingan Bercerita
1
Suka
734
Dibaca

Dari Kakek, Bapak mendapatkan kisah tentang perempuan yang pernah menempati rumah di ujung desa di pinggir sungai. Kemudian, Bapak menceritakannya lagi kepada Ruji, kakangku.

Sore itu selepas Salat Asar dengan ditemani kopi hitam, kami berdua duduk mengobrol di teras rumah.

"Kamu masak belum pernah dengar cerita tentang rumah itu?"

Kujawab, "Mendengar selentingan cerita itu ya pernah, Kang. Cuma ..., kok, kesimpulan dari semua yang saya dengar itu mengarah ke bebegig."

Sontak Kang Ruji terbahak, sedangkan saya mesem saja. 

Uap kopi diusir dari mulut gelas sebelum isinya diminum oleh Kakang melalui sepasang bibirnya yang mengerucut. "Aaah ...," decah dia lalu berkata, "nikmat.

"Seliweran cerita soal perempuan itu memang banyak versi. Ya salah satunya itu ..., bebegig." Kang Ruji tersenyum sembari menimang-nimang gelas kopi beserta tatakannya.

Gelas kopi jatahku pun kudekatkan ke cuping hidungku, kuhirup uap wangi kopinya yang khas sebelum kuseruput. Setelah itu, saya menatap Kakang, menunggu.

"Biar bagaimana juga, perempuan itu adalah anak dari karuhun, karuhun, karuhun desa ini."

"Itu yang Akang dengar dari cerita Apa?" Tanganku mengembalikan gelas kopi seduh beserta tatakannya ke atas meja.

Kang Ruji mengangguk sambil meletakkan gelas kopi miliknya juga di atas meja.

"Versi Apa bagaimana, Kang?"

"Versi cerita dari Apa? Ya ..., ada ‘bebegig’ juga, cuma, Apa cerita kalau orang tua si perempuan itu, karuhunnya, adalah pembabat alas desa ini, dulu.

"Apa bilang, 'Karuhun si perempuan punya kujang sakti.'"

Desiran angin melintas sesaat ketika Kakang bercerita.

"Dengan kujang itu," ujar Kang Ruji, "desa ini yang dulunya hutan belukar, jadi bisa ditempati orang.

"Nah, bebegig itu ...."

"Tuh, kan, bebegig lagi ujung ceritanya," kataku sedetik lalu mendecah. "Kang, zaman sudah modern, kok, bebegig masih saja jadi trending topik."

"Kota dan desa kan tetap punya buhul cerita masing-masing," tukas Kang Ruji.

 

ಃಃಃ

 

Pada lain waktu ketika aku mengunjungi warung kopi Teh Komala, tapi lebih familier dia dipanggil: Teh Kokom, ada Jeprut, Jeprit, dan Jeprat juga sedang asyik ongkang-ongkang kaki duduk di bangku warung sambil ngopi. Dingin angin malam desaku saya halau dengan tubuh bermantel, bersyal, dan berkupluk.

Dari empat mulut mereka yang bercerita ngalor-ngidul ke sana kemari akhirnya juga menyinggung kisah tentang si Putri (sebutan mereka untuk ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp11.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Cerpen
Bronze
Bulan Separuh Keranjingan Bercerita
YK-Andriyana-RBD
Novel
Gold
My Ice Boy
Bentang Pustaka
Flash
Bronze
Sudah Tahu Dilarang, tapi Perasaan Ini Tak Bisa Hilang
Nuel Lubis
Novel
Bawa Aku Pergi
siucchi
Novel
Identitas Rasa
Reinsabiila
Novel
Gold
Resist Your Charms
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Don't Look At Me
Riris WN
Novel
(Masih) Sempat Memiliki
perempuansenja_wp
Novel
Takdir Terindah
Monacino
Novel
Troublemaker in Love
Poetry Alexandria
Novel
ARABELLE
Queenfly_
Novel
Bronze
The Ghost's Problems
Sukma Nurrizki
Novel
Bronze
Al Kahfi Land 1 - Menyusuri Waktu
indra wibawa
Novel
Fading Heartbeats
Penulis N
Novel
Resep Hati Sang Dokter Logika
Brigitta Diara
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Bulan Separuh Keranjingan Bercerita
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Microwife
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Sekisah tentang Mualim dengan Fatimah
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
D 1 AM
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Pilot
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Kucing Hitam Putih
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Hal Ini Bisa Saja Terjadi
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Kematian Bank Emok
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Jeles
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Plung!
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Dua Kisah dalam Satu Taring
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Apa Makna Hujan Bagimu?
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Demi Ibu, Demi Cinta
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Kedinginan
YK-Andriyana-RBD
Skrip Film
Cahaya Diani
YK-Andriyana-RBD