Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Bulan Separuh Keranjingan Bercerita
1
Suka
652
Dibaca

Dari Kakek, Bapak mendapatkan kisah tentang perempuan yang pernah menempati rumah di ujung desa di pinggir sungai. Kemudian, Bapak menceritakannya lagi kepada Ruji, kakangku.

Sore itu selepas Salat Asar dengan ditemani kopi hitam, kami berdua duduk mengobrol di teras rumah.

"Kamu masak belum pernah dengar cerita tentang rumah itu?"

Kujawab, "Mendengar selentingan cerita itu ya pernah, Kang. Cuma ..., kok, kesimpulan dari semua yang saya dengar itu mengarah ke bebegig."

Sontak Kang Ruji terbahak, sedangkan saya mesem saja. 

Uap kopi diusir dari mulut gelas sebelum isinya diminum oleh Kakang melalui sepasang bibirnya yang mengerucut. "Aaah ...," decah dia lalu berkata, "nikmat.

"Seliweran cerita soal perempuan itu memang banyak versi. Ya salah satunya itu ..., bebegig." Kang Ruji tersenyum sembari menimang-nimang gelas kopi beserta tatakannya.

Gelas kopi jatahku pun kudekatkan ke cuping hidungku, kuhirup uap wangi kopinya yang khas sebelum kuseruput. Setelah itu, saya menatap Kakang, menunggu.

"Biar bagaimana juga, perempuan itu adalah anak dari karuhun, karuhun, karuhun desa ini."

"Itu yang Akang dengar dari cerita Apa?" Tanganku mengembalikan gelas kopi seduh beserta tatakannya ke atas meja.

Kang Ruji mengangguk sambil meletakkan gelas kopi miliknya juga di atas meja.

"Versi Apa bagaimana, Kang?"

"Versi cerita dari Apa? Ya ..., ada ‘bebegig’ juga, cuma, Apa cerita kalau orang tua si perempuan itu, karuhunnya, adalah pembabat alas desa ini, dulu.

"Apa bilang, 'Karuhun si perempuan punya kujang sakti.'"

Desiran angin melintas sesaat ketika Kakang bercerita.

"Dengan kujang itu," ujar Kang Ruji, "desa ini yang dulunya hutan belukar, jadi bisa ditempati orang.

"Nah, bebegig itu ...."

"Tuh, kan, bebegig lagi ujung ceritanya," kataku sedetik lalu mendecah. "Kang, zaman sudah modern, kok, bebegig masih saja jadi trending topik."

"Kota dan desa kan tetap punya buhul cerita masing-masing," tukas Kang Ruji.

 

ಃಃಃ

 

Pada lain waktu ketika aku mengunjungi warung kopi Teh Komala, tapi lebih familier dia dipanggil: Teh Kokom, ada Jeprut, Jeprit, dan Jeprat juga sedang asyik ongkang-ongkang kaki duduk di bangku warung sambil ngopi. Dingin angin malam desaku saya halau dengan tubuh bermantel, bersyal, dan berkupluk.

Dari empat mulut mereka yang bercerita ngalor-ngidul ke sana kemari akhirnya juga menyinggung kisah tentang si Putri (sebutan mereka untuk ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp11.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Cerpen
Bronze
Bersama Merengkuh Asa
Dwi Fitriani
Cerpen
Bronze
Di Tepi Laut Sheung Wan
Bonari Nabonenar
Cerpen
Bronze
Bulan Separuh Keranjingan Bercerita
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
KKN: Kisah Kita Nyata
Vincentius Atrayu Januar Dewanto
Novel
Sekartaji
sryhumaira
Novel
Temporary Love
Lolita Alvianti susintaningrum
Flash
Selebgram Roti Gabin
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
Oleh-oleh
Moycha Zia
Cerpen
Rona Senja di Pelukanmu
Haepa Marliana
Novel
Unidentified Romance
jojoann
Novel
Bronze
Jika Berteduh Namun Tetap Basah
Juu Ajisastro
Komik
(Before) Angel Vs Demon
Bintang Rahadhian
Cerpen
Bronze
Belahan Jiwa
Dewi Fortuna
Flash
Bronze
Ada yang Menunggu di Garis Finish (Membicarakan Adam 10)
Silvarani
Cerpen
Bronze
Jasmine and Blueberry Tea
Silvarani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Bulan Separuh Keranjingan Bercerita
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Kematian Bank Emok
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Sosok Bapak
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Microwife
YK-Andriyana-RBD
Flash
"Jadi" Hamil, Enggak?
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Apa Makna Hujan Bagimu?
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Kucing Hitam Putih
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Pilot
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Berlari dari Kematian
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Monyet Bersayap Kupu-kupu
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Si Kancil Dikeloni Kunti
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Jeles
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Sekisah tentang Mualim dengan Fatimah
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Ini tentang Cinta; Mati
YK-Andriyana-RBD